The Fed Tahan Suku Bunga, Ini Dampaknya ke Rupiah dan Kredit di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA-Keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuan kembali menjadi sorotan pasar keuangan global.

Langkah tersebut diambil di tengah upaya bank sentral Amerika Serikat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menekan inflasi yang masih menjadi perhatian utama.

Pasar merespons kebijakan ini dengan pergerakan terbatas, namun tetap waspada terhadap arah kebijakan moneter ke depan.

Penahanan suku bunga oleh The Fed memberikan sinyal bahwa otoritas moneter global masih cenderung berhati-hati.

Kondisi ini membuat arus modal global belum sepenuhnya beralih ke aset berisiko. Investor cenderung menunggu kepastian lanjutan sebelum meningkatkan eksposur terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Bagi Indonesia, kebijakan The Fed memiliki pengaruh langsung terhadap nilai tukar rupiah. Saat suku bunga AS bertahan tinggi, daya tarik aset dolar tetap kuat, sehingga potensi tekanan terhadap mata uang negara berkembang masih terbuka.

Baca Juga :  Cara Mengajarkan Anak Mengelola Uang Sesuai Tahap Usia

Namun, stabilitas kebijakan tanpa kenaikan lanjutan memberi ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih terkendali.
Dari sisi perbankan, keputusan ini berdampak pada arah suku bunga kredit domestik.

Bank-bank di Indonesia cenderung menahan penurunan suku bunga kredit karena masih mempertimbangkan biaya dana dan kondisi likuiditas global. Akibatnya, bunga kredit konsumsi dan kredit pemilikan rumah belum mengalami penurunan signifikan.

Sektor dunia usaha juga ikut mencermati perkembangan ini. Biaya pinjaman yang masih relatif tinggi membuat sebagian pelaku usaha menunda ekspansi dan lebih fokus menjaga arus kas.

Kondisi ini berpotensi menahan laju pertumbuhan kredit produktif dalam jangka pendek.

Baca Juga :  IHSG Melemah Tajam, Aksi Jual Asing Semakin Menekan Pasar

Meski demikian, stabilitas kebijakan The Fed memberikan kepastian yang dibutuhkan pasar.

Tanpa adanya kenaikan suku bunga lanjutan, risiko gejolak besar di pasar keuangan dapat ditekan. Hal ini menjadi sentimen positif bagi negara berkembang yang sensitif terhadap perubahan kebijakan global.

Pemerintah dan otoritas moneter dalam negeri tetap memiliki peran penting menjaga stabilitas. Kebijakan fiskal yang terukur serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga keseimbangan nilai tukar menjadi faktor penopang kepercayaan pasar.

Ke depan, arah kebijakan The Fed masih akan bergantung pada data inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS. Bagi Indonesia, menjaga fundamental ekonomi tetap kuat menjadi kunci agar dampak kebijakan global tidak mengganggu stabilitas rupiah dan sektor kredit domestik. (fyo)

Berita Terkait

PT Bank Maybank Indonesia Tbk Raup Laba Bersih Rp1,70 Triliun Sepanjang 2025
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Februari 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp3,283 Juta
Anak Usaha BRI Sumbang Rp10 Triliun Laba
Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra
LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara
Bukan 31 Maret, ASN Harus Lapor SPT Paling Lambat 28 Februari
Harga Emas Antam Naik Lagi Hari Ini, 1 Gram Tembus Rp 2.944.000
BI Catat Kredit Menganggur Tembus Rp 2.506 Triliun di Awal 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:53 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Februari 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp3,283 Juta

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:04 WIB

Anak Usaha BRI Sumbang Rp10 Triliun Laba

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:01 WIB

Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:09 WIB

LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:09 WIB

Bukan 31 Maret, ASN Harus Lapor SPT Paling Lambat 28 Februari

Berita Terbaru

Nasional

Fenomena Blood Moon Akan Terangi Langit Indonesia Awal Maret

Sabtu, 28 Feb 2026 - 03:02 WIB

Teknologi

Layak Ganti? Ini Beda Galaxy S26 Ultra dan S25 Ultra

Jumat, 27 Feb 2026 - 23:30 WIB