KERINCI — Pemerintah Kabupaten Kerinci menganggarkan pembangunan dan penanganan sejumlah ruas jalan melalui paket pekerjaan konstruksi tahun anggaran 2026. Data pada laman pengadaan pemerintah memperlihatkan paket dengan nilai HPS mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Daftar tersebut mencakup sejumlah ruas jalan di berbagai kawasan Kabupaten Kerinci. Beberapa paket juga mencantumkan keterangan APBD Perubahan (APBD-P), sedangkan sebagian lainnya belum memperlihatkan sumber anggaran secara spesifik pada tampilan yang tersedia.
Berdasarkan laman SPSE INAPROC, sejumlah paket berstatus “Pengumuman Pemenang”. Status ini menunjukkan tahapan pengadaan yang tercantum pada laman tersebut.
Berikut daftar paket pekerjaan jalan yang terlihat pada data tersebut.
| No. | Nama paket pekerjaan | HPS |
|---|---|---|
| 1 | Jalan Koto Agung Ujung | Rp900 juta |
| 2 | Jalan Lingkar Sungai Asam | Rp4,1 miliar |
| 3 | Jalan Siulak Gedang–Mukai Tinggi | Rp4,4 miliar |
| 4 | Jalan Koto Lebuh Tinggi–Air Terjun (APBD-P) | Rp1,3 miliar |
| 5 | Jalan Sungai Tanduk–Danau Tinggi (APBD-P) | Rp2 miliar |
| 6 | Jalan Sungai Hangat–Pulau Sangkar | Rp6,3 miliar |
| 7 | Jalan M10–Sungai Tanduk | Rp450 juta |
| 8 | Jalan Koto Menanti–Sangir Tengah–Batang Sangir | Rp1,8 miliar |
| 9 | Jalan Kersik Tuo–Sungai Asam (APBD-P) | Rp6,7 miliar |
| 10 | Jalan Kota Rendah Siulak Gedang | Rp1,4 miliar |
| 11 | Jalan R10–Pintu Rimbo (APBD-P) | Rp2,5 miliar |
| 12 | Jalan Sungai Tutung–Pungut Mudik (Lanjutan) | Rp8,5 miliar |
| 13 | Jalan Desa Air Panas–Sungai Sidang (APBD-P) | Rp928,4 juta |
| 14 | Jalan Semerah–Koto Iman | Rp700 juta |
| 15 | Jalan Pulau Sangkar–Jembatan Lubuk Sahab (APBD-P) | Rp1,1 miliar |
Paket dengan HPS terbesar ialah Jalan Sungai Tutung–Pungut Mudik (Lanjutan), senilai Rp8,5 miliar. Selanjutnya, terdapat Jalan Kersik Tuo–Sungai Asam dengan HPS Rp6,7 miliar dan Jalan Sungai Hangat–Pulau Sangkar sebesar Rp6,3 miliar.
Nilai tersebut merupakan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), bukan bukti nilai pembayaran akhir kepada kontraktor. Nilai kontrak dapat berbeda setelah proses pemilihan penyedia. Karena itu, masyarakat perlu membandingkan HPS, penawaran pemenang, kontrak, serta realisasi pekerjaan untuk mengetahui penggunaan anggaran secara lebih utuh.
Pembangunan dan peningkatan jalan memiliki peran penting bagi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju pusat ekonomi dan pelayanan publik. Namun, manfaatnya juga bergantung pada mutu konstruksi, kesesuaian spesifikasi, ketepatan waktu, dan pemeliharaan setelah pekerjaan selesai.
Transparansi pengadaan menjadi bagian penting dari pengawasan publik. Pemerintah daerah, penyedia jasa, dan pihak pengawas perlu memastikan setiap paket berjalan sesuai kontrak serta memenuhi standar teknis. Informasi mengenai nama pemenang, nilai kontrak, masa pelaksanaan, dan progres fisik akan membantu masyarakat menilai hasil pembangunan secara objektif. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









