Sungaipenuh-Di balik pertemuan resmi antara Wali Kota Alfin dan Komisi V DPR RI, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan daerah kecil yang ingin tumbuh lebih cepat. Sungai Penuh bukan sekadar kota di dataran tinggi, tetapi wilayah dengan potensi besar yang masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur.
Dalam kunjungan kerja yang turut dihadiri Edi Purwanto, Alfin tidak hanya menyampaikan data, tetapi juga realita yang dirasakan langsung masyarakat. Jalan yang belum optimal, akses antarwilayah yang belum maksimal, hingga sistem irigasi yang perlu ditingkatkan menjadi bagian dari gambaran yang ia bawa ke hadapan pemerintah pusat.
Bagi warga Sungai Penuh, infrastruktur bukan sekadar proyek pembangunan. Jalan yang baik berarti akses lebih cepat ke pasar, distribusi hasil pertanian yang lebih lancar, dan peluang ekonomi yang lebih terbuka. Begitu pula dengan irigasi, yang menjadi penopang utama sektor pertanian masyarakat.
Alfin memahami bahwa tanpa dukungan anggaran dari pusat, percepatan pembangunan akan sulit tercapai. Oleh karena itu, ia memanfaatkan momentum kunjungan DPR RI untuk menyampaikan langsung kebutuhan prioritas daerahnya.
Ia menyoroti tiga fokus utama: peningkatan kualitas jalan dan jembatan, optimalisasi jaringan irigasi, serta pengembangan pasar tradisional. Ketiganya dinilai sebagai fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Di sisi lain, anggota DPR RI, Edi Purwanto, merespons dengan sikap terbuka. Ia menyatakan bahwa setiap aspirasi akan ditelaah lebih lanjut, dengan catatan pemerintah daerah perlu menyiapkan proposal yang matang agar proses pengajuan bisa berjalan efektif.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, namun sarat makna. Hadir pula Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, pimpinan DPRD, hingga jajaran perangkat daerah yang turut memperkuat pesan bahwa pembangunan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Cerita ini bukan hanya tentang kunjungan kerja, melainkan tentang harapan sebuah daerah untuk berkembang lebih cepat. Sungai Penuh sedang menunggu langkah nyata—dan kini, bola ada di tangan pemerintah pusat.(fyo)









