PLN Butuh 154 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Listrik Tetap Menyala

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENERGI – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan listrik nasional tetap aman dan tidak akan terjadi pemadaman listrik akibat kendala pasokan batu bara. Pemerintah menegaskan sistem kelistrikan nasional masih dalam kondisi terkendali meski terdapat tantangan pada ketersediaan batu bara kalori menengah untuk sejumlah pembangkit listrik.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil menanggapi kekhawatiran publik terkait isu menipisnya pasokan batu bara yang disebut-sebut berpotensi mengganggu operasional pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).

Menurut Bahlil, kebutuhan batu bara PLN sepanjang tahun 2026 mencapai sekitar 154 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 134 juta ton telah diamankan melalui kontrak pasokan sehingga kebutuhan yang belum terpenuhi hanya berkisar antara 18 juta hingga 20 juta ton.

“Secara keseluruhan tidak ada masalah terkait pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional,” ujar Bahlil di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Kendala pada Batu Bara Kalori Menengah

Meski memastikan pasokan listrik tetap aman, Bahlil mengakui pemerintah saat ini tengah menghadapi tantangan dalam penyediaan batu bara kalori menengah, khususnya batu bara dengan nilai kalori sekitar 5.200 kcal/kg yang masih dibutuhkan oleh sejumlah pembangkit listrik.

Baca Juga :  Harga Pertamax Berpotensi Turun Agustus 2026? Bahlil Buka Peluang, Ini Syarat dan Perkiraan Dampaknya

Menurutnya, kualitas batu bara domestik yang tersedia saat ini cenderung mengalami penurunan sehingga pasokan batu bara dengan spesifikasi tertentu semakin terbatas.

Pemerintah bersama PLN dan pelaku industri pertambangan kini tengah mencari solusi untuk menjamin ketersediaan batu bara jenis tersebut agar operasional pembangkit listrik tetap berjalan optimal.

“Kendala yang ada bukan pada jumlah batu bara secara keseluruhan, melainkan pada ketersediaan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan beberapa pembangkit,” jelasnya.

Biaya Produksi Tambang Meningkat

Bahlil juga mengungkapkan bahwa meningkatnya biaya produksi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan batu bara kalori menengah.

Saat ini rasio pengupasan lapisan tanah penutup tambang atau stripping ratio telah berada pada kisaran 8 hingga 12 kali, sehingga biaya produksi batu bara menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah perusahaan tambang menghadapi tantangan dalam menjaga efisiensi produksi, terutama untuk batu bara dengan kualitas tertentu yang dibutuhkan sektor kelistrikan.

Pemerintah Siapkan Solusi

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan di masa depan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangkit listrik dan keberlanjutan usaha pertambangan nasional.

Kementerian ESDM juga terus melakukan koordinasi dengan PLN dan perusahaan pemasok batu bara agar kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.

Baca Juga :  Roy Suryo dan Dokter Tifa Minta Kasus Ijazah Jokowi Dihentikan, Ini Jawaban Polisi

Langkah tersebut dinilai penting mengingat batu bara masih menjadi sumber energi utama pembangkit listrik di Indonesia.

Isu Pemadaman Listrik Dibantah

Sebelumnya, beredar informasi yang mengaitkan gangguan listrik di sejumlah wilayah dengan menurunnya stok batu bara pembangkit.

Namun pemerintah memastikan kabar tersebut tidak benar.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan gangguan listrik yang sempat terjadi di wilayah Jabodetabek beberapa waktu lalu murni disebabkan faktor teknis dan tidak berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar pembangkit.

Pemerintah pun meminta masyarakat tidak khawatir karena pasokan listrik nasional tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Pasokan Energi Tetap Jadi Prioritas

Menjaga keandalan pasokan listrik menjadi salah satu prioritas pemerintah di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional.

Selain memastikan ketersediaan batu bara untuk pembangkit, pemerintah juga terus mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan guna memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri tetap dapat terpenuhi tanpa gangguan berarti hingga akhir tahun 2026.

Berita Terkait

5 Kodam Baru TNI AD Bakal Diresmikan 5 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Alasan Pergantian Purbaya dari Menteri Keuangan, Ini Penjelasan Purbaya dan Istana
Ambang Batas Parlemen RUU Pemilu: Nasdem Usul 7 Persen, Ada Opsi 5 Persen
25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Klaim, Begini Cara Mengenalinya
Dirjen Pajak Minta Mutasi Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Ini Jawaban Menkeu
Hasil OMI 2026 Kabupaten/Kota Diumumkan, Begini Cara Ceknya
Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK
Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk Warga Usia 17 Tahun, Ada Saldo Rp50 Ribu
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 00:02 WIB

5 Kodam Baru TNI AD Bakal Diresmikan 5 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayahnya

Jumat, 18 September 2026 - 02:00 WIB

Alasan Pergantian Purbaya dari Menteri Keuangan, Ini Penjelasan Purbaya dan Istana

Kamis, 17 September 2026 - 20:00 WIB

Ambang Batas Parlemen RUU Pemilu: Nasdem Usul 7 Persen, Ada Opsi 5 Persen

Kamis, 17 September 2026 - 12:00 WIB

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Klaim, Begini Cara Mengenalinya

Kamis, 17 September 2026 - 02:00 WIB

Dirjen Pajak Minta Mutasi Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Ini Jawaban Menkeu

Berita Terbaru