JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya terhadap rencana efisiensi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia menegaskan bahwa kualitas makanan dan nilai gizi bagi masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Ia menilai efisiensi program sah dilakukan selama tidak mengurangi manfaat yang diterima masyarakat.
“Selama ada efisiensinya, saya setuju saja, asalkan tidak mengurangi kualitas makanannya,” ujarnya.
🏛️ Usulan Efisiensi Berasal dari Badan Gizi Nasional
Purbaya menjelaskan bahwa inisiatif efisiensi program MBG bukan berasal dari Kementerian Keuangan, melainkan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam skema terbaru yang diusulkan, program MBG akan dijalankan dengan penyesuaian sebagai berikut:
Dilaksanakan lima hari dalam satu minggu
Disesuaikan dengan kondisi anggaran negara
Tetap berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat
Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan program dan beban fiskal pemerintah.
⚖️ Efisiensi Tanpa Mengurangi Manfaat
Menurut Purbaya, perubahan skema operasional tidak mengubah tujuan utama program MBG, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Ia menekankan bahwa pemerintah tengah melakukan penyesuaian kebijakan berdasarkan kondisi ekonomi terkini, sehingga program tetap berjalan optimal tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.
Program MBG sendiri menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.
📊 Kesimpulan
Kebijakan efisiensi program MBG menunjukkan upaya pemerintah untuk:
Menjaga keberlanjutan program sosial
Mengoptimalkan penggunaan anggaran negara
Tetap memastikan kualitas gizi masyarakat tidak menurun
Dengan pendekatan ini, program diharapkan tetap memberikan dampak positif tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat.









