KAYONEWS.CO.ID – Otoritas Irak kembali mengungkap perkembangan besar dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Wakil Menteri Urusan Perminyakan dan Pengolahan, Adnan Al Jumaili. Dalam penggeledahan terbaru, aparat menemukan 375 kilogram emas batangan yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi yang sedang diusut pemerintah Irak.
Temuan tersebut diumumkan oleh Dewan Kehakiman Tertinggi Irak dan disebut sebagai salah satu penyitaan aset terbesar dalam operasi pemberantasan korupsi yang tengah digencarkan pemerintahan Perdana Menteri Ali Faleh al-Zaidi.
358 Kg Emas Ditemukan dalam Operasi Utama
Berdasarkan keterangan Pengadilan Kriminal Anti-Korupsi Pusat Irak, sebanyak 358 kilogram emas ditemukan dalam operasi yang melibatkan aparat Pemerintah Daerah Kurdistan.
Sementara itu, 17 kilogram emas lainnya disita dalam penyelidikan terpisah yang masih berkaitan dengan perkara Adnan Al Jumaili. Dengan demikian, total emas yang berhasil diamankan mencapai 375 kilogram.
Seluruh emas sitaan tersebut kemudian diserahkan kepada Bank Sentral Irak sebagai barang bukti selama proses hukum berlangsung.
Sebelumnya Ditemukan Uang Tunai di Gorong-Gorong
Kasus ini menjadi perhatian dunia setelah sebelumnya penyidik menemukan 14 miliar dinar Irak atau sekitar Rp193 miliar yang disembunyikan di dalam saluran drainase rumah Al Jumaili.
Selain uang tunai, penyidik juga menyita berbagai aset bernilai tinggi, termasuk properti, kendaraan mewah, serta perhiasan yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi.
Penyelidikan terhadap mantan wakil menteri tersebut berfokus pada dugaan penyalahgunaan kontrak pemerintah, eksploitasi sumber daya negara, serta penerimaan suap untuk keuntungan pribadi sejak Oktober 2025.
Operasi Fajar Jadi Senjata Pemerintah Irak
Pengungkapan aset tersebut merupakan bagian dari program nasional Operasi Fajar (Operation Dawn) yang diluncurkan pemerintah Irak untuk melacak aset negara yang diduga diselewengkan.
Sejak Ali Faleh al-Zaidi menjabat sebagai Perdana Menteri pada Mei 2026, aparat telah menangkap sejumlah pejabat tinggi dan berhasil menemukan dana serta aset bernilai lebih dari US$100 juta yang diduga berasal dari praktik korupsi.
Juru Bicara Pemerintah Irak, Haider Al-Aboudi, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi dilakukan tanpa memandang jabatan maupun pengaruh politik para tersangka.
Ia menambahkan masyarakat Irak menginginkan pelaku korupsi dihukum karena dana yang diselewengkan merupakan milik seluruh rakyat Irak.
Salah Satu Penyitaan Terbesar
Penyitaan 375 kilogram emas batangan dinilai sebagai salah satu hasil terbesar dalam sejarah operasi antikorupsi Irak dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Irak juga terus menelusuri kemungkinan adanya aset lain yang masih disembunyikan serta membuka peluang penindakan terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan korupsi tersebut.
FAQ
Siapa Adnan Al Jumaili?
Adnan Al Jumaili merupakan mantan Wakil Menteri Urusan Perminyakan dan Pengolahan Irak yang ditahan atas dugaan korupsi dan penyalahgunaan jabatan.
Berapa emas yang ditemukan?
Aparat Irak menyita total 375 kilogram emas batangan, terdiri dari 358 kilogram dalam operasi utama dan 17 kilogram dalam penyelidikan terpisah.
Apa itu Operasi Fajar?
Operasi Fajar adalah program nasional pemerintah Irak untuk memburu pelaku korupsi serta mengembalikan aset negara yang diduga diselewengkan.
Apakah penyelidikan telah selesai?
Belum. Otoritas Irak menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap aset maupun pihak lain yang diduga terkait.









