The Fed Tahan Suku Bunga 3,5%-3,75%, Rupiah Rebound pada Perdagangan Hari Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026. Mata uang Garuda naik tipis ke level Rp18.070 per dolar Amerika Serikat (AS) setelah bank sentral AS atau The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Penguatan rupiah terjadi di tengah respons pasar terhadap hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang sesuai ekspektasi pelaku pasar. Keputusan tersebut mengurangi kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lanjutan sehingga memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain keputusan The Fed, pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global. Harapan terhadap jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran sempat meningkatkan optimisme investor. Namun, ketegangan kembali muncul setelah Iran membantah adanya rencana negosiasi maupun gencatan senjata, sehingga membuat pergerakan pasar tetap fluktuatif.

Dari dalam negeri, sentimen pasar masih dibayangi berbagai faktor domestik. Sejumlah pelaku pasar menilai kondisi ekonomi dan stabilitas pasar keuangan masih menjadi perhatian investor. Faktor tersebut membuat penguatan rupiah diperkirakan berlangsung terbatas meskipun didukung sentimen positif dari kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (29/7/2026), rupiah ditutup menguat di posisi Rp18.073 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) masih bertahan di kisaran 100,91, menandakan dolar tetap berada pada level yang relatif kuat terhadap mata uang utama dunia.

Baca Juga :  Ini Harga dan Spesifikasi Toyota Hiace 2025, Armada Unggulan Angkutan Jarak Jauh di Kerinci dan Sungai Penuh

Analis memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari masih akan bergerak fluktuatif. Kisaran perdagangan diproyeksikan berada pada level Rp18.070 hingga Rp18.130 per dolar AS, mengikuti perkembangan data ekonomi global, arah kebijakan bank sentral, serta dinamika geopolitik internasional.

Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada berbagai indikator ekonomi Amerika Serikat, termasuk inflasi dan data ketenagakerjaan. Data tersebut diperkirakan menjadi acuan utama bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, penguatan rupiah berpotensi memberikan dampak positif terhadap biaya impor dan stabilitas harga barang. Namun, volatilitas pasar global masih tinggi sehingga pelaku ekonomi tetap disarankan mencermati perkembangan ekonomi internasional sebelum mengambil keputusan investasi maupun transaksi valuta asing.

FAQ: Rupiah Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga

1. Berapa kurs rupiah terhadap dolar AS hari ini?
Rupiah dibuka menguat ke level Rp18.070 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026.

2. Mengapa rupiah menguat hari ini?
Penguatan rupiah didorong oleh keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%, sesuai ekspektasi pasar sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset negara berkembang.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini 22 September 2026 Melemah ke Rp17.887, Dolar AS Kembali Jadi Sorotan

3. Apakah The Fed menaikkan suku bunga?
Tidak. Dalam rapat FOMC Juli 2026, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50%-3,75%.

4. Apa dampak keputusan The Fed terhadap rupiah?
Keputusan tersebut mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, sehingga nilai tukar berpeluang menguat meski tetap dipengaruhi sentimen global lainnya.

5. Berapa perkiraan pergerakan rupiah hari ini?
Sejumlah analis memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp18.070 hingga Rp18.130 per dolar AS.

6. Faktor apa saja yang masih memengaruhi pergerakan rupiah?
Selain kebijakan The Fed, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dalam negeri, perkembangan inflasi global, indeks dolar AS (DXY), serta ketegangan geopolitik seperti konflik Amerika Serikat dan Iran.

7. Apakah penguatan rupiah menguntungkan masyarakat?
Ya. Rupiah yang lebih kuat dapat membantu menekan biaya impor, menjaga stabilitas harga barang impor, serta mengurangi beban pelaku usaha yang memiliki kewajiban dalam dolar AS.

8. Apa yang perlu diperhatikan investor setelah keputusan The Fed?
Investor disarankan mencermati data inflasi Amerika Serikat, laporan ketenagakerjaan, kebijakan Bank Indonesia, dan perkembangan geopolitik global karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi arah nilai tukar rupiah selanjutnya. (Tim)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Lebih Untung Beli Emas Antam atau UBS? Ini Perbandingan Harga dan Buyback Terbaru
Harga Emas UBS dan Galeri 24 Hari Ini, Sabtu 7 November 2026: Cek Harga Jual dan Buyback
Harga Emas Antam Hari Ini di Pegadaian 7 November 2026 Naik Lagi, 1 Gram Tembus Rp2.604.000
Harga Emas Antam 7 November 2026: Naik Rp8.000, Simak Daftar Harga Terbaru dari 0,5 hingga 1.000 Gram
Saldo GoPay, OVO, dan ShopeePay Kena PPN? Ini Aturan Pajak E-Wallet 2026
Harga Emas Antam Terbaru: 1 Gram Rp2,57 Juta, Simak Daftar Lengkap hingga 1.000 Gram
Harga Emas Antam di Logam Mulia Hari Ini 5 November 2026: 1 Gram Rp2,557 Juta, Cek Daftar Lengkapnya
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 5 November 2026: Antam 1 Gram Rp2,59 Juta, Cek UBS dan Galeri 24
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:00 WIB

Lebih Untung Beli Emas Antam atau UBS? Ini Perbandingan Harga dan Buyback Terbaru

Sabtu, 7 November 2026 - 12:10 WIB

Harga Emas UBS dan Galeri 24 Hari Ini, Sabtu 7 November 2026: Cek Harga Jual dan Buyback

Sabtu, 7 November 2026 - 09:19 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini di Pegadaian 7 November 2026 Naik Lagi, 1 Gram Tembus Rp2.604.000

Sabtu, 7 November 2026 - 07:43 WIB

Harga Emas Antam 7 November 2026: Naik Rp8.000, Simak Daftar Harga Terbaru dari 0,5 hingga 1.000 Gram

Sabtu, 7 November 2026 - 07:01 WIB

Saldo GoPay, OVO, dan ShopeePay Kena PPN? Ini Aturan Pajak E-Wallet 2026

Berita Terbaru