Restrukturisasi Besar, Telkom Akan Tutup 10 Anak Perusahaan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berencana menutup 10 anak perusahaan pada akhir Juni 2026 sebagai bagian dari proses perampingan bisnis yang diminta oleh Danantara Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi besar-besaran untuk menyederhanakan struktur grup perusahaan dan memperkuat fokus bisnis inti Telkom.

Danantara Minta Jumlah Anak Usaha Dipangkas

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan Telkom diminta memangkas jumlah anak usaha secara signifikan.

Saat ini Telkom memiliki sekitar 67 anak perusahaan. Namun, Danantara menargetkan jumlah tersebut dipangkas hingga tersisa sekitar 22 perusahaan saja.

“Akhir Juni ini kita diminta menutup 10 anak perusahaan. Insya Allah kita komit bisa menutup 10 anak perusahaan,” ujar Seno di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Anak Usaha dengan Bisnis Tumpang Tindih Dievaluasi

Telkom saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah anak usaha yang memiliki lini bisnis serupa atau saling tumpang tindih.

Baca Juga :  5 Tablet dengan Speaker Dolby Atmos Terbaik 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan

Menurut Seno, perampingan difokuskan pada perusahaan yang:

  • memiliki bisnis overlap
  • kurang efisien
  • kinerjanya kurang optimal dalam dua tahun terakhir

“Streamlining ini terutama untuk bisnis-bisnis yang berada di bidang yang sama,” katanya.

Meski begitu, Telkom belum mengungkap daftar anak perusahaan yang akan ditutup karena masih mempertimbangkan aspek sensitivitas dan tata kelola perusahaan.

Fokus Perkuat Bisnis Inti

Langkah restrukturisasi ini disebut menjadi bagian dari strategi Telkom untuk memperkuat:

  • bisnis digital
  • infrastruktur telekomunikasi
  • tata kelola perusahaan
  • efisiensi operasional

Selain itu, Telkom juga tengah menata ulang portofolio bisnis agar mampu menciptakan nilai tambah lebih besar bagi perusahaan.

Telkom Perkuat Peran sebagai Strategic Holding

Dalam transformasi terbaru, Telkom akan lebih difokuskan sebagai strategic holding company, sementara operasional bisnis dijalankan oleh masing-masing operating company sesuai lini usaha.

Baca Juga :  Promo Tokopedia Hari Ini: Diskon Hingga 90 Persen dan Cashback Menarik

Seno mengatakan proses restrukturisasi dilakukan secara hati-hati agar seluruh tahapan tetap sesuai prosedur dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

“Kita mesti memastikan governance process-nya betul, hipotesanya dan tahapannya semuanya betul,” ujarnya.

Efisiensi BUMN Jadi Sorotan

Langkah perampingan anak usaha BUMN belakangan menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi duplikasi bisnis antar entitas.

Danantara sendiri mendorong berbagai BUMN melakukan konsolidasi agar struktur perusahaan menjadi lebih ramping dan fokus terhadap bisnis utama.

Bagi Telkom, transformasi ini juga dipandang sebagai langkah penting menghadapi persaingan industri digital dan telekomunikasi yang semakin ketat.

Berita Terkait

Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah
BI Rate 5,75 Persen, Cadangan Devisa Indonesia Tembus US$146,32 Miliar per September 2026
Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?
ASX 200 Today: Australian Shares Slip as BHP and Rio Tinto Sink Nearly 5%
Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$459,3 Miliar pada Agustus 2026, Ini Penjelasan BI
Telkomsel Bagi-Bagi 151 Hadiah Mobil dan Motor, Ini Cara Ikut Undiannya
Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 15, Cek Layar, Chipset, dan Kapasitas Baterainya
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:00 WIB

BI Rate 5,75 Persen, Cadangan Devisa Indonesia Tembus US$146,32 Miliar per September 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:54 WIB

ASX 200 Today: Australian Shares Slip as BHP and Rio Tinto Sink Nearly 5%

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%

Berita Terbaru