Hitungannya Jelas, Token Listrik Rp100.000 Bisa Dipakai Hampir 2 Bulan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131074

Oplus_131074

JAKARTA- Token listrik prabayar senilai Rp100.000 kerap dianggap hanya cukup untuk kebutuhan sekitar satu bulan. Namun, berdasarkan simulasi pemakaian listrik mengacu pada skema tarif PLN, token tersebut berpotensi bertahan hingga 49 hari apabila digunakan secara efisien oleh anak kos dengan kebutuhan listrik terbatas.

Pada pelanggan rumah tangga prabayar daya 900 VA nonsubsidi, tarif listrik PLN berada di kisaran Rp1.352 per kWh. Dengan nilai tersebut, token Rp100.000 setara kurang lebih 73–74 kWh setelah dipotong biaya administrasi. Jumlah kWh inilah yang menjadi dasar simulasi daya tahan token listrik dalam satu periode pemakaian.

Jika konsumsi listrik dijaga pada rata-rata 1,4–1,5 kWh per hari, maka secara matematis token 73 kWh dapat bertahan sekitar 48 hingga 52 hari. Pola konsumsi ini umum terjadi pada kamar kos yang hanya menggunakan lampu LED, kipas angin, serta pengisian daya ponsel tanpa alat listrik berdaya besar.

Baca Juga :  PLN Umumkan Padam Listrik 4 Jam di Sungai Penuh dan Kerinci Besok, Cek Daerah Terdampak

Sebagai gambaran, satu lampu LED 10 watt yang menyala 10 jam per hari hanya mengonsumsi sekitar 0,1 kWh. Kipas angin berdaya 45 watt yang digunakan 8 jam per hari menghabiskan sekitar 0,36 kWh. Pengisian daya ponsel rata-rata hanya memerlukan kurang dari 0,02 kWh per hari. Total konsumsi dari perangkat tersebut masih berada jauh di bawah 1 kWh per hari.

Penggunaan alat berdaya tinggi seperti AC menjadi faktor pembeda utama. AC berdaya ½ PK dapat mengonsumsi 0,4 hingga 0,6 kWh per jam. Jika digunakan selama 6 jam per hari, konsumsi listrik harian bisa melonjak hingga 3 kWh, yang membuat token Rp100.000 hanya bertahan sekitar 20–25 hari.

Simulasi PLN juga menunjukkan bahwa perangkat dalam kondisi siaga tetap mengonsumsi listrik. Televisi, rice cooker, dan charger yang tidak dicabut dapat menambah konsumsi 5–10 persen per hari. Kebiasaan mematikan dan mencabut perangkat saat tidak digunakan berperan besar dalam menjaga konsumsi tetap stabil.

Baca Juga :  Naik MRT dan Bus Listrik Kini Bisa Dapat Voucher Listrik PLN, Begini Cara Klaimnya

Pemantauan sisa kWh pada meteran listrik prabayar menjadi bagian penting dari strategi penghematan. Meteran menampilkan sisa energi secara real time sehingga pengguna dapat segera menyesuaikan pemakaian ketika konsumsi mulai meningkat. Pola ini membantu menjaga daya tahan token hingga mendekati batas maksimal simulasi.

Berdasarkan data tarif dan perhitungan konsumsi tersebut, token listrik Rp100.000 memang memungkinkan bertahan hingga 49 hari dalam kondisi tertentu. Dengan catatan, penggunaan listrik dibatasi pada perangkat dasar, tanpa AC, dan dilakukan secara disiplin. Bagi anak kos, strategi ini menjadi solusi realistis untuk menekan biaya listrik tanpa mengurangi kebutuhan utama.

Berita Terkait

Samsung Galaxy W27 Resmi Meluncur, HP Lipat Kamera 200 MP Harga Rp50 Jutaan
Laptop HP Pavilion untuk Pelajar dan Pekerja, Cek RAM, SSD, dan Prosesornya
ASUS ROG Phone 6 Masih Menarik untuk Gaming, Ini Spesifikasi dan Harganya
Pemerintah Bidik Internet 100 Mbps di Bawah Rp200 Ribu, Kapan Bisa Dinikmati?
AI Diprediksi Ciptakan 170 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2030, Ini Tantangannya
POCO X8 dan C95 Pro Resmi di Indonesia, Baterai 8.340 mAh dan Harga Mulai Rp3 Jutaan
MacBook Pro Layar Sentuh Resmi Meluncur, Harga Tertinggi Tembus Rp230 Juta
Kacamata Pintar XReal Aura Tawarkan Netflix hingga Game XR, Harganya Tembus Rp27 Juta
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 02:00 WIB

Samsung Galaxy W27 Resmi Meluncur, HP Lipat Kamera 200 MP Harga Rp50 Jutaan

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Laptop HP Pavilion untuk Pelajar dan Pekerja, Cek RAM, SSD, dan Prosesornya

Minggu, 1 November 2026 - 16:00 WIB

ASUS ROG Phone 6 Masih Menarik untuk Gaming, Ini Spesifikasi dan Harganya

Minggu, 1 November 2026 - 06:08 WIB

Pemerintah Bidik Internet 100 Mbps di Bawah Rp200 Ribu, Kapan Bisa Dinikmati?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:00 WIB

AI Diprediksi Ciptakan 170 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2030, Ini Tantangannya

Berita Terbaru