Nvidia DGX Spark Baru Punya RAM 64 GB, Harga Rp89 Jutaan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI – Nvidia memperluas pilihan perangkat komputasi kecerdasan buatan dengan menghadirkan varian baru DGX Spark yang dibekali RAM 64 GB. Kapasitas tersebut menjadi opsi baru di bawah model 128 GB yang sebelumnya tersedia.

Kehadiran varian dengan memori lebih kecil ditujukan untuk pengguna yang ingin menjalankan model AI secara lokal tanpa membutuhkan kapasitas RAM sebesar 128 GB.

Langkah Nvidia ini juga datang ketika harga komponen memori masih relatif tinggi. Dengan mengurangi kapasitas RAM, perangkat diharapkan dapat menjangkau pengguna yang membutuhkan kemampuan komputasi AI Nvidia, tetapi tidak ingin membayar terlalu mahal untuk kapasitas memori yang mungkin tidak selalu digunakan.

Nvidia DGX Spark 64 GB Dibanderol Mulai Rp89 Jutaan

Varian baru DGX Spark dengan RAM 64 GB disebut akan tersedia melalui sejumlah mitra Nvidia, termasuk Acer, Asus, Dell, Gigabyte, HP, dan MSI.

Perangkat tersebut dijadwalkan mulai dipasarkan pada 23 Oktober 2026, dengan harga awal sekitar 4.999 dolar AS.

Jika dikonversikan menggunakan nilai yang tercantum dalam sumber, harganya berada di kisaran Rp89,4 juta.

Namun, harga tersebut bukan berarti menjadi harga tetap di semua pasar. Perubahan nilai tukar serta kondisi harga memori dan penyimpanan dapat memengaruhi harga jual akhir.

Sebagai pembanding, sistem berbasis GB10 dengan RAM 128 GB berada pada kisaran 7.000 hingga 9.000 dolar AS, atau sekitar Rp125 juta hingga Rp161 juta berdasarkan nilai konversi yang sama.

Tetap Menggunakan Nvidia GB10

Meskipun kapasitas RAM dipangkas, Nvidia tidak mengubah fondasi utama DGX Spark.

Varian 64 GB tetap mengandalkan Nvidia GB10 Superchip, sehingga pengguna tetap mendapatkan platform komputasi yang dirancang untuk menjalankan beban kerja AI secara lokal.

Perangkat ini juga tetap menggunakan CPU Arm 20-core dengan bandwidth memori mencapai 273 GB/s untuk CPU dan GPU.

Dengan konfigurasi tersebut, DGX Spark ditujukan untuk pengguna yang ingin menjalankan model AI tanpa sepenuhnya bergantung pada layanan komputasi berbasis cloud.

RAM 64 GB Dinilai Sudah Cukup untuk Sebagian Model AI

Kebutuhan memori untuk menjalankan model AI lokal ikut berubah seiring perkembangan teknologi.

Tidak semua model AI berukuran besar membutuhkan RAM 128 GB untuk sekadar melakukan inference. Salah satu contoh yang disebut adalah model padat seperti Qwen 3.8 27B, yang dapat berjalan dengan RAM 32 GB, meskipun kapasitas konteksnya menjadi lebih terbatas.

Baca Juga :  Meta Tutup Akun Instagram dan Facebook Usia di Bawah 16 Tahun di Indonesia

Kondisi tersebut membuat RAM 64 GB menjadi pilihan yang cukup menarik bagi pengguna yang tidak menjalankan model dengan kebutuhan memori ekstrem.

Artinya, pengguna tidak selalu harus membeli sistem dengan RAM 128 GB hanya untuk menjalankan AI secara lokal.

ConnectX 7 Memungkinkan Beberapa DGX Spark Digabung

Salah satu bagian penting dari DGX Spark adalah konektivitas ConnectX 7 RDMA NIC.

Komponen tersebut tetap dipertahankan pada model 64 GB. Fungsinya memungkinkan beberapa unit DGX Spark dihubungkan sehingga kapasitas memori dan kemampuan komputasi dapat ditingkatkan.

Konsep ini memberi fleksibilitas bagi pengguna.

Mereka dapat memulai dengan satu perangkat berkapasitas 64 GB. Jika kebutuhan komputasi meningkat, beberapa unit dapat dikombinasikan menjadi sebuah cluster tanpa harus langsung membeli sistem dengan konfigurasi memori paling tinggi.

Nvidia Permudah Pembuatan Cluster AI

Untuk mendukung penggunaan beberapa perangkat secara bersamaan, Nvidia juga memperkenalkan Nvidia Sync Cluster Assistant.

Software ini dirancang untuk membantu mengotomatiskan proses menghubungkan beberapa unit DGX Spark menjadi satu cluster.

Fitur tersebut menjadi pelengkap bagi berbagai perangkat lunak komunitas yang sebelumnya telah dikembangkan untuk menghubungkan beberapa sistem berbasis GB10.

Nvidia juga menghadirkan fitur Model Launcher pada Sync. Fitur ini memungkinkan pengguna mengunduh dan menjalankan model AI tertentu secara otomatis pada satu maupun beberapa sistem.

Salah satu model yang dapat digunakan dalam skenario tersebut adalah Qwen 3.8 27B.

Bisa Mendukung Alur Kerja AI Lokal

Kemampuan DGX Spark tidak hanya ditujukan untuk menjalankan chatbot AI sederhana. Perangkat ini juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pengembangan dan eksperimen AI secara lokal.

Model yang dijalankan pada perangkat dapat dihubungkan dengan OpenCode, sebuah agen coding berbasis browser. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna memanfaatkan model AI lokal dalam berbagai alur kerja agentic.

Dengan demikian, DGX Spark dapat menjadi pilihan bagi pengembang, peneliti, maupun pengguna profesional yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap komputasi cloud.

Varian 128 GB Tetap Dijual

Hadirnya DGX Spark 64 GB bukan berarti Nvidia menghentikan model 128 GB.

Varian dengan kapasitas memori lebih besar tetap ditujukan bagi pengguna dengan kebutuhan komputasi yang lebih berat.

Baca Juga :  Apple Fokus ke M7, Chip M6 Pro dan M6 Max Disebut Batal Dirilis

RAM 128 GB masih relevan untuk menjalankan model AI berukuran besar, melakukan pekerjaan yang membutuhkan memori tinggi, membangun cluster, maupun menjalankan proses seperti fine-tuning model AI.

Dengan dua pilihan kapasitas tersebut, Nvidia kini memberikan alternatif yang lebih fleksibel.

Pengguna dengan kebutuhan AI lokal yang relatif ringan dapat memilih model 64 GB, sementara pekerjaan yang membutuhkan kapasitas memori besar tetap dapat menggunakan varian 128 GB.

Kesimpulan

Nvidia DGX Spark 64 GB menjadi alternatif baru bagi pengguna yang ingin menjalankan AI secara lokal dengan biaya awal lebih rendah dibandingkan konfigurasi 128 GB.

Meski RAM-nya separuh dari model sebelumnya, perangkat tetap mempertahankan Nvidia GB10 Superchip, CPU Arm 20-core, bandwidth memori 273 GB/s, serta konektivitas ConnectX 7.

Dengan harga mulai sekitar Rp89,4 juta dan dukungan untuk konfigurasi cluster, DGX Spark 64 GB menyasar pengguna yang membutuhkan workstation AI berperforma tinggi tetapi tidak selalu memerlukan RAM 128 GB.

Catatan: harga dalam rupiah merupakan hasil konversi dari harga dolar AS pada informasi sumber dan dapat berubah mengikuti nilai tukar serta harga komponen.

FAQ Nvidia DGX Spark 64 GB

Apa itu Nvidia DGX Spark?

Nvidia DGX Spark merupakan komputer atau workstation AI yang dirancang untuk menjalankan model kecerdasan buatan secara lokal.

Berapa kapasitas RAM Nvidia DGX Spark baru?

Varian baru hadir dengan RAM 64 GB, sedangkan varian sebelumnya tersedia dengan kapasitas 128 GB.

Berapa harga Nvidia DGX Spark 64 GB?

Harga awal yang disebutkan adalah 4.999 dolar AS, atau sekitar Rp89,4 juta berdasarkan konversi yang tercantum dalam sumber.

Kapan DGX Spark 64 GB mulai dijual?

Sistem berbasis GB10 dengan RAM 64 GB dijadwalkan mulai tersedia pada 23 Oktober 2026.

Apakah DGX Spark 128 GB masih tersedia?

Ya. Varian 128 GB tetap tersedia bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas memori lebih besar untuk model AI dan pekerjaan komputasi yang lebih berat.

Apakah beberapa DGX Spark bisa digabung?

Bisa. Konektivitas ConnectX 7 memungkinkan beberapa perangkat dihubungkan untuk meningkatkan kapasitas memori dan kemampuan komputasi melalui konfigurasi cluster.

Berita Terkait

Lenovo Yoga 7i Aura Edition, Laptop AI yang Bisa Berubah Jadi Drawing Tablet
Noah Shinn, Drop Out 23 Tahun yang Bikin Startup AI Bernilai Rp179 Triliun
Huawei Mate TV 2 Resmi Meluncur, Layarnya Tembus 110 Inci
OpenAI Peringatkan 100+ Organisasi, Agen AI Diduga Bertindak di Luar Batas
itel VistaTab 12 Meluncur 10 Oktober 2026, Ini Spesifikasi dan Fiturnya
Windows 11 26H2 Resmi Dirilis, Kok Ukuran Update Cuma 174 KB?
5 HP Baru yang Siap Meramaikan Oktober 2026, Ada Vivo X Fold 6
Google Luncurkan Gemini 4 Argon, Fokus Coding dan Keamanan Siber
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Nvidia DGX Spark Baru Punya RAM 64 GB, Harga Rp89 Jutaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Noah Shinn, Drop Out 23 Tahun yang Bikin Startup AI Bernilai Rp179 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Huawei Mate TV 2 Resmi Meluncur, Layarnya Tembus 110 Inci

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:00 WIB

OpenAI Peringatkan 100+ Organisasi, Agen AI Diduga Bertindak di Luar Batas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00 WIB

itel VistaTab 12 Meluncur 10 Oktober 2026, Ini Spesifikasi dan Fiturnya

Berita Terbaru

Teknologi

Nvidia DGX Spark Baru Punya RAM 64 GB, Harga Rp89 Jutaan

Senin, 5 Okt 2026 - 16:00 WIB