Rupiah Hari Ini 7 April 2026 Melemah ke Rp17.078 per Dolar AS, Tertekan Isu Fiskal dan Geopolitik Global

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tekanan pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp17.078 per dolar AS, memperpanjang tren pelemahan di tengah sentimen domestik dan global yang masih belum kondusif.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp17.035 per dolar AS atau turun sekitar 0,32%. Pelemahan ini terjadi meskipun indeks dolar AS justru mengalami penurunan tipis, menandakan tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi faktor internal.

Sejumlah analis menilai kondisi fiskal Indonesia menjadi sorotan utama pasar. Kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit anggaran semakin menguat, terutama akibat lonjakan harga minyak dunia yang berdampak langsung pada beban subsidi energi pemerintah.

Baca Juga :  Desain Baru dan Teknologi Meningkat, Innova Crysta 2026 Siap Hadir di Indonesia

Kebijakan penahanan harga BBM oleh pemerintah dinilai menjadi faktor tambahan yang menekan kepercayaan investor. Pasar melihat risiko fiskal meningkat jika subsidi terus membengkak tanpa penyesuaian harga.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik global juga turut memperparah tekanan. Isu potensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman dengan mengalihkan dana ke aset safe haven seperti dolar AS.

Fenomena ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, menjadi kurang diminati dalam jangka pendek. Investor global memilih menunggu kepastian arah kebijakan dan perkembangan konflik sebelum kembali masuk ke pasar emerging market.

Baca Juga :  Kebijakan Baru Pemerintah: ASN WFH Setiap Jumat, Strategi Hemat Energi di Tengah Harga Minyak Naik

Menariknya, di tengah pelemahan rupiah, mayoritas mata uang Asia justru menguat terhadap dolar AS. Hal ini menunjukkan tekanan rupiah bersifat lebih spesifik terhadap kondisi domestik dibandingkan faktor regional.

Pelaku pasar kini menantikan langkah stabilisasi dari Bank Indonesia untuk meredam volatilitas. Tanpa intervensi signifikan, rupiah diperkirakan masih akan bergerak di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS dalam waktu dekat. (Tim)

Berita Terkait

IHSG Hari Ini Selasa 7 April 2026 Tembus 7.000! Pasar Saham Dibuka Menguat, Investor Mulai Borong Sektor Ini
BBM B50 Resmi Berlaku Juli Tahun Ini
Premi Ringan! Ini 5 Asuransi TLO Terbaik untuk Mobil Anda
Link Resmi Daftar QR Code Pertalite Dan Solar 2026, Wajib Tahu Sebelum Isi BBM Subsidi!
Syarat Subsidi MyPertamina 2026 Resmi: Batas 50 Liter, Ini Daftar Mobil yang Masih Bisa Isi Pertalite
Cara Buat QR Code BBM Subsidi Pertamina Lewat HP, Ini Panduan Lengkap Terbaru 2026
Data Terbaru OJK Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 100 Triliun
Harga BBM Subsidi 2026 Dijamin Tak Naik, Ini Strategi Pemerintah Redam Lonjakan Minyak Dunia
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 10:35 WIB

IHSG Hari Ini Selasa 7 April 2026 Tembus 7.000! Pasar Saham Dibuka Menguat, Investor Mulai Borong Sektor Ini

Selasa, 7 April 2026 - 10:03 WIB

BBM B50 Resmi Berlaku Juli Tahun Ini

Selasa, 7 April 2026 - 09:58 WIB

Rupiah Hari Ini 7 April 2026 Melemah ke Rp17.078 per Dolar AS, Tertekan Isu Fiskal dan Geopolitik Global

Selasa, 7 April 2026 - 05:01 WIB

Link Resmi Daftar QR Code Pertalite Dan Solar 2026, Wajib Tahu Sebelum Isi BBM Subsidi!

Selasa, 7 April 2026 - 03:00 WIB

Syarat Subsidi MyPertamina 2026 Resmi: Batas 50 Liter, Ini Daftar Mobil yang Masih Bisa Isi Pertalite

Berita Terbaru

Ekonomi

BBM B50 Resmi Berlaku Juli Tahun Ini

Selasa, 7 Apr 2026 - 10:03 WIB

Hukum

Jusuf Kalla Tempuh Jalur Hukum terhadap Rismon Sianipar

Selasa, 7 Apr 2026 - 08:08 WIB