Tak Lagi Emas atau Bitcoin, Robert Kiyosaki Pilih Aset Ini untuk Investasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali membuat pernyataan yang menyita perhatian investor. Kali ini, ia memprediksi perak memiliki potensi kenaikan harga yang lebih besar dibandingkan emas maupun Bitcoin. Menurutnya, kombinasi tingginya permintaan industri dan terbatasnya pasokan dapat mendorong harga logam tersebut melonjak dalam beberapa tahun ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X miliknya. Kiyosaki menilai perak kini berada dalam posisi yang menarik karena masih diperdagangkan dengan harga relatif murah dibandingkan emas dan Bitcoin. Kondisi itu dinilai membuka peluang bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi aset.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan perak terus meningkat di berbagai sektor strategis. Logam ini menjadi bahan penting dalam pembuatan panel surya, kendaraan listrik, komputer, perangkat elektronik, hingga teknologi medis modern. Selain itu, perak juga digunakan pada sistem pertahanan dan teknologi pemurnian air.

Di sisi lain, Kiyosaki menilai pasokan perak justru semakin terbatas. Ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan logam tersebut diyakini dapat mendorong kenaikan harga dalam jangka menengah hingga panjang. Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan emas maupun Bitcoin yang memiliki karakteristik suplai berbeda.

Baca Juga :  Pinjaman Modal Usaha Online 2026: Solusi Cepat untuk UMKM yang Butuh Tambahan Modal

Kiyosaki bahkan pernah memperkirakan harga perak berpotensi mencapai sekitar US$70 per troy ounce apabila tren permintaan terus meningkat. Ia juga berpendapat bahwa tekanan terhadap harga perak selama ini mulai berkurang sehingga ruang kenaikan menjadi lebih terbuka.

Selain prospek kenaikan harga, Kiyosaki menilai perak merupakan instrumen investasi yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Dengan modal yang lebih rendah dibandingkan membeli emas batangan atau satu unit Bitcoin, investor pemula dapat mulai mengoleksi perak secara bertahap sesuai kemampuan finansial.

Meski demikian, prediksi tersebut merupakan pandangan pribadi Kiyosaki dan bukan jaminan bahwa harga perak akan bergerak sesuai perkiraannya. Pergerakan harga logam mulia tetap dipengaruhi kondisi ekonomi global, suku bunga, inflasi, nilai tukar dolar Amerika Serikat, hingga dinamika permintaan industri.

Baca Juga :  Warga RI Ramai Gadaikan Emas Jelang Lebaran 2026, Antam & UBS Paling Diminati!

Karena itu, investor disarankan tetap melakukan riset, memahami profil risiko, serta mempertimbangkan diversifikasi portofolio sebelum mengambil keputusan investasi. Perak memang menawarkan peluang menarik, namun setiap instrumen investasi tetap memiliki risiko yang perlu diperhitungkan secara matang.

FAQ

Apakah Robert Kiyosaki lebih memilih perak daripada emas?
Ya. Dalam pernyataannya, Kiyosaki menyebut perak memiliki potensi kenaikan harga lebih besar dibandingkan emas dan Bitcoin.

Mengapa perak diprediksi naik?
Karena permintaan industri terus meningkat, sementara pasokannya dinilai semakin terbatas.

Apa saja penggunaan perak?
Perak digunakan dalam panel surya, kendaraan listrik, elektronik, komputer, teknologi medis, sistem pertahanan, dan pemurnian air.

Apakah perak cocok untuk investor pemula?
Perak relatif lebih terjangkau dibandingkan emas dan Bitcoin sehingga dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi investasi, dengan tetap memperhatikan risiko pasar.

Apakah prediksi Robert Kiyosaki pasti terjadi?
Tidak. Prediksi tersebut merupakan opini yang dapat dipengaruhi berbagai faktor ekonomi dan kondisi pasar global.

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

APBN Raup Rp57,1 Triliun dari Sawit dan Tambang Ilegal, Ini Rincian Setorannya
IHSG Hari Ini 12 Oktober 2026 Menguat ke 6.113,86, Saham ANTM, AMMN, dan BUMI Melaju
Harga Emas Antam di Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,63 Juta
Harga BBM Jambi, Sumbar, Sumut 12 Oktober 2026: Cek Pertamax, Pertalite dan Dexlite
Investasi Data Center Jadi Peluang Bisnis Asuransi, Great Eastern Soroti Risiko Klaim Jumbo
Astra ASII Tebar Dividen Interim Rp3,89 Triliun, Cum Date 12 Oktober 2026
Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun
IHSG Diprediksi Menguat 12 Oktober 2026, Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG Jadi Sorotan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:00 WIB

APBN Raup Rp57,1 Triliun dari Sawit dan Tambang Ilegal, Ini Rincian Setorannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:48 WIB

IHSG Hari Ini 12 Oktober 2026 Menguat ke 6.113,86, Saham ANTM, AMMN, dan BUMI Melaju

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,63 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Investasi Data Center Jadi Peluang Bisnis Asuransi, Great Eastern Soroti Risiko Klaim Jumbo

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:02 WIB

Astra ASII Tebar Dividen Interim Rp3,89 Triliun, Cum Date 12 Oktober 2026

Berita Terbaru