JAKARTA – Saham perusahaan hiburan Korea Selatan Hybe Corporation mengalami penurunan tajam setelah grup musik global BTS menggelar konser comeback mereka. Penurunan ini terjadi di tengah ekspektasi tinggi pasar terhadap kembalinya BTS setelah masa hiatus.
Berdasarkan data perdagangan, saham HYBE pada Senin (23/3/2026) tercatat turun signifikan hingga lebih dari 16 persen ke level sekitar KRW 287.000. Angka ini menjadi posisi terendah dalam beberapa bulan terakhir dan memperpanjang tren pelemahan saham perusahaan dalam beberapa hari terakhir.
Antusiasme Konser Tak Sesuai Ekspektasi
Penurunan harga saham dipicu oleh jumlah penonton konser comeback BTS yang tidak memenuhi target awal. Konser bertajuk BTS THE COMEBACK LIVE | ARIRANG yang digelar di Lapangan Gwanghwamun hanya dihadiri sekitar 104.000 penggemar.
Jumlah tersebut jauh di bawah proyeksi awal yang mencapai sekitar 250.000 penonton. Padahal, konser ini menjadi momen penting karena merupakan penampilan pertama seluruh anggota BTS sejak menjalani wajib militer.
Dalam konser tersebut, para anggota seperti RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook tampil membawakan lagu-lagu terbaru serta hits lama mereka.
Album Baru Tetap Cetak Penjualan Tinggi
Meski jumlah penonton konser di bawah ekspektasi, album terbaru BTS bertajuk “Arirang” justru mencatat pencapaian impresif. Album tersebut dilaporkan terjual hampir 4 juta kopi hanya dalam hari pertama perilisan.
Hal ini menunjukkan bahwa basis penggemar BTS secara global masih sangat kuat, meskipun tidak sepenuhnya tercermin dalam kehadiran fisik di konser.
Faktor Eksternal Turut Menekan
Selain faktor internal, penurunan saham HYBE juga dipengaruhi kondisi pasar global. Indeks saham utama Korea Selatan, KOSPI, tercatat mengalami pelemahan tajam hingga hampir 6 persen pada hari yang sama.
Tekanan juga datang dari nilai tukar won Korea yang melemah ke level terendah dalam lebih dari satu dekade. Kondisi ini memperburuk sentimen investor terhadap saham-saham di sektor hiburan, termasuk HYBE.
Ekspektasi Tinggi Berbalik Jadi Tekanan
Sebelumnya, saham HYBE sempat mengalami penguatan menjelang comeback BTS, didorong oleh optimisme pasar terhadap potensi besar dari tur dunia dan perilisan album baru.
Namun, ketika realisasi di lapangan tidak sesuai ekspektasi—terutama dari sisi jumlah penonton konser—investor langsung melakukan aksi jual yang menyebabkan harga saham anjlok.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ekspektasi tinggi pasar terhadap industri hiburan dapat menjadi pedang bermata dua, terutama ketika realisasi kinerja tidak memenuhi proyeksi.









