JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026, rupiah ditutup melemah dan kembali bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS di tengah meningkatnya sentimen global serta perhatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kurs transaksi BI mencatat kurs jual dolar AS berada di level Rp18.062,87 dan kurs beli Rp17.883,13. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di kisaran Rp17.995 per dolar AS.
Di pasar spot, rupiah ditutup melemah 46 poin atau sekitar 0,26 persen menjadi Rp18.009 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.963. Pelaku pasar masih menunggu hasil rapat Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat, meski peluang kenaikan pada pertemuan berikutnya masih terbuka.
Selain faktor eksternal, pasar juga mencermati dinamika dalam negeri setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Transisi kepemimpinan BI dinilai menjadi salah satu sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah, meski otoritas memastikan stabilitas moneter tetap terjaga di bawah kepemimpinan sementara Destry Damayanti.
Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor, terutama untuk bahan baku industri, elektronik, hingga komoditas yang dibeli menggunakan dolar AS. Di sisi lain, eksportir dapat memperoleh keuntungan karena pendapatan dalam dolar menjadi lebih tinggi ketika dikonversi ke rupiah.
Bagi masyarakat, pergerakan kurs dolar juga memengaruhi biaya perjalanan ke luar negeri, pembayaran pendidikan internasional, investasi valuta asing, hingga harga sejumlah produk impor. Oleh karena itu, perkembangan nilai tukar menjadi indikator penting yang terus dipantau pelaku usaha maupun investor.
Analis menilai pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan masih akan dipengaruhi hasil rapat The Fed, kondisi geopolitik global, serta respons pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Selama sentimen eksternal belum mereda, volatilitas rupiah diperkirakan masih akan terjadi.
FAQ
1. Berapa kurs dolar AS terhadap rupiah hari ini?
Kurs jual BI berada di Rp18.062,87 per dolar AS, sedangkan kurs beli Rp17.883,13.
2. Berapa kurs JISDOR terbaru?
JISDOR Bank Indonesia tercatat sekitar Rp17.995 per dolar AS.
3. Mengapa rupiah melemah?
Pelemahan dipengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, sentimen geopolitik global, dan dinamika transisi kepemimpinan Bank Indonesia.
4. Apa dampak dolar menguat?
Biaya impor meningkat, harga barang impor berpotensi naik, sementara eksportir dapat memperoleh keuntungan lebih besar.
5. Apakah rupiah bisa kembali menguat?
Peluang tetap ada, bergantung pada arah kebijakan The Fed, stabilitas ekonomi global, serta langkah Bank Indonesia menjaga nilai tukar. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









