RS Bukit Tengah Akan Dibangun, Warga Pertanyakan Nasib RS Ujung Ladang yang Telan Belasan Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI – Pembangunan Rumah Sakit Bukit Tengah di Kecamatan Siulak kembali memantik perhatian publik Kerinci. Proyek yang disebut menelan anggaran sekitar Rp170 miliar dari APBN itu kini menjadi pusat harapan sekaligus pertanyaan besar mengenai arah pelayanan kesehatan di daerah pegunungan tersebut.

Di tengah ambisi besar Bupati Kerinci Monadi Murasman menghadirkan fasilitas kesehatan modern, masyarakat mulai mempertanyakan keberlanjutan aset kesehatan yang sudah lebih dulu berdiri.

Selama ini Kabupaten Kerinci telah memiliki Rumah Sakit Ujung Ladang di Kecamatan Gunung Kerinci, bangunan itu dimanfaatkan sementara sebagai gedung DPRD Kerinci dan kemudian direnovasi menggunakan APBD. Proyek itu menelan dana belasan miliar rupiah dan digadang-gadang menjadi solusi pemerataan pelayanan kesehatan bagi warga di dataran tinggi Kerinci. Namun hingga kini pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal dan sering menjadi sorotan warga.

Dengan munculnya rencana pembangunan RS Bukit Tengah, kekhawatiran publik pun bertambah. Warga mempertanyakan apakah keberadaan dua rumah sakit dalam radius yang relatif berdekatan akan saling menguatkan atau justru menimbulkan pemborosan anggaran daerah.

Baca Juga :  Komdigi Resmi Blokir Polymarket di Indonesia

Masyarakat mengingatkan bahwa gedung RS Ujung Ladang adalah hasil jerih payah APBD, dan jika akhirnya tidak difungsikan, maka investasi yang telah digelontorkan akan sia-sia.

Beberapa tokoh masyarakat menyuarakan keresahan bahwa aset publik tersebut berpotensi menjadi bangunan mangkrak jika tidak ada kejelasan perencanaan. Mereka menilai Pemerintah Kabupaten Kerinci harus memberi arah yang jelas, apakah RS Ujung Ladang akan tetap difungsikan, dialihkan perannya, atau direvitalisasi agar tidak terjadi tumpang tindih fasilitas kesehatan.

Di lapangan, muncul pula pandangan bahwa pembangunan RS Bukit Tengah tetap diperlukan untuk menjangkau lebih banyak warga di wilayah Siulak dan sekitarnya.

Namun aspirasi tersebut harus dibarengi dengan kajian komprehensif, terutama terkait distribusi layanan kesehatan, kebutuhan tenaga medis, serta penggunaan anggaran publik yang efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Monadi di PAN, Murison di NasDem: Ketika Politisi Senayan Kian Dekat, Kerinci Makin Diperhatikan

Beberapa warga berharap pemerintah tidak terjebak pada pembangunan fisik semata, melainkan memikirkan fungsi jangka panjang dari setiap fasilitas. Mereka meminta pemerintah daerah memastikan bahwa tidak ada gedung kesehatan yang terbengkalai, terlebih ketika dana APBD telah dikeluarkan dalam jumlah besar demi kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, upaya konfirmasi terhadap Bupati Kerinci Monadi mengenai masa depan RS Ujung Ladang belum memperoleh respons. Pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp hingga tadi malam belum dijawab, sehingga publik masih menanti penjelasan resmi dari pemerintah daerah tentang arah kebijakan kesehatan ke depan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci segera memberikan pernyataan terbuka mengenai dua rumah sakit tersebut, agar tidak menimbulkan spekulasi dan kekhawatiran baru. Dengan perencanaan yang transparan, pembangunan RS Bukit Tengah diharapkan dapat membawa manfaat, sementara aset RS Ujung Ladang tetap mendapat kepastian pemanfaatan yang proporsional bagi kebutuhan publik.(fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Cara Cek Desil DTSEN 2026 Lewat NIK KTP, Ketahui Status Bansos PKH dan BPNT
Jadwal Pencairan 6 Bansos September 2026: PKH, BPNT, PIP hingga BLT Kesra Rp900 Ribu
Bantuan Beras Rp17 Triliun Disiapkan, 33,2 Juta Keluarga Jadi Sasaran hingga Desember 2026
Musda IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh : Soni Indra Kembali Terpilih, Tim Pemekaran Terbentuk
Pajak Kendaraan Bisa Dihapus? Cek Aturan Terbaru dan Siapa yang Terdampak
Gaji PPPK 2027 Terbaru: Mulai Januari Dibayar Pemerintah Pusat, Cek Besaran dan Tunjangannya
PPPK Paruh Waktu Tak Ada Lagi pada 2027? Semua Disebut Diangkat Penuh Waktu, Ini Nasib Guru Honorer
Purbaya Ungkap Kabar Besar PPPK: Mulai Januari 2027 Gaji Penuh Waktu Ditanggung Pemerintah Pusat
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:02 WIB

Cara Cek Desil DTSEN 2026 Lewat NIK KTP, Ketahui Status Bansos PKH dan BPNT

Rabu, 9 September 2026 - 16:02 WIB

Jadwal Pencairan 6 Bansos September 2026: PKH, BPNT, PIP hingga BLT Kesra Rp900 Ribu

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Bantuan Beras Rp17 Triliun Disiapkan, 33,2 Juta Keluarga Jadi Sasaran hingga Desember 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 19:40 WIB

Musda IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh : Soni Indra Kembali Terpilih, Tim Pemekaran Terbentuk

Sabtu, 5 September 2026 - 15:01 WIB

Pajak Kendaraan Bisa Dihapus? Cek Aturan Terbaru dan Siapa yang Terdampak

Berita Terbaru

Nasional

20 Link Twibbon HAORNAS 2026, Ramaikan Hari Olahraga Nasional

Kamis, 10 Sep 2026 - 04:00 WIB