RS Swasta Melati Diuntungkan, Krisis Dokter Spesialis Ganggu Layanan RSUD MHAT

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAIPENUH – Pembagian penempatan dokter spesialis antara RSUD Mayjen H.A. Thalib (MHAT) dan RSUD Siulak memunculkan persoalan serius pada layanan kesehatan publik.

Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kini menghadapi krisis dokter spesialis yang berdampak langsung pada pelayanan pasien.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin Bakar dan Bupati Kerinci Monadi dituntut berpikir keras mencari solusi cepat. Minimnya jumlah dokter spesialis membuat sistem pelayanan di rumah sakit pemerintah menjadi rapuh, terutama ketika tidak tersedia dokter pengganti saat jadwal jaga atau cuti.

Penelusuran di RSUD MHAT menunjukkan pelayanan sejumlah poli terganggu akibat hanya tersisa satu dokter spesialis. Kondisi ini menyebabkan tidak adanya pergantian shift, sehingga layanan tidak dapat berjalan normal.

Baca Juga :  Dua Pemimpin..! Satu Semangat Bangun Sakti Alam Kerinci

Seorang petugas RSUD MHAT mengungkapkan, pelayanan bahkan sempat berhenti total selama sekitar dua minggu karena dokter spesialis yang bertugas sedang cuti. “Pelayanan di sini sudah dua minggu tidak ada, karena dokter spesialisnya cuti,” ujarnya.

Sebelumnya, terdapat dua dokter spesialis yang melayani di RSUD MHAT. Namun setelah kebijakan pembagian penempatan, satu dokter dipindahkan ke Kabupaten Kerinci, menyisakan hanya satu dokter aktif di rumah sakit tersebut.

Berbeda dengan rumah sakit pemerintah, kondisi ini justru menguntungkan rumah sakit swasta. RS Melati disebut mengalami peningkatan aktivitas pelayanan karena para dokter spesialis yang sama membuka praktik di sana pada sore hari.

Baca Juga :  Kegesitan Wako Harus Diiringi Kemampuan Pejabat, Hari Ini Pemkot Gelar Job Fit 29 Pejabat Eselon 2

Menariknya, praktik di RS Melati tidak hanya melayani pasien umum, tetapi juga peserta BPJS. Hal ini memicu kekhawatiran terjadinya pergeseran pasien dari rumah sakit pemerintah ke rumah sakit swasta akibat keterbatasan layanan spesialis.

Situasi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Tanpa kebijakan distribusi dokter yang seimbang dan penambahan tenaga spesialis, pelayanan kesehatan publik dikhawatirkan semakin timpang, sementara rumah sakit swasta justru terus diuntungkan oleh kondisi tersebut. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

PR Besar Kadishub Kota Sungai Penuh yang Baru, Mampukah Ledi Seprinal Menuntaskan?
Gaji ASN Naik 2026? Ini Penjelasan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Warga Bandingkan Layanan, Kantor Imigrasi Sudah Ramah Anak, Dukcapil Sungai Penuh Kapan?
Tingkatkan PAD, Sungai Penuh Evaluasi Pajak dan Retribusi Daerah
Kejuaraan Silat Wali Kota Cup Sungai Penuh Tuai Keluhan Atlet Juara
Polres Kerinci Ajak Warga Rayakan Tahun Baru 2026 Tanpa Euforia Berlebihan
Hampir Bayar Puluhan Juta, BPHTB Tanah Hibah di Sungai Penuh Ternyata Bisa Gratis
Ibunda Wawako Sungai Penuh Tutup Usia, Wali Kota Alfin Datang Melayat
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 13:47 WIB

RS Swasta Melati Diuntungkan, Krisis Dokter Spesialis Ganggu Layanan RSUD MHAT

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:20 WIB

PR Besar Kadishub Kota Sungai Penuh yang Baru, Mampukah Ledi Seprinal Menuntaskan?

Rabu, 31 Desember 2025 - 21:01 WIB

Warga Bandingkan Layanan, Kantor Imigrasi Sudah Ramah Anak, Dukcapil Sungai Penuh Kapan?

Senin, 29 Desember 2025 - 17:17 WIB

Tingkatkan PAD, Sungai Penuh Evaluasi Pajak dan Retribusi Daerah

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:51 WIB

Kejuaraan Silat Wali Kota Cup Sungai Penuh Tuai Keluhan Atlet Juara

Berita Terbaru

Teknologi

Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire Terbaru 1 Januari 2026

Kamis, 1 Jan 2026 - 13:48 WIB

Oplus_131072

Hukum

Mencari Bentuk Polisi dalam Negara Demokrasi

Kamis, 1 Jan 2026 - 06:30 WIB