SUNGAIPENUH — Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal. Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, membuka secara resmi Seminar Buku Muatan Lokal Budaya Daerah untuk jenjang SD dan SMP yang berlangsung di Grand Hotel Kerinci, Selasa (11/11).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkot dalam memastikan nilai-nilai budaya, sejarah, serta tradisi khas Kota Sungai Penuh tersampaikan secara tepat dan menarik melalui buku ajar yang digunakan di sekolah-sekolah.
Dalam sambutannya, Wawako Azhar Hamzah memberikan apresiasi kepada tim penyusun, pendidik, dan semua pihak yang terlibat dalam penyusunan buku muatan lokal. Ia menegaskan bahwa pendidikan berbasis budaya merupakan pijakan penting bagi pembentukan karakter generasi muda.
“Budaya adalah identitas. Ketika muatan lokal diintegrasikan ke dalam pembelajaran, kita tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membangun rasa memiliki, cinta daerah, dan jati diri anak-anak Sungai Penuh,” ujar Azhar Hamzah.
Menurutnya, penguatan karakter berbasis budaya lokal sangat penting agar generasi muda tidak kehilangan akar di tengah derasnya arus globalisasi.
Seminar ini dihadiri kepala sekolah, guru, serta para penyusun buku muatan lokal dari berbagai jenjang pendidikan. Para peserta diberi ruang untuk berdiskusi, memberikan masukan, serta menyempurnakan isi buku sebelum diterapkan di seluruh sekolah Kota Sungai Penuh.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk memastikan materi pembelajaran muatan lokal sesuai dengan kebutuhan zaman namun tetap berpijak pada nilai-nilai budaya daerah.
Komitmen Pelestarian Budaya Lewat Dunia Pendidikan
Pemkot Sungai Penuh menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seni atau upacara adat, tetapi juga melalui pendidikan formal. Melalui buku muatan lokal, nilai-nilai kearifan lokal dapat diwariskan secara sistematis kepada generasi muda.
“Melestarikan budaya berarti menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat karakter bangsa. Pendidikan adalah ruang paling strategis untuk itu,” tegas Azhar.(ded)
Editor : Dedi Dora









