SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan bahwa penertiban dan penataan Pasar Tanjung Bajure dilakukan semata-mata untuk kepentingan bersama, baik pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin SH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya menciptakan suasana pasar yang lebih aman, nyaman, dan tertib.
“Penataan ini bukan untuk merugikan pedagang, justru sebaliknya. Kita ingin menghadirkan pasar yang lebih layak, bersih, dan nyaman sehingga aktivitas jual beli bisa berjalan lebih baik,” ujar Alfin.
Kondisi Pasar yang Perlu Pembenahan
Selama puluhan tahun, aktivitas di Pasar Tanjung Bajure berlangsung tanpa perubahan signifikan. Banyak pedagang yang berjualan di badan jalan, menyebabkan akses menjadi sempit dan kurang nyaman bagi pembeli.
Selain itu, kondisi jalan yang becek saat hujan serta tumpukan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap turut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Situasi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menghambat pertumbuhan aktivitas ekonomi di pasar tradisional tersebut.
Penataan untuk Kenyamanan dan Keamanan Bersama
Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menegaskan bahwa penertiban dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan persuasif.
“Kami memahami ada kekhawatiran dari sebagian pedagang. Namun, perlu dipahami bahwa tujuan utama penataan ini adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak, baik pedagang maupun pembeli,” kata Azhar.
Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menyiapkan solusi dengan memanfaatkan bangunan pasar yang sudah tersedia agar pedagang tetap bisa berjualan dengan lebih tertib.
Dorong Peningkatan Transaksi dan Kunjungan
Penataan pasar diyakini akan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan kondisi pasar yang lebih rapi, bersih, dan mudah diakses, minat masyarakat untuk berbelanja diperkirakan akan meningkat.
“Kalau pasar tertata dengan baik, pengunjung akan lebih nyaman datang. Akses jalan lancar, parkir tertib, tidak berdesakan. Ini tentu akan berdampak pada meningkatnya transaksi pedagang,” lanjut Azhar.
Butuh Dukungan Semua Pihak
Pemerintah Kota Sungai Penuh juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pedagang, untuk bersama-sama mendukung program penataan ini.
Alfin menekankan bahwa keberhasilan penataan pasar sangat bergantung pada kerja sama semua pihak.
“Kami berharap dukungan dari seluruh pedagang dan masyarakat. Ini adalah langkah besar untuk keberlanjutan aktivitas ekonomi yang lebih baik di Kota Sungai Penuh,” tegasnya.
Meski diakui masih ada penolakan dari sebagian pedagang, pemerintah mengajak semua pihak untuk melihat manfaat jangka panjang dari kebijakan tersebut.
“Pada akhirnya, penataan ini murni untuk kepentingan bersama. Kita ingin pasar yang lebih baik, yang bisa dinikmati oleh pedagang dan masyarakat secara luas,” tutup Alfin.
Penulis : Dedi Dora
Editor : Dedi Dora









