Saham Bank dan Nikel Pimpin Penguatan, BBNI hingga BBCA Melonjak Lebih dari 5 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Sejumlah saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penguatan signifikan dalam perdagangan terbaru. Berdasarkan data yang beredar di kalangan investor, saham sektor perbankan dan pertambangan menjadi motor utama kenaikan indeks dengan penguatan mencapai lebih dari 7 persen dalam sehari.

Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi pemimpin kenaikan dengan lonjakan 7,22 persen ke level 5.050 per saham. Penguatan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek industri nikel yang masih menjadi komoditas strategis dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

Di posisi berikutnya, saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) naik 6,99 persen ke level 199. Kenaikan hampir 7 persen tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat beli investor meskipun saham perbankan menengah masih menghadapi tantangan dari sisi likuiditas dan persaingan industri.

Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI turut mencatat performa impresif dengan kenaikan 5,34 persen ke harga 3.750 per saham. Penguatan BBNI menjadi sinyal positif bahwa investor kembali memburu saham-saham perbankan berkapitalisasi besar setelah sempat mengalami tekanan.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina 5 Mei 2026 Naik Lagi, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

Tidak hanya BBNI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menguat 5,06 persen ke level 6.225. Sebagai salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, kenaikan BBCA memberikan kontribusi besar terhadap sentimen positif di pasar saham nasional.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melengkapi daftar penguatan dengan kenaikan 4,76 persen ke posisi 4.400. Penguatan BMRI memperlihatkan bahwa sektor perbankan masih menjadi pilihan utama investor yang mencari fundamental kuat dan kinerja keuangan stabil.

Analis menilai reli saham perbankan dipengaruhi oleh optimisme terhadap pertumbuhan kredit, stabilitas suku bunga, serta ekspektasi peningkatan laba perusahaan pada semester berikutnya. Di sisi lain, saham komoditas seperti INCO mendapat dorongan dari pergerakan harga nikel dunia dan prospek hilirisasi mineral yang terus berkembang.

Kondisi ini membuat investor kembali melirik saham-saham blue chip sebagai instrumen investasi jangka panjang. Namun demikian, pelaku pasar tetap disarankan memperhatikan risiko volatilitas global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta dinamika ekonomi internasional yang dapat memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini Melonjak 1,96%, Saham TOWR hingga WIFI Cetak Cuan Besar, Rupiah Menguat di Tengah Turunnya Harga Minyak

Daftar Saham dengan Kenaikan Tertinggi

Kode Emiten Harga Kenaikan
INCO Vale Indonesia 5.050 7,22%
MAYA Bank Mayapada 199 6,99%
BBNI Bank Negara Indonesia 3.750 5,34%
BBCA Bank Central Asia 6.225 5,06%
BMRI Bank Mandiri 4.400 4,76%

FAQ

Mengapa saham perbankan naik signifikan?

Penguatan dipicu optimisme investor terhadap pertumbuhan kredit, stabilitas ekonomi domestik, dan potensi peningkatan laba emiten perbankan.

Apa yang membuat saham INCO melonjak?

INCO mendapat sentimen positif dari prospek industri nikel dan meningkatnya kebutuhan bahan baku kendaraan listrik.

Apakah saham bank masih menarik untuk investasi?

Saham bank besar seperti BBCA, BBNI, dan BMRI masih dianggap menarik karena memiliki fundamental kuat dan kapitalisasi pasar besar.

Apa risiko yang perlu diperhatikan investor?

Risiko utama berasal dari gejolak ekonomi global, perubahan suku bunga, nilai tukar rupiah, dan fluktuasi harga komoditas.

Saham mana yang mencatat kenaikan tertinggi?

INCO menjadi saham dengan kenaikan tertinggi dalam daftar tersebut, yakni sebesar 7,22 persen. Fyo

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Harga Buyback Emas Antam Terbaru 31 Juli 2026 Naik, Ini Rincian Pajak dan Tabel Lengkapnya
Harga emas Antam Pegadaian hari ini 31 Juli 2026, 1 Gram Rp2,721 Juta
Cara Transfer DANA ke BCA Tanpa Ribet, Simak Langkah, Syarat, dan Biayanya
Superbank Raup Laba Rp182,6 Miliar pada Semester I 2026
IHSG Ditutup Naik 1,56% ke 6.186, Saham TLKM, BBCA, dan BBRI Pimpin Penguatan
Mulai 1 Agustus 2026, Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli Resmi Pungut Pajak Penjual, Ini Mekanismenya
The Fed Tahan Suku Bunga 3,5%-3,75%, Rupiah Rebound pada Perdagangan Hari Ini
Keputusan The Fed Hari Ini dan Dampaknya terhadap Rupiah, Harga Emas, serta Cicilan Kredit
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:22 WIB

Harga Buyback Emas Antam Terbaru 31 Juli 2026 Naik, Ini Rincian Pajak dan Tabel Lengkapnya

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:19 WIB

Harga emas Antam Pegadaian hari ini 31 Juli 2026, 1 Gram Rp2,721 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:06 WIB

Superbank Raup Laba Rp182,6 Miliar pada Semester I 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:37 WIB

IHSG Ditutup Naik 1,56% ke 6.186, Saham TLKM, BBCA, dan BBRI Pimpin Penguatan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:03 WIB

Mulai 1 Agustus 2026, Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli Resmi Pungut Pajak Penjual, Ini Mekanismenya

Berita Terbaru

Teknologi

Agustus 2026 Banjir HP Baru, Ini Daftar Lengkapnya

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

GPU China Lisuan LX 7G100 Resmi Diuji, Harga Rp8,5 Juta

Jumat, 31 Jul 2026 - 08:00 WIB