Karung-karung plastik berisi pasir tampak berjejer rapi di sepanjang Desa Paling Serumpun, Kecamatan Hamparan Rawang, Sabtu (29/11/2025). Deretan karung ini menjadi penghalang sementara untuk menahan luapan Sungai Batang Merao yang kembali mengancam permukiman warga. Desa Paling Serumpun memang dikenal sebagai salah satu lokasi yang rutin terdampak banjir saat debit sungai meningkat.
Sejak pagi, Walikota Sungai Penuh, Alfin, turun langsung bergotong royong bersama warga. Mereka bekerja menata karung berisi pasir sebagai benteng darurat agar air tidak masuk ke rumah penduduk. Upaya ini menjadi langkah cepat sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah kota.
Melalui akun Facebook resminya, Wako Alfin menggambarkan kondisi terkini di lapangan. Ia menyampaikan bahwa situasi di Desa Paling Serumpun sudah mulai stabil menjelang sore hari. Debit air yang sebelumnya menggenangi area pemukiman kini berangsur surut setelah penanganan awal dilakukan bersama masyarakat.
Alfin menjelaskan bahwa gotong royong warga memberi dampak nyata dalam menahan laju air. Menurutnya, kebersamaan dan respons cepat masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko kerusakan akibat banjir tahunan. Pemerintah Kota Sungai Penuh juga terus memantau kondisi sungai dan kawasan terdampak.
Selain penanganan darurat, Wako Alfin memastikan bahwa normalisasi Sungai Batang Merao akan segera dilakukan. Program ini rencananya dilaksanakan secara bertahap setelah air benar-benar surut untuk menghindari potensi banjir susulan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada warga yang terlibat dalam kegiatan gotong royong tersebut. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terlihat hari ini menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.
Pemerintah Kota Sungai Penuh juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat daerah rawan banjir. Sejumlah titik sepanjang aliran sungai akan mendapatkan penanganan khusus, termasuk pengerukan dan pelebaran jalur aliran air agar debit sungai dapat lebih terkendali saat musim hujan.
Upaya penanganan banjir di Desa Paling Serumpun kini menjadi prioritas jangka pendek dan jangka panjang. Dengan kerja cepat, gotong royong warga, dan rencana normalisasi yang akan segera dimulai, pemerintah berharap kejadian banjir tahunan di kawasan ini dapat diminimalkan secara signifikan.
Penulis : Fanda Yosephta









