TEKNOLOGI – ASUS memperluas inovasinya ke sektor mobilitas listrik melalui Oxiis E250G1, perangkat yang dirancang untuk mengubah sepeda konvensional menjadi sepeda listrik tanpa harus mengganti sepeda dengan unit e-bike baru.
Perangkat tersebut diperkenalkan ASUS dalam ajang Eurobike 2026 di Jerman. Berbeda dengan sistem konversi yang menggunakan hub motor pada roda atau penggerak melalui rantai, Oxiis menggunakan konsep friction drive dengan motor dan rol penggerak yang menekan ban belakang.
Kehadiran Oxiis menjadi menarik karena pengguna dapat mempertahankan sepeda yang sudah dimiliki sekaligus mendapatkan bantuan tenaga listrik ketika menghadapi tanjakan, angin berlawanan, atau perjalanan harian.
ASUS Oxiis E250G1 Hadir dalam Bentuk Modul Ringkas
ASUS Oxiis E250G1 memiliki desain berbentuk modul yang menggabungkan motor, baterai, serta mekanisme penggerak dalam satu perangkat.
Bobot keseluruhannya sekitar 3,8 kilogram. Perangkat dipasang pada bagian tabung sadel dan kemudian mekanisme penggeraknya ditempatkan sehingga bersentuhan dengan ban belakang.
ASUS menyebut sistem tersebut kompatibel dengan berbagai ukuran roda, mulai dari 16 hingga 29 inci, serta dapat digunakan pada ban dengan lebar hingga sekitar 60 milimeter.
Konsep ini membuat Oxiis dapat digunakan pada berbagai jenis sepeda, termasuk sepeda lipat, sepeda kota hingga sejumlah sepeda dengan ukuran roda lebih besar.
Salah satu konsekuensinya, pemasangan perangkat dapat mengganggu penggunaan rak atau rear rack tertentu di bagian belakang sepeda.
Daya Motor 250 Watt
Dari sisi performa, ASUS Oxiis E250G1 memiliki daya nominal 250 watt. Sistem ini bekerja dengan memberikan bantuan tenaga ketika pengguna mengayuh.
ASUS menggunakan teknologi yang disebut Adaptive Boost Technology untuk menyesuaikan bantuan tenaga sesuai kondisi perjalanan. Sistem penggerak juga dirancang agar tetap mencengkeram ban dengan stabil ketika digunakan.
Dalam pengujian yang dilakukan Frandroid di Eurobike, bantuan tenaga Oxiis dinilai cukup responsif dan progresif. Perangkat menyediakan tiga tingkat bantuan yang dapat dipilih pengguna.
Namun, performanya tidak sepenuhnya tanpa kekurangan. Ketika melewati permukaan jalan berbatu atau tidak rata, perangkat dilaporkan dapat mengalami gerakan memantul sehingga bantuan tenaga menjadi kurang konsisten.
Baterai 159 Wh, Jarak Tempuh hingga 50 Km
Oxiis E250G1 dibekali baterai dengan kapasitas sekitar 159 Wh. ASUS menggunakan baterai modular yang dapat dilepas dan diisi ulang melalui konektor USB-C.
Berdasarkan hasil penggunaan yang dilaporkan Frandroid, kapasitas tersebut dapat memberikan jarak sekitar 20 hingga 50 kilometer, tergantung tingkat bantuan tenaga dan kondisi perjalanan.
Pengisian baterai disebut membutuhkan waktu sekitar dua jam.
Angka jarak tempuh tersebut tentu tidak bisa disamakan dengan klaim jarak tempuh mobil listrik. Performa aktual akan dipengaruhi oleh berat pengendara, kondisi jalan, ukuran ban, kontur medan, suhu dan tingkat bantuan motor.
Bisa Dipasang dan Dilepas dengan Relatif Mudah
Salah satu keunggulan Oxiis adalah pendekatan modular.
Menurut informasi yang dipublikasikan pada laman Eurobike, perangkat dapat dipasang dan dilepas menggunakan satu kunci Allen. ASUS juga merancang sistem mekanis yang bertujuan menjaga posisi penggerak tetap stabil pada ban.
Konsep tersebut membuat Oxiis menarik bagi pengguna yang tidak ingin menjadikan sepedanya sebagai e-bike secara permanen.
Pengguna tetap dapat menggunakan sepeda seperti biasa ketika bantuan listrik tidak diperlukan.
Ada Sensor Pedal dan Tiga Level Bantuan
Sistem Oxiis menggunakan sensor cadence yang terhubung melalui Bluetooth untuk mendeteksi aktivitas kayuhan.
Ketika pengguna mulai mengayuh, sistem akan memberikan bantuan motor secara bertahap. Dalam pengujian Frandroid, respons bantuan dinilai cukup halus dan tidak memberikan dorongan secara tiba-tiba.
Tersedia tiga tingkat bantuan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan.
Konsep ini membuat Oxiis lebih cocok diposisikan sebagai bike booster daripada pengganti penuh sistem sepeda listrik konvensional.
Tahan Air dengan Sertifikasi IPX5
ASUS Oxiis juga dirancang untuk menghadapi kondisi penggunaan luar ruangan.
Perangkat disebut memiliki perlindungan IPX5. Artinya, perangkat memiliki ketahanan terhadap semprotan air dari berbagai arah, tetapi bukan berarti pengguna dapat mengoperasikannya tanpa batas dalam kondisi hujan deras atau merendam perangkat.
Karena itu, pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca dan petunjuk penggunaan ketika membawa sepeda dalam perjalanan.
Berapa Harga ASUS Oxiis E250G1?
Untuk harga, ASUS belum mengumumkan angka resmi yang berlaku di pasar Indonesia.
Informasi yang tersedia dari laporan pengujian Frandroid menyebut harga Oxiis diperkirakan berada di kisaran 500–600 euro ketika mulai dipasarkan. Produk tersebut diproyeksikan hadir pada musim gugur 2026, sementara negara dan kanal distribusi resminya belum dijelaskan secara lengkap.
Dengan demikian, konsumen Indonesia sebaiknya tidak menjadikan konversi langsung kurs euro sebagai harga jual resmi di Tanah Air.
Harga final nantinya dapat berbeda karena faktor pajak, biaya distribusi, garansi, serta kebijakan distributor.
ASUS Oxiis Bisa Jadi Alternatif Membeli E-Bike Baru
Kehadiran Oxiis E250G1 menunjukkan bahwa perkembangan kendaraan listrik tidak hanya terjadi pada mobil dan sepeda motor.
Konsep konversi seperti ini menawarkan pendekatan berbeda: pengguna tidak perlu membeli sepeda listrik baru karena sepeda yang sudah dimiliki dapat memperoleh tambahan tenaga listrik.
Keuntungannya adalah fleksibilitas dan potensi penghematan biaya. Namun, pengguna juga perlu mempertimbangkan bobot tambahan, perubahan distribusi berat, kompatibilitas sepeda, serta performa sistem ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Untuk pasar Indonesia, faktor paling penting berikutnya adalah harga resmi, ketersediaan produk, jaringan layanan purna jual, dan kompatibilitas dengan regulasi kendaraan listrik lokal.
ASUS Oxiis E250G1 sendiri masih merupakan produk baru yang dijadwalkan memasuki pasar pada 2026. Karena itu, spesifikasi dan harga final sebaiknya menunggu pengumuman resmi ASUS sebelum konsumen memutuskan membeli.
Spesifikasi ASUS Oxiis E250G1
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Jenis | Kit konversi sepeda listrik |
| Sistem penggerak | Friction drive |
| Daya nominal | 250 watt |
| Bobot | Sekitar 3,8 kg |
| Baterai | Sekitar 159 Wh |
| Jarak tempuh | Sekitar 20–50 km |
| Ukuran roda | 16–29 inci |
| Lebar ban | Hingga sekitar 60 mm |
| Pengisian | USB-C |
| Waktu pengisian | Sekitar 2 jam |
| Tingkat bantuan | 3 level |
| Konektivitas sensor | Bluetooth |
| Ketahanan air | IPX5 |
| Perkiraan harga | 500–600 euro |
| Perkiraan peluncuran | Musim gugur 2026 |
Data di atas menggabungkan informasi pameran Eurobike dan hasil pengujian awal; beberapa spesifikasi komersial dapat berubah saat produk resmi dipasarkan.
Kesimpulan
ASUS Oxiis E250G1 menawarkan cara berbeda untuk masuk ke dunia sepeda listrik. Alih-alih membeli e-bike baru, pengguna dapat memasang modul motor dan baterai pada sepeda yang sudah dimiliki.
Dengan bobot sekitar 3,8 kg, daya nominal 250 watt dan jarak penggunaan sekitar 20–50 km, Oxiis lebih ditujukan untuk memberikan bantuan kayuhan daripada menghasilkan performa seperti sepeda motor listrik.
Produk ini menarik untuk mobilitas perkotaan, tetapi harga dan ketersediaan resminya di Indonesia masih menjadi faktor yang perlu ditunggu.
FAQ
1. Apa itu ASUS Oxiis E250G1?
ASUS Oxiis E250G1 adalah perangkat penggerak listrik yang dirancang untuk mengubah sepeda konvensional menjadi e-bike.
2. Berapa daya motor ASUS Oxiis E250G1?
Daya nominalnya sekitar 250 watt.
3. Berapa jarak tempuh ASUS Oxiis?
Pengujian awal menunjukkan jarak sekitar 20–50 km, tergantung mode bantuan dan kondisi penggunaan.
4. Berapa berat ASUS Oxiis E250G1?
Bobot perangkat sekitar 3,8 kg.
5. Berapa harga ASUS Oxiis E250G1?
Harga yang dilaporkan berada di kisaran 500–600 euro. Harga resmi Indonesia belum diumumkan.
6. Kapan ASUS Oxiis E250G1 dijual?
Produk diperkirakan mulai tersedia pada musim gugur 2026, tetapi jadwal dan kanal penjualan resmi dapat berbeda menurut wilayah.









