EKONOMI — Menjadi pengemudi transportasi online maupun taksi konvensional masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dengan waktu kerja relatif fleksibel. Namun, besarnya pendapatan pengemudi tidak hanya ditentukan oleh jumlah perjalanan yang diselesaikan.
Platform yang digunakan, jenis layanan, jarak tempuh, biaya bahan bakar, sistem bagi hasil, bonus, hingga pengeluaran harian ikut menentukan berapa uang yang benar-benar bisa dibawa pulang.
Karena itu, membandingkan pendapatan driver GoCar, GrabCar, dan Bluebird perlu dilakukan secara hati-hati. Angka pendapatan yang ditampilkan oleh sejumlah pengemudi di media sosial umumnya merupakan pengalaman individu dan bukan jaminan penghasilan bagi seluruh pengemudi.
Berikut gambaran perbandingan pendapatan berdasarkan pengalaman pengemudi yang dikutip dalam sumber.
Pendapatan Driver GoCar
Salah satu pengalaman pengemudi GoCar dibagikan melalui kanal YouTube Kang Burhan dalam video yang menceritakan aktivitas menarik penumpang selama sekitar 13 jam di Jakarta.
Pengemudi tersebut mulai mengaktifkan aplikasi sekitar pukul 05.30 WIB dan berhenti bekerja sekitar pukul 21.00 WIB.
Dalam satu hari, ia menyelesaikan 15 perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer.
Berdasarkan konsumsi kendaraan sekitar 10,9 kilometer per liter, kebutuhan bahan bakarnya diperkirakan mencapai sekitar 21 liter.
Dengan asumsi harga solar Rp6.800 per liter pada saat pengalaman tersebut direkam, biaya bahan bakar yang dikeluarkan sekitar Rp142.800.
Sementara itu, total pendapatan dari 15 perjalanan yang ditampilkan mencapai Rp1.196.600.
Jika hanya dikurangi biaya BBM, selisihnya sekitar Rp1,05 juta. Namun angka tersebut belum dapat disebut sebagai pendapatan bersih karena masih ada biaya lain, seperti perawatan kendaraan, makan, parkir, tol, pajak, cicilan kendaraan jika ada, serta pengeluaran operasional lainnya.
Artinya, pengalaman tersebut lebih tepat dijadikan contoh pendapatan kotor seorang pengemudi, bukan patokan penghasilan seluruh driver GoCar.
Pendapatan Driver GrabCar
Pengalaman lain datang dari pengemudi GrabCar Premium yang menggunakan Toyota Innova Reborn Diesel.
Melalui kanal YouTube Draiper Sotoy, pengemudi tersebut menyebut jarak tempuh hariannya berada di kisaran 200-250 kilometer.
Ia juga membagikan pendapatan kotor dari layanan GrabCar selama tiga minggu pertama sebagai berikut:
| Periode | Pendapatan Kotor |
|---|---|
| Minggu pertama | Rp4,2 juta |
| Minggu kedua | Rp3,3 juta |
| Minggu ketiga | Rp3,6 juta |
| Total | Rp11,1 juta |
Dengan demikian, rata-rata pendapatan kotor selama tiga minggu tersebut sekitar Rp3,7 juta per minggu.
Namun, angka tersebut belum menggambarkan keuntungan bersih.
Pengemudi menyebut pengisian biosolar dilakukan sekitar dua hari sekali dengan biaya maksimal sekitar Rp260.000. Selain itu, pendapatan yang disebutkan juga hanya berasal dari GrabCar dan belum memperhitungkan penghasilan dari layanan lain seperti GoCar maupun perjalanan offline.
Karena itu, nominal Rp11,1 juta selama tiga minggu tidak bisa langsung dianggap sebagai keuntungan yang masuk ke kantong pengemudi.
Pendapatan Driver Bluebird
Sistem pendapatan pengemudi Bluebird memiliki karakter berbeda karena perusahaan taksi konvensional mempunyai mekanisme operasional dan target yang tidak sama dengan layanan ride-hailing.
Dalam pengalaman pengemudi Bluebird yang dibagikan melalui kanal YouTube Richo Wildan, disebutkan adanya target harian sekitar Rp450.000 yang harus dicapai pengemudi.
Pengemudi tersebut juga mengatakan dirinya berusaha menetapkan target pribadi lebih tinggi, sekitar Rp500.000 per hari. Target tersebut berkaitan dengan peluang memperoleh bonus bulanan.
Sementara itu, pengalaman pengemudi Bluebird lainnya yang dibagikan melalui TikTok menyebut adanya skema pembagian hasil 60:40 dengan setoran harian sebesar Rp800.000.
Dalam ilustrasi tersebut, bagian 40 persen untuk pengemudi setara dengan Rp320.000 per hari.
Namun, jumlah tersebut masih merupakan pendapatan kotor bagi pengemudi. Pengeluaran seperti makan, minum dan kebutuhan selama bekerja harus ditanggung dari uang yang diperoleh.
Pengemudi dalam pengalaman tersebut menyebut uang yang akhirnya dapat dibawa pulang sekitar Rp200.000 per hari setelah memperhitungkan pengeluaran sehari-hari.
Perlu ditegaskan bahwa skema dan nominal tersebut merupakan pengalaman individu sehingga tidak dapat digunakan sebagai angka resmi yang berlaku untuk seluruh pengemudi Bluebird.
Perbandingan GoCar, GrabCar, dan Bluebird
Jika melihat pengalaman yang tersedia, ketiga layanan tersebut memiliki karakter pendapatan yang berbeda.
GoCar memberikan peluang pendapatan kotor yang cukup besar ketika pengemudi mampu mendapatkan banyak perjalanan dalam satu hari. Namun, konsekuensinya adalah waktu kerja dan jarak tempuh yang dapat sangat panjang.
GrabCar, terutama pada layanan premium, juga dapat memberikan pendapatan kotor tinggi. Akan tetapi, penggunaan kendaraan dengan kapasitas mesin lebih besar dapat meningkatkan biaya bahan bakar dan perawatan.
Sementara Bluebird memiliki sistem operasional yang berbeda karena pengemudi bekerja dalam ekosistem perusahaan taksi konvensional. Target dan skema pembagian hasil menjadi faktor penting dalam menentukan pendapatan.
Dengan demikian, tidak tepat jika langsung menyimpulkan salah satu platform selalu memberikan penghasilan paling tinggi.
Pendapatan Kotor Bukan Berarti Keuntungan Bersih
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika membandingkan penghasilan driver adalah menyamakan pendapatan kotor dengan keuntungan.
Misalnya, seorang pengemudi mendapatkan pendapatan Rp1 juta dalam sehari. Angka tersebut belum tentu berarti pengemudi memperoleh keuntungan Rp1 juta.
Masih ada sejumlah biaya yang perlu diperhitungkan, antara lain:
- Bahan bakar atau biaya pengisian energi kendaraan.
- Tol dan parkir.
- Makan dan minum selama bekerja.
- Servis kendaraan.
- Penggantian oli dan komponen.
- Ban dan rem.
- Pajak kendaraan.
- Asuransi.
- Cicilan kendaraan jika menggunakan kredit.
- Penyusutan nilai kendaraan.
Semakin jauh jarak yang ditempuh setiap hari, semakin besar pula potensi biaya operasional kendaraan.
Karena itu, pendapatan bersih merupakan indikator yang jauh lebih penting daripada sekadar melihat nominal pemasukan harian.
Mana yang Lebih Menguntungkan?
Tidak ada jawaban tunggal mengenai apakah GoCar, GrabCar, atau Bluebird yang paling menguntungkan.
Penghasilan sangat bergantung pada kota tempat beroperasi, jam kerja, jenis kendaraan, kelas layanan, jumlah penumpang, permintaan, insentif, biaya operasional dan strategi masing-masing pengemudi.
Driver yang beroperasi di kawasan dengan permintaan perjalanan tinggi tentu memiliki peluang berbeda dibandingkan pengemudi di daerah dengan permintaan lebih rendah.
Begitu pula pengemudi yang memiliki kendaraan sendiri akan memiliki struktur biaya berbeda dibandingkan mereka yang masih harus membayar cicilan atau menyewa kendaraan.
GoCar
Kelebihan:
- Waktu kerja relatif fleksibel.
- Bisa mengejar banyak perjalanan.
- Peluang memperoleh pemasukan tambahan dari layanan lain.
Perlu diperhatikan:
- Persaingan mendapatkan order.
- Biaya BBM dan perawatan.
- Pendapatan dapat berubah-ubah.
GrabCar
Kelebihan:
- Memiliki berbagai kategori layanan.
- Layanan premium dapat memberikan nilai perjalanan lebih tinggi.
- Berpotensi dikombinasikan dengan layanan lain.
Perlu diperhatikan:
- Kendaraan premium dapat membutuhkan biaya operasional lebih besar.
- Pendapatan kotor belum mencerminkan keuntungan bersih.
Bluebird
Kelebihan:
- Sistem kerja lebih terstruktur.
- Terdapat target dan skema bonus tertentu.
- Memiliki basis pelanggan taksi yang sudah dikenal.
Perlu diperhatikan:
- Ada target dan mekanisme setoran.
- Penghasilan dipengaruhi sistem pembagian hasil.
- Pengeluaran harian tetap harus diperhitungkan.
Tips Menghitung Penghasilan Bersih Driver
Bagi calon pengemudi yang ingin memilih platform, jangan hanya membandingkan nominal pendapatan harian.
Gunakan perhitungan sederhana:
Pendapatan bersih = pendapatan kotor – seluruh biaya operasional.
Sebagai contoh, jika pendapatan kotor sehari Rp800.000 dan seluruh biaya operasional mencapai Rp250.000, maka uang yang tersisa sekitar Rp550.000.
Perhitungan tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan jumlah jam kerja.
Dengan cara ini, pengemudi dapat mengetahui bukan hanya berapa uang yang diperoleh, tetapi juga berapa penghasilan per jam kerja.
Indikator tersebut penting karena dua pengemudi bisa mendapatkan pendapatan harian sama, tetapi memiliki jam kerja dan biaya operasional yang berbeda.
Kesimpulan
Perbandingan pendapatan driver GoCar, GrabCar, dan Bluebird menunjukkan bahwa nominal pemasukan sangat bergantung pada kondisi masing-masing pengemudi.
Pengalaman yang dikutip memperlihatkan adanya penghasilan kotor jutaan rupiah dalam beberapa hari atau minggu. Namun, angka tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai keuntungan karena biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, makan, tol, parkir dan kebutuhan operasional lainnya harus diperhitungkan.
Bagi calon pengemudi, pilihan terbaik bukan semata-mata platform dengan pendapatan kotor terbesar. Faktor yang lebih penting adalah pendapatan bersih, biaya operasional, fleksibilitas waktu, sistem bonus, kondisi kendaraan, dan tingkat permintaan di wilayah tempat bekerja.
Dengan menghitung seluruh biaya secara rutin, pengemudi dapat mengetahui platform dan pola kerja mana yang paling sesuai dengan target penghasilan mereka.
Catatan: Angka pendapatan dalam artikel ini berasal dari pengalaman pengemudi yang dipublikasikan melalui kanal media sosial dan digunakan sebagai ilustrasi. Pendapatan aktual setiap driver dapat berbeda dan tidak merupakan jaminan penghasilan.
FAQ
1. Berapa pendapatan driver GoCar dalam sehari?
Salah satu pengalaman pengemudi yang dikutip menunjukkan pendapatan kotor Rp1.196.600 dari 15 perjalanan dalam sekitar 13 jam kerja. Angka tersebut merupakan pengalaman individu dan bukan standar penghasilan seluruh driver.
2. Berapa penghasilan driver GrabCar?
Dalam pengalaman yang dikutip, seorang driver GrabCar Premium mencatat pendapatan kotor Rp4,2 juta pada minggu pertama, Rp3,3 juta pada minggu kedua, dan Rp3,6 juta pada minggu ketiga. Pendapatan tersebut belum dikurangi seluruh biaya operasional.
3. Berapa penghasilan driver Bluebird?
Penghasilan driver Bluebird bergantung pada target, sistem pembagian hasil, bonus dan biaya operasional. Salah satu pengalaman yang dikutip menyebut bagian pengemudi sekitar Rp320.000 dari setoran Rp800.000 sebelum biaya pribadi.
4. Apakah pendapatan driver sama dengan keuntungan bersih?
Tidak. Pendapatan driver yang terlihat di aplikasi atau laporan harian umumnya belum dikurangi biaya seperti BBM, perawatan kendaraan, tol, parkir, makan dan cicilan kendaraan.
5. Mana yang lebih menguntungkan, GoCar, GrabCar atau Bluebird?
Tidak ada platform yang pasti paling menguntungkan untuk semua orang. Hasilnya bergantung pada lokasi, jumlah order, jam kerja, jenis kendaraan, biaya operasional, sistem bonus dan pembagian hasil.
6. Apa yang harus diperhitungkan sebelum menjadi driver?
Calon driver sebaiknya menghitung pendapatan kotor, BBM, perawatan kendaraan, pajak, asuransi, cicilan atau sewa kendaraan, makan, parkir, tol dan penyusutan kendaraan. Dari sana baru dapat diketahui keuntungan bersih sebenarnya.









