Jakarta-Minat masyarakat Indonesia terhadap emas terus meningkat pada 2026. Laporan terbaru World Gold Council menunjukkan permintaan emas batangan dan koin di Indonesia melonjak 40 persen secara tahunan pada kuartal II 2026. Peningkatan tersebut terjadi ketika harga emas justru mengalami koreksi dibandingkan awal tahun.
Data World Gold Council mencatat total permintaan emas batangan dan koin mencapai 14,5 ton pada kuartal II 2026. Angka itu naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 10,4 ton. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar investasi emas dengan pertumbuhan paling kuat di kawasan Asia Pasifik.
Meski permintaan meningkat, harga emas dalam negeri justru bergerak lebih rendah dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada 2 Agustus 2026 berada di kisaran Rp2.603.000 per gram. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan posisi Januari 2026 yang sempat mencapai sekitar Rp3.168.000 per gram.
Penurunan harga itu sejalan dengan pelemahan harga emas dunia. Berdasarkan data pasar internasional, harga emas global terkoreksi sekitar 6,4 persen sejak awal tahun. Kondisi tersebut dimanfaatkan sebagian investor untuk menambah kepemilikan emas sebagai aset investasi jangka panjang.
World Gold Council menilai perubahan perilaku investor menjadi salah satu faktor utama meningkatnya permintaan emas di Indonesia. Banyak investor kini tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga memanfaatkan emas sebagai instrumen pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Selain itu, emas dinilai tetap memiliki daya tarik sebagai aset diversifikasi. Ketika pasar keuangan mengalami fluktuasi, logam mulia masih dianggap mampu menjaga nilai kekayaan sehingga menjadi pilihan banyak investor maupun masyarakat.
Memasuki semester II 2026, permintaan emas diperkirakan tetap kuat. Minat investor Asia diproyeksikan terus meningkat, sementara aktivitas investasi diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar emas dalam beberapa bulan mendatang.
Bagi masyarakat yang berencana membeli emas, pengamat mengingatkan pentingnya menyesuaikan investasi dengan tujuan keuangan dan kemampuan masing-masing. Pergerakan harga emas tetap dipengaruhi kondisi ekonomi global, kebijakan bank sentral, nilai tukar, serta tingkat permintaan pasar.
FAQ
Mengapa permintaan emas naik 40 persen?
Karena semakin banyak investor memanfaatkan penurunan harga untuk membeli emas sebagai investasi jangka panjang.
Berapa permintaan emas Indonesia pada kuartal II 2026?
Sebesar 14,5 ton, naik dari 10,4 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Mengapa harga emas turun?
Penurunan mengikuti koreksi harga emas dunia yang melemah sejak awal tahun.
Apakah prospek emas masih positif?
World Gold Council memperkirakan investasi emas masih menjadi pendorong utama permintaan pada semester II 2026. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









