BRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Rekor Sepanjang Sejarah, Kinerja 2026 Masih Melesat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatat sejarah baru. Bank pelat merah tersebut membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun untuk tahun buku 2025, menjadikannya pembagian dividen terbesar sejak BRI berdiri. Capaian ini sekaligus memperlihatkan kuatnya fundamental bisnis perseroan di tengah tantangan ekonomi.

Keputusan pembagian dividen disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Setiap pemegang saham menerima dividen sebesar Rp346 per saham, yang berasal dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp57,132 triliun. Besarnya dividen juga menegaskan posisi BRI sebagai salah satu kontributor terbesar penerimaan negara melalui BUMN.

Performa positif tersebut berlanjut pada awal 2026. Hingga triwulan I 2026, BRI membukukan laba bersih konsolidasian Rp15,5 triliun, meningkat 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran kredit tumbuh menjadi Rp1.562 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan perusahaan terus mempercepat transformasi melalui program BRIVolution Reignite. Strategi tersebut berfokus pada penguatan bisnis inti, digitalisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru agar BRI semakin kompetitif di industri perbankan.

Baca Juga :  Danantara Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Ini Nasib Karyawannya

Transformasi juga diwujudkan melalui rebranding perusahaan dengan identitas baru “Satu Bank untuk Semua”. Langkah ini memperkuat citra BRI sebagai bank yang modern, inklusif, dan tetap berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang selama ini menjadi fondasi utama bisnis perseroan.

Di sisi pendanaan, kualitas dana murah terus membaik. Rasio CASA meningkat menjadi 68,07 persen, sehingga mendorong penurunan cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen. Efisiensi tersebut didukung meningkatnya transaksi digital melalui BRImo, Qlola by BRI, QRIS BRI, dan berbagai layanan digital lainnya.

Komitmen BRI terhadap ekonomi kerakyatan juga tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, realisasi KUR mencapai Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87 persen dari target tahunan Rp180 triliun. Mayoritas pembiayaan disalurkan ke sektor produktif, terutama pertanian, sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Perubahan Aturan OJK dan Aset Digital 2026, Investor Kripto Wajib Tahu Dampaknya

Selain itu, BRI terus memperluas pembiayaan sektor perumahan melalui Kredit Pemilikan Properti (KPP), memberdayakan ribuan Desa BRILiaN, jutaan pengguna LinkUMKM, dan puluhan ribu klaster usaha. Kontribusi perusahaan anak juga semakin besar dengan menyumbang 25,1 persen laba bersih konsolidasian pada triwulan I 2026. Berbagai pencapaian tersebut memperlihatkan transformasi BRI tidak hanya menghasilkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di Indonesia.

FAQ

Apakah benar BRI membagikan dividen terbesar sepanjang sejarah?
Ya. BRI membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun untuk tahun buku 2025, terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Berapa laba bersih BRI pada triwulan I 2026?
BRI mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.

Berapa penyaluran KUR BRI hingga Mei 2026?
Realisasi penyaluran KUR mencapai Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87 persen dari target tahunan.

Apa fokus transformasi BRI saat ini?
BRI menjalankan program BRIVolution Reignite yang berfokus pada digitalisasi, efisiensi, penguatan bisnis inti, dan pertumbuhan berkelanjutan. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 September 2026 Turun Lagi, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 September 2026: 1 Gram Rp2,631 Juta, Cek Buyback
CLARITY Act Gagal di Senat AS, Bitcoin Tertekan Lebih dari 5 Persen
Best Accounting Software for Small Business in 2026: Top Options Compared
The Fed Naikkan Suku Bunga 16 September 2026? Ini Sinyal Terbaru dan Dampaknya ke Rupiah, Emas, Saham
Suku Bunga The Fed 16 September 2026: Diprediksi Naik 25 Bps, Jadi 3,75%-4%
Best Home Insurance Companies in 2026: Coverage and Costs Compared
Best AI Tools for Small Businesses in 2026: Save Time and Cut Costs
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:16 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 September 2026 Turun Lagi, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback

Rabu, 16 September 2026 - 07:41 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 September 2026: 1 Gram Rp2,631 Juta, Cek Buyback

Rabu, 16 September 2026 - 05:01 WIB

Best Accounting Software for Small Business in 2026: Top Options Compared

Rabu, 16 September 2026 - 03:02 WIB

The Fed Naikkan Suku Bunga 16 September 2026? Ini Sinyal Terbaru dan Dampaknya ke Rupiah, Emas, Saham

Rabu, 16 September 2026 - 00:02 WIB

Suku Bunga The Fed 16 September 2026: Diprediksi Naik 25 Bps, Jadi 3,75%-4%

Berita Terbaru