Waspada Hantavirus di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN – Kasus Hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah temuan kasus di Indonesia dan laporan terkait pengawasan kesehatan yang diperketat oleh pemerintah. Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan situasi di Indonesia saat ini masih dalam kondisi terkendali dan belum menunjukkan pola penyebaran seperti pandemi.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus kepada manusia. Penularan terjadi melalui paparan urine, kotoran, air liur, atau partikel debu yang telah terkontaminasi virus.

Masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan meminimalkan kontak dengan hewan pengerat.

Penularan Hantavirus Bukan Seperti Covid-19

Secara umum, Hantavirus berbeda dengan virus pernapasan seperti Covid-19. Sebagian besar jenis Hantavirus tidak menyebar dengan mudah dari manusia ke manusia.

Pada kebanyakan kasus, seseorang terpapar setelah menghirup partikel udara yang terkontaminasi kotoran atau urine tikus yang mengering dan bercampur debu.

Baca Juga :  Eks Gubernur Bengkulu Masuk DPO Polda Metro Jaya Kasus Cek Kosong

Beberapa aktivitas yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi meliputi:

  • Membersihkan gudang lama yang tertutup
  • Menyapu area yang terdapat kotoran tikus
  • Bekerja di area pertanian atau perkebunan
  • Membersihkan saluran air atau tempat penyimpanan barang
  • Aktivitas luar ruangan seperti berkemah

Pekerja kebersihan, petani, petugas pengendali hama, serta orang yang sering berinteraksi dengan lingkungan yang berpotensi menjadi sarang tikus termasuk kelompok yang perlu lebih waspada.

Gejala Awal Hantavirus Sering Menyerupai Flu

Gejala awal Hantavirus sering kali menyerupai penyakit umum sehingga dapat sulit dikenali pada tahap awal.

Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Tubuh lemas
  • Mual dan muntah
  • Diare

Dalam kondisi yang lebih berat, penyakit dapat berkembang menjadi gangguan pada paru-paru maupun ginjal.

Secara medis terdapat dua komplikasi utama yang sering dikaitkan dengan Hantavirus, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang memengaruhi fungsi ginjal.

Baca Juga :  WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang

Kemenkes Catat Puluhan Kasus

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan Indonesia mencatat puluhan kasus Hantavirus dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian pasien berhasil sembuh setelah mendapatkan penanganan medis, sementara beberapa kasus lainnya dilaporkan meninggal dunia.

Pemerintah juga terus memperkuat sistem surveilans kesehatan serta pemantauan terhadap kasus yang berpotensi menimbulkan risiko penyebaran lebih luas.

Cara Mencegah Hantavirus

Pencegahan menjadi langkah paling penting untuk mengurangi risiko infeksi Hantavirus. Beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:

  • Menjaga rumah dan lingkungan tetap bersih
  • Menutup celah masuk tikus
  • Menyimpan makanan di tempat tertutup
  • Menggunakan sarung tangan saat membersihkan kotoran tikus
  • Menggunakan cairan disinfektan saat membersihkan area terkontaminasi
  • Mencuci tangan setelah kontak dengan area berisiko

Pemerintah mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang disertai riwayat paparan lingkungan dengan risiko tinggi.

Berita Terkait

Empat Jenderal Raih Pangkat Komjen, Kapolri Naikkan Pangkat 87 Perwira Tinggi
Hibahkan Tanah Meikarta ke Negara, Ini Profil Lengkap Konglomerat Mochtar Riady
Logo Resmi HUT Ke-81 RI 2026 Diumumkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Jadi Pemenang
Profil Gabriel Mutombo, Bek Asal Prancis yang Resmi Bergabung dengan Persib Bandung
Strawberry Moon 30 Juni 2026 Hiasi Langit Indonesia, Ini Waktu Terbaik untuk Melihatnya
Tim Kuasa Hukum Roy Suryo Gugat Keabsahan Penangkapan di Sidang Praperadilan
Medical Check-Up Tahunan, Berapa Biayanya dan Apa Saja Manfaatnya?
Inflasi Medis 2026 Naik, Mengapa Premi Asuransi Kesehatan Ikut Mahal?
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:05 WIB

Empat Jenderal Raih Pangkat Komjen, Kapolri Naikkan Pangkat 87 Perwira Tinggi

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:00 WIB

Hibahkan Tanah Meikarta ke Negara, Ini Profil Lengkap Konglomerat Mochtar Riady

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:06 WIB

Logo Resmi HUT Ke-81 RI 2026 Diumumkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Jadi Pemenang

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:01 WIB

Profil Gabriel Mutombo, Bek Asal Prancis yang Resmi Bergabung dengan Persib Bandung

Selasa, 30 Juni 2026 - 02:00 WIB

Strawberry Moon 30 Juni 2026 Hiasi Langit Indonesia, Ini Waktu Terbaik untuk Melihatnya

Berita Terbaru