Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi, 21 Mei 2026, setelah melonjak sekitar 0,55 persen ke level 6.353. Penguatan pasar saham Indonesia terjadi di tengah respons investor terhadap keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,25 persen serta pidato Presiden Prabowo Subianto terkait arah ekonomi nasional dan kebijakan ekspor komoditas strategis. Sentimen tersebut langsung memicu perburuan saham-saham unggulan atau big caps yang dinilai memiliki fundamental kuat menghadapi tekanan ekonomi global.
Sejak awal perdagangan, saham perbankan langsung mendominasi daftar penggerak IHSG. Bank Central Asia (BBCA) naik signifikan ke level Rp6.050 per saham, sementara Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) ikut menguat mengikuti optimisme pasar terhadap sektor keuangan. Investor asing disebut mulai kembali masuk ke saham perbankan besar karena dinilai lebih aman di tengah potensi kenaikan suku bunga lanjutan dan volatilitas rupiah.
Selain saham bank, perhatian pasar juga tertuju pada lonjakan saham Mora Telematika Indonesia (MORA) yang melesat lebih dari 10 persen pada pembukaan perdagangan. Kenaikan tajam saham emiten infrastruktur digital tersebut memicu spekulasi pasar terkait potensi ekspansi bisnis dan prospek pertumbuhan sektor data center serta jaringan internet nasional yang terus berkembang pesat sepanjang 2026.
Di sisi lain, sejumlah saham unggulan masih bergerak melemah meski IHSG berada di zona hijau. Saham Barito Renewables Energy (BREN), Telkom Indonesia (TLKM), dan Chandra Asri Pacific (TPIA) mengalami tekanan jual akibat aksi ambil untung investor. Pelaku pasar disebut masih berhati-hati terhadap saham yang sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar dolar AS dan kebijakan suku bunga global.
Kebijakan kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi salah satu faktor utama penggerak pasar hari ini. Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS. Kebijakan tersebut dinilai positif untuk jangka panjang karena dapat menjaga arus modal asing tetap masuk ke pasar domestik, meskipun dalam jangka pendek berpotensi menekan sektor kredit dan konsumsi.
Pidato Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027 juga menjadi perhatian besar investor. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen dengan inflasi tetap terjaga. Selain itu, pemerintah juga mengumumkan rencana kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam seperti batu bara dan CPO melalui BUMN tertentu. Kebijakan tersebut memicu spekulasi baru terhadap prospek saham sektor energi dan perkebunan di Bursa Efek Indonesia.
Analis pasar modal memperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif dalam jangka pendek. Level support diprediksi berada di area 6.200 hingga 6.250, sementara resistance berada di kisaran 6.400 sampai 6.450. Investor kini menanti data ekonomi Amerika Serikat dan rilis notulen rapat The Fed yang diperkirakan menjadi sentimen besar berikutnya bagi pasar global dan nilai tukar rupiah.
Meski pasar masih dibayangi ketidakpastian global, sejumlah analis menilai momentum penguatan IHSG hari ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Saham sektor perbankan, infrastruktur digital, energi, dan komoditas diprediksi tetap menjadi fokus utama investor dalam beberapa pekan mendatang seiring perubahan arah kebijakan ekonomi pemerintah dan bank sentral.
FAQ
Kenapa IHSG hari ini naik?
IHSG naik karena sentimen positif dari kenaikan saham perbankan besar, keputusan BI Rate, dan optimisme investor terhadap arah ekonomi Indonesia.
Apa dampak BI Rate 5,25 persen ke pasar saham?
Kenaikan BI Rate dapat memperkuat rupiah dan menjaga arus modal asing, tetapi juga berpotensi membuat sektor kredit lebih ketat.
Saham apa yang paling banyak diburu investor?
Saham BBCA, BBRI, BMRI, dan MORA menjadi yang paling aktif diburu investor pada awal perdagangan hari ini.
Apa pengaruh pidato Prabowo terhadap IHSG?
Pidato Prabowo terkait RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor SDA menjadi sentimen penting yang memengaruhi psikologis pasar.
IHSG diprediksi bergerak ke mana?
Analis memperkirakan IHSG bergerak di rentang 6.200–6.450 dalam jangka pendek.
5 Judul SEO Potensial:
- IHSG Hari Ini Naik ke 6.353, Saham BBCA hingga MORA Melonjak usai BI Rate 5,25%
- BI Rate Resmi Naik, IHSG Menguat dan Saham Bank Besar Jadi Incaran Investor
- Saham BBCA, BBRI dan MORA Ngegas, IHSG Dibuka Hijau di Tengah Rupiah Melemah
- IHSG Menguat usai Pidato Prabowo dan Kenaikan BI Rate, Ini Saham Paling Cuan
- Pasar Saham Indonesia Bangkit, IHSG Hijau dan Investor Borong Saham Big Caps









