Waka BGN Buka Suara soal Motor Listrik MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, buka suara terkait polemik pengadaan motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi sorotan publik.

Menurut Agustina, seluruh barang yang telah dibeli menggunakan anggaran negara harus tetap dimanfaatkan secara optimal, termasuk motor listrik dan perangkat pendukung lainnya yang sudah diadakan pada tahun 2025.

“Iya, poinnya sebenarnya semua yang sudah dibelanjakan di 2025, termasuk IT, kami inginnya dimaksimalkan,” kata Agustina di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).


BGN Akan Sisir Anggaran 2026

Agustina menjelaskan BGN saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran, termasuk menyisir pos belanja yang dianggap memiliki output serupa dengan pengadaan sebelumnya.

Menurutnya, pengadaan yang telah dilakukan pada 2025 tidak akan kembali dianggarkan pada tahun berikutnya apabila masih dapat dimanfaatkan.

“Yang bunyinya dan output-nya kurang lebih sama dengan tahun 2025, kami bilang tidak ada lagi di 2026,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah pengadaan seperti:

  • motor listrik,
  • laptop,
  • perangkat Internet of Things (IoT),
  • CCTV,
  • serta perlengkapan pendukung lainnya.
Baca Juga :  Asing Kembali Masuk, Net Buy US$203,5 Juta Dongkrak Bursa RI

BGN menilai barang-barang tersebut masih dapat digunakan sehingga tidak perlu dilakukan pembelian ulang.


Pengadaan Jadi Sorotan

Polemik pengadaan motor listrik sebelumnya menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya mark up dalam proyek pengadaan untuk mendukung operasional program MBG.

Kasus tersebut kini tengah didalami oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, menyatakan seluruh pengadaan di lingkungan BGN akan diteliti secara menyeluruh.

“Semua pengadaan kita lagi teliti dan bekerja sama dengan BPKP,” kata Febrie.


Kejagung Fokus Kawal Program MBG

Kejagung menegaskan pendalaman tidak hanya terbatas pada pengadaan motor listrik, tetapi juga seluruh proses pengadaan yang berkaitan dengan program MBG.

Menurut Febrie, tujuan utama pemerintah tetap memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai target awal untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

“Kita ingin program ini benar-benar untuk anak-anak agar mereka mendapat asupan bergizi dan pembelajaran lebih baik,” ujarnya.


BGN Tegaskan Fokus pada Efisiensi

Di tengah evaluasi yang berlangsung, BGN menegaskan fokus utama saat ini adalah efisiensi penggunaan anggaran negara.

Baca Juga :  95 Persen Klaim JHT Bebas Pajak, Kemenkeu Jelaskan Aturan PPh Dana Hari Tua

Agustina mengatakan pihaknya ingin memastikan seluruh aset yang sudah dibeli dapat digunakan secara maksimal sebelum melakukan pengadaan baru.

“Karena uang negara sudah keluar, maka harus dimaksimalkan pemanfaatannya,” katanya.

Langkah evaluasi tersebut juga disebut menjadi bagian dari upaya perbaikan tata kelola program MBG ke depan.


FAQ

Apa itu program MBG?

MBG adalah Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah.

Mengapa pengadaan motor listrik disorot?

Pengadaan motor listrik menjadi perhatian setelah muncul dugaan mark up anggaran dalam proyek tersebut.

Siapa yang menyelidiki pengadaan di BGN?

Kejaksaan Agung bersama BPKP sedang melakukan pendalaman terhadap seluruh pengadaan di BGN.

Apakah motor listrik tetap digunakan?

BGN menyatakan aset yang sudah dibeli tetap akan dimanfaatkan secara maksimal.

Apa langkah BGN selanjutnya?

BGN akan melakukan penyisiran anggaran 2026 dan menghindari pengadaan dengan output yang sama seperti tahun sebelumnya.

Berita Terkait

Kinerja Telkom 2026 Menguat, Laba Bersih Normalisasi Tembus Rp16,5 Triliun
Cadangan Minyak Indonesia Ditargetkan 60 Hari, Pemerintah Butuh Rp70 Triliun
Mantan Menlu Singapura Tambah Kepemilikan Saham Wilmar di Tengah Tekanan Pasar
Pemerintah Targetkan Produktivitas Sawit Naik Dua Kali Lipat Jadi 4 Ton per Hektare
Saham Toyota Jadi Sorotan, Laba Naik dan Strategi Hybrid Makin Kuat
Jadwal Pencairan PKH Tahap 4 Tahun 2026, Anak SD hingga Lansia Dapat Berapa?
Utang Pemerintah Terbaru Tembus Rp10.326 Triliun, Rasio terhadap PDB Turun Jadi 40,3%
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.095 per Dolar AS Hari Ini, 6 November 2026
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 02:00 WIB

Kinerja Telkom 2026 Menguat, Laba Bersih Normalisasi Tembus Rp16,5 Triliun

Minggu, 8 November 2026 - 23:00 WIB

Cadangan Minyak Indonesia Ditargetkan 60 Hari, Pemerintah Butuh Rp70 Triliun

Minggu, 8 November 2026 - 20:07 WIB

Mantan Menlu Singapura Tambah Kepemilikan Saham Wilmar di Tengah Tekanan Pasar

Minggu, 8 November 2026 - 02:05 WIB

Pemerintah Targetkan Produktivitas Sawit Naik Dua Kali Lipat Jadi 4 Ton per Hektare

Sabtu, 7 November 2026 - 08:00 WIB

Saham Toyota Jadi Sorotan, Laba Naik dan Strategi Hybrid Makin Kuat

Berita Terbaru