JAMBI – Al Haris menghadiri kegiatan bedah buku berjudul Babad Alas: Ruang Refleksi dari Cerita Kepemimpinan Selama 10 Tahun di Kota Bogor karya Bima Arya Sugiarto. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Kampus Universitas Jambi, Mendalo, Rabu (15/04/2026).
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat daerah dan akademisi, di antaranya Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, serta Rektor Universitas Jambi Helmi. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama mahasiswa.
Refleksi Kepemimpinan: Tantangan Nyata Setelah Terpilih
Dalam pemaparannya, Bima Arya menjelaskan bahwa perjalanan menuju jabatan publik bukanlah hal mudah. Namun, menurutnya, tantangan terbesar justru muncul setelah seseorang dipercaya memimpin.
“Beratnya kampanye tidak seujung kuku dibandingkan menjalankan pemerintahan. Saat memimpin, kita dihadapkan pada dinamika yang tidak selalu terlihat,” ungkapnya.
Ia mengisahkan pengalaman selama menjabat Wali Kota Bogor selama dua periode (2014–2024), termasuk menghadapi tekanan birokrasi, kepentingan politik, hingga dinamika sosial masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan tidak cukup hanya bermodal keberanian, tetapi juga membutuhkan nilai, strategi, serta konsistensi antara pikiran, ucapan, dan tindakan.
Pengaruh Tokoh Intelektual dalam Kepemimpinan
Dalam buku setebal 184 halaman tersebut, Bima Arya juga mengungkap pengaruh pemikiran sejumlah tokoh intelektual Indonesia, seperti Arief Budiman dan Soe Hok Gie.
Nilai-nilai seperti inklusivitas, keadilan sosial, dan keberpihakan kepada kelompok minoritas menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan publik selama masa kepemimpinannya.
Al Haris: Buku Ini Penting untuk Generasi Muda
Usai mengikuti kegiatan, Gubernur Al Haris menilai buku Babad Alas memiliki nilai edukatif tinggi, khususnya bagi generasi muda.
Menurutnya, buku tersebut tidak hanya menampilkan keberhasilan, tetapi juga mengungkap kegagalan dan proses pembelajaran seorang pemimpin.
“Buku ini sangat penting bagi generasi muda sebagai referensi dalam menentukan arah hidup. Tidak hanya berisi kesuksesan, tetapi juga pengalaman jatuh bangun,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perjalanan Bima Arya yang berasal dari latar belakang akademisi sebelum terjun ke dunia politik, hingga akhirnya menjabat sebagai kepala daerah dan kini Wakil Menteri Dalam Negeri.
Motivasi untuk Generasi Penerus Bangsa
Al Haris mengajak generasi muda untuk menjadikan kisah dalam buku tersebut sebagai inspirasi dalam membangun masa depan.
Ia menekankan pentingnya mengisi waktu dengan kegiatan positif serta belajar dari pengalaman tokoh-tokoh inspiratif.
“Generasi muda harus memiliki arah dan tujuan. Buku biografi seperti ini bisa menjadi cermin agar tidak salah langkah,” tambahnya.
Forum Akademik dan Literasi Kepemimpinan
Kegiatan bedah buku ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kepemimpinan di kalangan mahasiswa dan masyarakat akademik.
Diskusi yang berlangsung terbuka memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung pengalaman praktis seorang pemimpin dalam menghadapi tantangan nyata di lapangan.









