OJK Akui Pasar Saham RI Tertekan, Investor Asing Tarik Dana Rp71,68 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui pasar saham Indonesia tengah menghadapi tekanan yang cukup besar. Kondisi tersebut tercermin dari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun berjalan serta derasnya aksi jual (net sell) oleh investor asing.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan hingga 26 Juni 2026 jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencapai 957 emiten. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sekitar 440 emiten pada 2011.

Selain pertumbuhan jumlah emiten, partisipasi masyarakat di pasar modal juga terus meningkat. Hingga pertengahan 2026, jumlah investor telah mencapai sekitar 28,81 juta atau tumbuh 41,45 persen secara year to date (YTD).

IHSG Turun 31,81 Persen

Di balik pertumbuhan jumlah investor dan emiten, OJK mengakui kondisi pasar saham masih dibayangi tekanan yang cukup berat.

Hasan mengungkapkan, sejak 1 Januari hingga 26 Juni 2026, IHSG mengalami penurunan sebesar 31,81 persen. Dalam periode yang sama, investor asing membukukan net sell sebesar Rp71,681 triliun di pasar saham Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan investor asing masih menjadi faktor penting yang memengaruhi arah pergerakan pasar modal nasional.

Baca Juga :  Telat Lapor SPT Tahunan 2026 Bisa Kena Denda, Ini Batas Waktu dan Sanksinya

“Investor asing membukukan net sell sebesar Rp71,68 triliun secara year to date. Dinamika tersebut mengonfirmasi bahwa kepercayaan akan selalu menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan pasar modal,” ujar Hasan.

OJK Soroti Pentingnya Kepercayaan Investor

Untuk meningkatkan kembali minat investor asing, Hasan menilai seluruh pemangku kepentingan, termasuk OJK dan BEI, perlu memperhatikan berbagai masukan dari lembaga pemeringkat pasar modal internasional seperti MSCI maupun FTSE Russell.

Menurutnya, penilaian lembaga-lembaga tersebut sangat berpengaruh terhadap keputusan investor global dalam menempatkan dana di suatu negara.

OJK juga menilai aspek transparansi, aksesibilitas pasar, serta tata kelola harus terus diperbaiki agar pasar modal Indonesia semakin kompetitif di tingkat internasional.

Status Emerging Markets Dipertahankan

Di tengah tekanan yang terjadi, Hasan menyampaikan bahwa Indonesia masih memperoleh kabar positif setelah MSCI mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Emerging Markets.

Keputusan tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa berbagai reformasi yang telah dilakukan pemerintah dan regulator berada pada jalur yang tepat, meskipun masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki secara konsisten.

Baca Juga :  OJK Kembalikan Rp 161 Miliar Dana Scam kepada Korban, Baru 5% dari Total Kerugian

“OJK memandang pengakuan tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan efektivitas reformasi pasar modal sehingga mampu memperkuat kepercayaan investor dalam jangka panjang,” katanya.

Reformasi Pasar Modal Terus Dilanjutkan

OJK menegaskan akan terus melakukan pembenahan terhadap kualitas pasar modal Indonesia melalui penguatan regulasi, peningkatan transparansi, serta perbaikan tata kelola.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya saing pasar modal nasional sekaligus menarik kembali aliran investasi asing yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami tekanan.


FAQ

Mengapa pasar saham Indonesia sedang tertekan?
Karena IHSG mengalami penurunan signifikan dan investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar sepanjang 2026.

Berapa nilai dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia?
Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp71,681 triliun hingga 26 Juni 2026.

Berapa penurunan IHSG pada 2026?
IHSG tercatat melemah sekitar 31,81 persen secara year to date hingga 26 Juni 2026.

Berapa jumlah investor pasar modal Indonesia saat ini?
Jumlah investor telah mencapai sekitar 28,81 juta investor.

Apakah Indonesia masih berstatus Emerging Markets?
Ya. MSCI masih mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Emerging Markets.

Berita Terkait

Cara Cek BSU 2026 Rp900.000 Lewat JMO, Ini Langkah-Langkahnya
Modal dan Prospek Bengkel Motor Listrik 2026, Ini yang Perlu Dihitung
Suzuki Ertiga Turun Harga Oktober 2026, Ini Pilihan Tipe dan Fiturnya
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 1,04% ke 6.093, Saham TLKM, BBRI, dan BUMI Naik
38.796 Rekening Judol Diblokir, OJK Minta Bank Telusuri NIK Pemilik
17 Pejabat Kemenkeu Dilantik Suahasil, Ini Daftar Lengkap dan Jabatannya
Google Mulai Bayar Penerbit Konten, Nilainya Bisa Capai Rp17 Miliar
Diskon Motor Listrik Honda Oktober 2026, CUV e: Dapat Potongan hingga Rp24 Juta
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Cara Cek BSU 2026 Rp900.000 Lewat JMO, Ini Langkah-Langkahnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Suzuki Ertiga Turun Harga Oktober 2026, Ini Pilihan Tipe dan Fiturnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:45 WIB

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 1,04% ke 6.093, Saham TLKM, BBRI, dan BUMI Naik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:06 WIB

38.796 Rekening Judol Diblokir, OJK Minta Bank Telusuri NIK Pemilik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:00 WIB

17 Pejabat Kemenkeu Dilantik Suahasil, Ini Daftar Lengkap dan Jabatannya

Berita Terbaru

Otomotif

Honda Umumkan Nama Baru Sistem Hybrid, Meluncur Mulai 2027

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:00 WIB