SUNGAI PENUH – Stok Pertalite yang dilaporkan menurun secara nasional kini menjadi perhatian setelah SPBU Pelayang Raya, Kota Sungai Penuh, Jambi, kehabisan BBM bersubsidi tersebut pada Minggu (18/10/2026). Berdasarkan keterangan petugas, Pertalite di SPBU itu habis sekitar pukul 11.00 WIB.
Kondisi ini terbilang jarang terjadi di SPBU Pelayang Raya. Petugas menyebut Pertalite biasanya tersedia untuk memenuhi kebutuhan pengendara. Namun, kali ini persediaan tidak mampu bertahan hingga siang hari setelah pelayanan berlangsung sejak malam sebelumnya.
“Dari malam buka, mobil masuk sore kemarin dan siang tadi habisnya,” ujar petugas SPBU Pelayang Raya saat memberikan keterangan.
Kehabisan Pertalite tersebut terjadi ketika pemerintah tengah menyoroti penurunan stok BBM jenis RON 90 secara nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan stok Pertalite turun dari kondisi normal 20–23 hari menjadi sekitar 16–18 hari.
Menurut Bahlil, perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan stok. Sebagian konsumen beralih dari BBM beroktan lebih tinggi ke Pertalite karena harganya lebih terjangkau. Pertalite dibanderol Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax dalam data pemberitaan yang dikutip dijual Rp15.950 per liter.
Penurunan stok nasional tersebut mendorong perhatian terhadap kesiapan pasokan dan distribusi BBM di berbagai daerah. Sebelumnya, pengamat kebijakan energi Sofyano Zakaria mengingatkan pemerintah agar memperkuat cadangan, memastikan kepastian pasokan, serta mengantisipasi potensi gangguan distribusi sebelum terjadi kelangkaan lokal.
Meski waktunya berdekatan, belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa habisnya Pertalite di SPBU Pelayang Raya disebabkan langsung oleh penurunan stok nasional. Penyebab kejadian di lokasi tersebut masih memerlukan penjelasan dari pengelola SPBU dan pihak Pertamina.
Bagi masyarakat Sungai Penuh, ketersediaan Pertalite menjadi hal penting karena BBM tersebut banyak digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Karena itu, kepastian jadwal pasokan dan kelancaran distribusi perlu mendapat perhatian agar pengendara tidak menghadapi kesulitan ketika mengisi bahan bakar.
Peristiwa di SPBU Pelayang Raya juga menjadi pengingat pentingnya pemantauan stok BBM hingga tingkat daerah. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai ketersediaan Pertalite, sementara pihak terkait perlu memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan dan langkah penanganannya. (*)
Editor : Fanda Yosephta









