Permintaan Durian Segar China Picu Gejolak, Petani Malaysia Terjebak Surplus Produksi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

KAYONEWS-Industri durian Malaysia tengah menghadapi tekanan serius menyusul perubahan pola permintaan dari pasar China yang kini lebih mengutamakan durian segar dibanding produk beku. Kondisi ini memicu penumpukan hasil panen di tingkat petani karena tidak semua durian memenuhi standar ketat ekspor, sehingga banyak buah tak terserap pasar internasional.

Permintaan durian dari China sejatinya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama untuk varietas premium seperti Musang King. Namun, preferensi terhadap durian segar dengan kualitas tinggi membuat hanya sebagian kecil produksi Malaysia yang dapat lolos seleksi ekspor. Akibatnya, durian yang tidak memenuhi kriteria tersebut membanjiri pasar domestik.

Surplus pasokan ini berdampak langsung pada harga jual di dalam negeri. Petani mengeluhkan penurunan harga yang tajam, bahkan untuk varietas yang sebelumnya tergolong premium. Dalam beberapa kasus, harga jual tidak lagi menutup biaya perawatan kebun, panen, dan distribusi, sehingga margin keuntungan petani tergerus signifikan.

Baca Juga :  Wamentan dan Gubernur Jambi Dorong Modernisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan

Masalah utama yang dihadapi petani adalah ketidaksiapan sebagian kebun dalam memenuhi standar ekspor durian segar. Banyak kebun baru di Malaysia masih menghasilkan buah dengan kualitas yang belum stabil, baik dari segi ukuran, tingkat kematangan, maupun konsistensi rasa. Hal ini membuat durian tersebut ditolak untuk pasar ekspor.

Selain kualitas, keterbatasan rantai dingin dan logistik juga menjadi kendala. Durian segar memiliki umur simpan yang singkat, sehingga membutuhkan pengiriman cepat dan terkontrol. Ketika proses distribusi tidak optimal, risiko penurunan kualitas meningkat dan buah semakin sulit dipasarkan.

Pemerintah dan lembaga pemasaran pertanian setempat mencoba meredam dampak surplus dengan menyerap sebagian hasil panen untuk diolah menjadi produk turunan seperti pasta durian dan durian fermentasi. Meski membantu mengurangi stok, langkah ini belum sepenuhnya mampu mengimbangi kerugian yang dialami petani.

Baca Juga :  Sejoli China Sabet Dua Emas Ski Gaya Bebas Aerial di Milan-Cortina

Dalam jangka menengah, pelaku industri menilai perlunya peningkatan standar budidaya dan konsolidasi petani agar mampu memenuhi permintaan ekspor durian segar. Tanpa perbaikan kualitas dan sistem distribusi, risiko surplus diperkirakan akan terus berulang setiap musim panen.

Ke depan, Malaysia diproyeksikan akan memfokuskan strategi ekspor pada segmen durian segar premium dengan volume terbatas namun bernilai tinggi. Namun, selama proses transisi ini berlangsung, petani masih harus menghadapi tantangan berat akibat ketidakseimbangan antara produksi dan serapan pasar. (***)

Berita Terkait

Bunga Deposito BRI, BNI, BCA dan Mandiri Hari Ini 7 September 2026, Cek Bunga Rp100 Juta
Indeks Bisnis-27 Hari Ini 7 September 2026 Menguat, Saham BUMI hingga AKRA Jadi Penggerak
Kurs rupiah hari ini 7 September 2026 ke Rp17.654 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Harga Emas Hari Ini 7 September 2026 di Logam Mulia: Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 September 2026: Antam Rp2,68 Juta, Cek UBS, Galeri 24 dan Buyback
Harga BBM Sumatera 9 September 2026: Cek Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex
Kredit Mobil Bekas September 2026: DP, Bunga dan Simulasi Cicilan Terbaru
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 6 September 2026: 1 MYR Setara Rp4.357, Cek 100 dan 1.000 Ringgit
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:00 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, BCA dan Mandiri Hari Ini 7 September 2026, Cek Bunga Rp100 Juta

Senin, 7 September 2026 - 09:53 WIB

Indeks Bisnis-27 Hari Ini 7 September 2026 Menguat, Saham BUMI hingga AKRA Jadi Penggerak

Senin, 7 September 2026 - 09:42 WIB

Kurs rupiah hari ini 7 September 2026 ke Rp17.654 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Senin, 7 September 2026 - 09:34 WIB

Harga Emas Hari Ini 7 September 2026 di Logam Mulia: Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Senin, 7 September 2026 - 07:49 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 September 2026: Antam Rp2,68 Juta, Cek UBS, Galeri 24 dan Buyback

Berita Terbaru

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90?

Teknologi

HUAWEI FreeClip 2S Resmi Hadir, TWS Open-Ear dengan Fitur AI

Senin, 7 Sep 2026 - 12:00 WIB