EKONOMI – Pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai insentif ekonomi baru pada tahun 2026 guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah program yang sedang dikaji mencakup insentif pembelian kendaraan listrik, bantuan langsung tunai (BLT), bantuan pangan, hingga berbagai stimulus sektor transportasi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini masih melakukan perhitungan dan evaluasi terhadap berbagai opsi insentif yang akan diberikan kepada masyarakat. Namun, pelaksanaannya tetap menunggu arahan dan persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Purbaya, salah satu insentif yang sedang dipertimbangkan adalah dukungan untuk pembelian mobil listrik dan motor listrik. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan serta memperkuat industri kendaraan listrik nasional.
“Sepanjang tahun ini kita sedang mempertimbangkan insentif untuk mobil listrik dan motor listrik,” ujar Purbaya dalam forum Economic Update 2026.
Selain sektor kendaraan listrik, pemerintah juga mengkaji kemungkinan penyaluran bantuan langsung tunai bagi masyarakat yang membutuhkan. Program bantuan tersebut diharapkan dapat menjaga konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Purbaya menjelaskan bahwa stimulus ekonomi akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Meski berbagai skema sudah dihitung dan dipersiapkan, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.
Sebelumnya, pemerintah telah menyepakati pelaksanaan Paket Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026. Program ini dirancang untuk mempercepat perputaran ekonomi nasional melalui berbagai insentif yang menyasar sektor transportasi, ketenagakerjaan, pendidikan vokasi, hingga perpajakan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa salah satu fokus stimulus adalah pemberian diskon transportasi selama masa libur sekolah dan periode Natal serta Tahun Baru (Nataru).
Untuk periode libur sekolah, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp190 miliar dengan target penerima manfaat lebih dari 3 juta orang. Sementara itu, pada masa Nataru, nilai insentif transportasi diperkirakan mencapai Rp161,4 miliar dengan sasaran hampir 3 juta penerima manfaat.
Pemerintah juga menyiapkan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) khusus tiket pesawat. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh biaya perjalanan yang lebih terjangkau sekaligus mendukung sektor pariwisata dan transportasi udara.
Tak hanya itu, pemerintah akan menjalankan program magang nasional pada Juli 2026 yang ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta dengan dukungan anggaran sekitar Rp4,14 triliun. Program vokasi nasional juga akan diberikan kepada lulusan SMK dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) guna meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja.
Sementara itu, sektor kreatif juga mendapat perhatian melalui rencana pemberian insentif pajak bagi para penulis. Skema yang disiapkan berupa Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1,5 persen.
Secara keseluruhan, nilai Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026 diperkirakan mencapai Rp7,8 triliun, di luar alokasi yang nantinya digunakan untuk program insentif pajak penulis. Pemerintah berharap berbagai kebijakan tersebut dapat memperkuat konsumsi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendorong pertumbuhan nasional sepanjang tahun 2026.









