Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan menutup perdagangan Kamis (25/6/2026) di zona hijau. Indeks melonjak 115,16 poin atau 1,96 persen ke posisi 5.999,04. Penguatan ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya.
Data perdagangan menunjukkan minat beli investor kembali meningkat. Nilai transaksi mencapai Rp13,63 triliun dengan volume 20,9 miliar saham dan frekuensi perdagangan sekitar 1,66 juta kali. Sebanyak 562 saham menguat, 148 saham melemah, sedangkan 249 saham bergerak stagnan.
Saham sektor infrastruktur dan telekomunikasi menjadi motor utama penguatan. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik 7,14 persen menjadi Rp390. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi perhatian pelaku pasar setelah melonjak sekitar 41 persen ke Rp1.655. Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), serta PT Astra International Tbk (ASII) juga mencatat kenaikan signifikan.
Sebaliknya, saham berbasis komoditas masih mengalami tekanan. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ditutup melemah seiring perubahan sentimen terhadap harga komoditas global.
Analis menilai turunnya harga minyak Brent hingga mendekati 70 dolar AS per barel menjadi katalis utama penguatan pasar. Harga minyak yang lebih rendah diperkirakan mampu mengurangi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, menjaga inflasi tetap terkendali, serta memperkuat daya beli masyarakat. Kondisi tersebut meningkatkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Dukungan lain datang dari penguatan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda ditutup menguat sekitar 0,05 persen ke level Rp17.943 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan dolar AS di pasar global turut memberikan ruang bagi aset berisiko, termasuk saham-saham di Bursa Efek Indonesia.
Pelaku pasar juga mencermati langkah pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, termasuk rencana efisiensi anggaran negara. Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia.
Meski IHSG mencatat rebound yang kuat, analis memperkirakan pergerakan indeks pada perdagangan berikutnya masih berpotensi bergerak terbatas. Investor disarankan tetap memperhatikan perkembangan harga minyak dunia, pergerakan rupiah, laporan ekonomi global, serta kebijakan Federal Reserve sebelum mengambil keputusan investasi.
FAQ
Apakah IHSG hari ini naik?
Ya. IHSG ditutup naik 1,96 persen ke level 5.999,04.
Saham apa yang paling menguat hari ini?
TOWR, WIFI, JPFA, MDKA, dan ASII menjadi saham dengan penguatan terbesar di kelompok saham unggulan.
Mengapa IHSG menguat?
Penguatan dipicu oleh turunnya harga minyak dunia, menguatnya rupiah, dan meningkatnya optimisme terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Bagaimana pergerakan rupiah hari ini?
Rupiah menguat sekitar 0,05 persen ke level Rp17.943 per dolar AS.
Apakah saat ini waktu yang tepat untuk investasi saham?
Keputusan investasi harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Investor sebaiknya memperhatikan analisis fundamental, kondisi ekonomi global, dan perkembangan pasar sebelum bertransaksi. (Tim)









