OTOMOTIF – PT Honda Prospect Motor (HPM) mulai mengubah strategi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Setelah sebelumnya memasarkan Honda e:N1 secara khusus untuk segmen korporasi atau business to business (B2B), kini Honda bersiap memperluas pasar melalui Honda Super One yang ditujukan bagi konsumen ritel.
Langkah tersebut menandai babak baru strategi elektrifikasi Honda di Tanah Air, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).
Honda e:N1 Habis Terserap Pasar Korporasi
Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor, Yulian Karfili, mengatakan seluruh kuota Honda e:N1 yang disediakan perusahaan telah habis terjual.
Sekitar 150 unit kendaraan listrik tersebut dialokasikan khusus untuk kebutuhan pelanggan korporasi, sehingga sejak awal memang tidak dipasarkan secara luas kepada konsumen individu.
Menurutnya, strategi tersebut merupakan langkah awal Honda dalam memperkenalkan teknologi kendaraan listrik melalui sektor bisnis yang memiliki kebutuhan operasional dalam jumlah besar.
Pendekatan ini juga memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memperoleh berbagai masukan terkait penggunaan kendaraan listrik sebelum memperluas pemasaran ke segmen ritel.
Honda Super One Jadi Andalan Pasar Konsumen
Setelah seluruh unit e:N1 terserap pasar, Honda kini menyiapkan Super One sebagai model kendaraan listrik yang akan menyasar konsumen umum.
Pada tahap awal, distribusi Super One akan dilakukan secara bertahap dengan jumlah yang masih terbatas.
Strategi tersebut dilakukan untuk mengukur respons pasar sekaligus memastikan kesiapan jaringan penjualan, layanan purna jual, serta ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Honda menilai langkah bertahap menjadi pendekatan yang lebih efektif dalam memperkenalkan model baru kepada masyarakat.
Perkuat Strategi Elektrifikasi Honda
Kehadiran Super One menunjukkan komitmen Honda dalam memperluas portofolio kendaraan listrik di Indonesia.
Sebelumnya, perusahaan lebih dahulu membangun pengalaman elektrifikasi melalui pelanggan korporasi sebelum membuka akses yang lebih luas bagi konsumen perorangan.
Strategi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus memperkuat posisi Honda di tengah persaingan pasar otomotif nasional yang semakin kompetitif.
Hingga saat ini, Honda masih belum mengumumkan jadwal resmi penjualan massal maupun harga Super One untuk pasar Indonesia.
FAQ
Apakah Honda e:N1 masih dijual di Indonesia?
Tidak. Seluruh kuota sekitar 150 unit telah habis terserap untuk kebutuhan pelanggan korporasi.
Siapa target pasar Honda Super One?
Honda Super One dipersiapkan untuk konsumen umum atau pasar ritel.
Apakah Honda Super One sudah dijual bebas?
Belum. Distribusi awal dilakukan secara terbatas sambil melihat respons pasar.
Apakah harga Honda Super One sudah diumumkan?
Hingga saat ini Honda belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal penjualan massalnya.









