Jalan H Bakri dan Jalan Hasmi Muchtar di Kelurahan Dusun Baru kembali menjadi sorotan warga karena kondisinya yang semakin memburuk. Dua ruas jalan ini setiap hari dilalui kendaraan berat, termasuk mobil peti kemas, sehingga kerusakannya kian meluas dan menghambat aktivitas masyarakat.
Warga menilai jalan tersebut layak menjadi prioritas Pemerintah Kota Sungai Penuh karena berfungsi sebagai jalur penghubung antara kota dan provinsi.
Dalam pertemuan reses anggota DPRD daerah pemilihan setempat, masyarakat Dusun Baru menyampaikan aspirasi agar pemerintah meneruskan pembangunan rigit beton di Jalan H Bakri. Mereka meminta pembangunan dilanjutkan dari titik yang sebelumnya sudah dikerjakan oleh PLTA Merangin Hidro. Menurut warga, masih ada sekitar 400 meter jalan yang perlu dirigit, mulai dari Masjid Baitul Amal hingga jembatan Masjid Raya.
Anggota DPRD Sungai Penuh, Adha, menyampaikan bahwa permintaan tersebut muncul hampir di setiap pertemuan dengan warga. Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan yang terus rusak membuat masyarakat semakin khawatir, terutama karena intensitas kendaraan besar yang melintas cukup tinggi. “Warga Dusun Baru menyampaikan aspirasi supaya Jalan H Bakri ini dilakukan rigit beton meneruskan jalan yang sudah dibangun PLTA,” ujar Adha.
Menindaklanjuti itu, Adha mengatakan pihaknya melalui Fraksi PAN akan kembali mendorong pemerintah kota untuk melakukan pengecoran rigit beton. Ia menilai usulan warga sejalan dengan kebutuhan lapangan yang mendesak dan harus segera direspons agar kondisi jalan tidak semakin membahayakan pengguna.
Selain Jalan H Bakri, warga juga meminta perhatian pemerintah terhadap Jalan Sungai Bungkal dan Jalan Hasmi Muchtar di Kelurahan Dusun Baru. Kedua ruas ini mengalami kerusakan parah dan kerap dikeluhkan pengendara karena banyak titik berlubang dan bergelombang. Kondisi tersebut dianggap menghambat mobilitas masyarakat serta berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Menurut Adha, ketiga ruas jalan ini bukan hanya infrastruktur lokal, tetapi juga jalur utama lintasan antarwilayah yang menghubungkan Kota Sungai Penuh dengan daerah lain di Provinsi Jambi. Mobilitas barang dan orang sangat bergantung pada kelayakan jalan tersebut, sehingga perbaikannya dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu segera melakukan penanganan agar kerusakan tidak semakin meluas akibat beban kendaraan besar yang melintas setiap hari. Dengan perbaikan menyeluruh, diharapkan arus transportasi di kawasan tersebut bisa kembali lancar dan aman bagi masyarakat. “Baik itu Jalan H Bakri, Sungai Bungkal, maupun Jalan Hasmi Muchtar, semuanya adalah jalur utama. Kita berharap pemerintah memperbaikinya,” ujarnya. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









