KERINCI – Rangkaian Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci, berlangsung sukses, khidmat, dan semarak. Kegiatan adat yang menjadi agenda budaya masyarakat tersebut dihadiri ribuan warga serta berbagai unsur pemerintah dan tokoh adat.
Prosesi diawali pada pagi hari dengan upacara adat yang dipimpin langsung oleh Depati Anum Anderson selaku pucuk adat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik. Upacara berlangsung penuh kekhidmatan sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Memasuki siang hingga sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan acara seremonial Festival Kenduri Sko yang dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan.
Tampak hadir Gubernur Jambi, Al Haris, beserta istri, Bupati Kerinci Monadi beserta istri, Wali Kota Sungai Penuh Alfin beserta istri, Wakil Bupati Kerinci Murison, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta undangan lainnya.
Suasana acara berlangsung khidmat sejak awal. Setelah prosesi penyambutan tamu yang diiringi Tari Persembahan Sekapur Sirih, acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah nuansa religius dan sakral.
Kemegahan budaya Kerinci semakin terasa melalui penampilan Tari Iyo-Iyo yang diiringi tabuhan gendang serta lantunan lagu-lagu tradisional khas Kerapatan Adat Lima Desa. Berbagai pertunjukan seni tersebut menjadi simbol kekayaan budaya yang masih terjaga hingga saat ini.
Kemudian, penampilan tari kolosal yang dibawakan para remaja dari Lima Desa Tanjung Pauh Mudik berhasil memukau para tamu undangan dan masyarakat. Gerakan yang kompak dipadukan dengan iringan musik karya putra-putri daerah semakin menyemarakkan jalannya festival.
Dalam sambutannya, Depati Anum Anderson menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ia menegaskan bahwa adat istiadat merupakan pedoman hidup masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen masyarakat dalam melestarikan warisan budaya daerah.
“Kebudayaan dan adat istiadat merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang agar tetap lestari,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar seremoni budaya, melainkan memiliki makna yang sangat mendalam sebagai sarana mempererat tali persaudaraan, memperkuat persatuan masyarakat adat, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Melalui penyelenggaraan Kenduri Sko, diharapkan tradisi adat yang telah diwariskan oleh para leluhur dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bersama bagi masyarakat Kerinci di tengah perkembangan zaman.
Penulis : Dedi Dora
Editor : Dedi Dora









