JAMBI — Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan komitmen kuat antara Pemerintah Provinsi Jambi dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama melalui upaya pengendalian inflasi di berbagai wilayah kabupaten/kota. Hal itu disampaikannya dalam acara Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Senin (26/01/2026).
Al Haris menyebut kerja sama Pemprov Jambi dengan BI bukan hanya sebatas koordinasi teknis, tetapi sudah menyentuh sektor riil hingga masyarakat tingkat bawah. Program pembinaan UMKM, pendampingan petani, dan penguatan usaha rumahan menjadi bentuk nyata bagaimana BI hadir langsung membantu pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Gubernur, kontribusi BI sangat terasa dalam memperkuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), termasuk melalui operasional toko inflasi di sejumlah pasar untuk menjaga harga komoditas pokok agar tetap stabil. Ia memberikan apresiasi kepada jajaran BI Jambi yang dinilai konsisten menjaga ritme pertumbuhan ekonomi provinsi.
Dalam sambutannya, Al Haris juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Perwakilan BI Jambi sebelumnya, Warsono, atas dedikasi dan hubungan koordinatif yang dibangunnya bersama Pemerintah Provinsi Jambi. Ia menyebut Warsono sebagai figur yang bekerja “dengan jiwa,” dan berharap tugas barunya dapat dijalani dengan sukses.
Gubernur juga menekankan bahwa kondisi ekonomi Jambi cukup stabil meski sempat tertekan oleh naik turunnya harga komoditas tertentu seperti cabai, yang sering mengalami fluktuasi akibat distribusi ke provinsi tetangga. Meski demikian, inflasi tahunan pada Desember 2025 tercatat sebesar 3,71 persen, relatif terjaga di tengah ketidakpastian harga pangan nasional.
Pertumbuhan ekonomi Jambi pada triwulan III 2025 mencapai 4,77 persen, sebuah capaian yang menurut Al Haris merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemprov Jambi, BI, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menambahkan bahwa daya beli masyarakat terus membaik, disertai penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
Pada sesi wawancara, Al Haris kembali menyoroti peran BI dalam mendorong ekonomi inklusif berbasis UMKM dan ekonomi kerakyatan. Ia juga menyambut kehadiran Kepala Perwakilan BI Jambi yang baru, Tedy Arief Budiman, dan berharap kerja sama yang sudah terbina selama ini dapat semakin diperkuat melalui inovasi baru di sektor keuangan daerah.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jambi terhadap BI. Ia menjelaskan bahwa promosi Warsono merupakan bentuk kepercayaan BI setelah ditempa melalui tugas di Jambi. Perry juga memaparkan lima fokus kerja BI di Jambi, mulai dari penyediaan uang layak edar hingga digitalisasi sistem pembayaran melalui pemanfaatan QRIS dan elektronifikasi transaksi pemerintah.
Perry turut memperkenalkan Tedy Arief Budiman sebagai pimpinan baru BI Jambi, menyebutnya sebagai pejabat yang telah ditempa pengalaman panjang di berbagai kantor perwakilan. Ia optimistis Tedy dapat melanjutkan kerja-kerja strategis BI dalam memperkuat stabilitas ekonomi di Provinsi Jambi.








