Kondisi Kian Memburuk, Rahman Butuh Donasi untuk Oksigen Harian

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI — Di Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, sebuah keluarga sedang menghadapi ujian berat. Rahman, warga setempat yang hampir setahun berjuang melawan penyakit paru kronis.

Kini hanya terbaring lemah dan hanya bisa bernapas dengan bantuan oksigen. Kondisinya kian memburuk, sementara biaya pengobatan terus meningkat tanpa henti.

Selama 11 bulan terakhir, tubuh Rahman mengalami penurunan drastis. Tenaganya hampir habis dan untuk duduk pun ia memerlukan bantuan.

Setiap hari, ia membutuhkan hingga empat tabung oksigen seharga Rp60.000–Rp100.000 per tabung. Jumlah yang mustahil ditahan, namun kemampuan ekonomi keluarga sudah berada di titik kritis.

Istrinya, Sri Dewi Harni, menuturkan bahwa mereka telah menjual hampir seluruh harta yang dimiliki demi mempertahankan pengobatan suaminya. Ladang, alat pertanian, hingga dua sepeda motor sudah dilepas satu per satu.

Baca Juga :  Silaturahmi HKBP ke Rumah Dinas Gubernur, Al Haris: Kerukunan adalah Prioritas

Motor terakhir, yang awalnya masih menjadi tumpuan aktivitas keluarga, akhirnya ikut terjual demi oksigen dan obat-obatan.

“Kami sudah menjual semua yang bisa dijual. Sekarang kami hanya berharap ada bantuan agar suami saya bisa terus berobat,” ujarnya dengan suara yang nyaris pecah menahan tangis.

Warga Mulai Bergerak, Harapan Terakhir pada Uluran Tangan Dermawan

Tetangga dan warga sekitar memahami beratnya perjuangan keluarga ini, namun kondisi ekonomi desa juga terbatas. Karena itu, keluarga membuka donasi sebagai upaya terakhir untuk memastikan Rahman tetap mendapatkan oksigen dan perawatan medis yang sangat ia butuhkan.

Baca Juga :  Hesti Haris Kenalkan Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur’an

Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui:

Bank BRI
0117-01-031768-53-7
A.n: Sri Dewi Harni

Atau melalui Dinas Sosial Kabupaten Kerinci lewat Monadi Murison, serta bisa langsung mendatangi rumah keluarga di Larik Mudik, Desa Tanjung Pauh Mudik.

Keluarga berharap setiap bantuan — sekecil apa pun — dapat memperpanjang ikhtiar Rahman untuk bertahan. Dukungan dari masyarakat bukan hanya meringankan biaya, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi keluarga yang kini tengah berada di titik paling sulit dalam hidup mereka.(ded)

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Wagub Sani Dorong Kerinci Jadi Beranda Budaya Jambi
Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan, Kenali Sebelum Terlambat
Medicare 2027 Changes: Premiums, Drug Costs and Open Enrollment Deadlines Explained
Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma
Polda Jambi Selidiki Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci
Daftar Proyek Jalan Kerinci 2026: Ada Paket Rp8,5 Miliar hingga Rp450 Juta
BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Sungai Penuh dan Kerinci Tak Masuk Daftar Bantuan Karhutla Rp85 Miliar, Dedi Dora: Kita Hanya Menikmati Asapnya
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:52 WIB

Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Wagub Sani Dorong Kerinci Jadi Beranda Budaya Jambi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan, Kenali Sebelum Terlambat

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Medicare 2027 Changes: Premiums, Drug Costs and Open Enrollment Deadlines Explained

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Asap Karhutla Ancam Kecerdasan Anak, Dokter Ungkap Risiko Gangguan Otak hingga Trauma

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Polda Jambi Selidiki Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci

Berita Terbaru