SELEBRITI – Film Dilan ITB 1997 kembali menjadi perbincangan publik setelah tayang dan mendapat beragam respons dari penonton maupun kritikus film. Salah satu sorotan datang dari ulasan CNN Indonesia yang menilai penampilan Ariel NOAH sebagai Dilan memiliki kekuatan karakter yang kuat, namun dinilai kurang meyakinkan dari sisi usia.
Film garapan Pidi Baiq dan Fajar Bustomi tersebut menghadirkan kisah Dilan saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada era 1997 menjelang runtuhnya Orde Baru.
Dalam ulasan yang dipublikasikan CNN Indonesia, Ariel disebut mampu menghadirkan nuansa Dilan versi novel secara lebih natural dibanding versi film sebelumnya. Logat Sunda khas Bandung, gaya bicara santai, humor, hingga karakter lembut saat berbicara dengan Ancika dinilai terasa mengalir dan autentik.
“Ada cengkok, logat, humor, dan kosakata Sunda khas Bandung yang keluar dari lidah Ariel dengan sangat natural ketika membawakan Dilan,” tulis CNN Indonesia dalam ulasannya.
Namun demikian, faktor usia menjadi catatan terbesar dalam film tersebut. Ariel yang kini telah berstatus ayah dinilai kurang cocok memerankan mahasiswa tingkat akhir berusia awal 20-an. Tim tata rias disebut telah berusaha maksimal, tetapi kesan usia matang Ariel tetap terlihat di sejumlah adegan.
Selain Ariel, dua pemeran lain yakni Niken Anjani sebagai Ancika dan Raline Shah sebagai Milea juga dinilai terlalu senior untuk memerankan karakter muda.
Meski begitu, kekuatan naskah tetap menjadi nilai jual utama film ini. Kolaborasi antara Pidi Baiq bersama Adhitya Mulya dan Ninit Yunita dinilai berhasil menghadirkan kisah romantis yang ringan dan khas dunia Dilan.
Film ini juga disebut berhasil membangun atmosfer Bandung tahun 1997 melalui desain produksi, penataan artistik, hingga detail-detail suasana kampus dan kehidupan anak muda era tersebut.
Di sisi lain, keputusan untuk tidak terlalu banyak memasukkan isu politik menjelang reformasi 1998 dianggap tepat karena menjaga fokus cerita tetap berada pada drama romantis Dilan dan Ancika.
Musik juga menjadi salah satu elemen penting dalam film ini. Lagu “Ancika” yang ditulis Ariel NOAH disebut menyatu dengan suasana cerita dan memperkuat emosi dalam film.
Secara keseluruhan, Dilan ITB 1997 dinilai tetap mampu menghadirkan nostalgia bagi penggemar dunia Dilan, meski menuai perdebatan terkait pemilihan pemeran utama.









