SUNGAI PENUH – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menyampaikan pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Sungai Penuh, Selasa (31/3/2026).
Dalam pidatonya, Azhar menegaskan bahwa LKPj merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah daerah atas pelaksanaan program dan kinerja sepanjang tahun anggaran 2025. Dokumen tersebut juga menjadi bahan evaluasi bersama legislatif untuk meningkatkan kualitas pembangunan ke depan.
Realisasi Keuangan Capai Lebih dari 90 Persen
Dari sisi keuangan, Pemerintah Kota Sungai Penuh mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp758,05 miliar atau 91,08 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp762,82 miliar atau 91,03 persen.
Capaian tersebut menunjukkan kinerja fiskal daerah yang relatif stabil, meskipun masih terdapat selisih antara target dan realisasi yang menjadi perhatian untuk perbaikan di masa mendatang.
Pertumbuhan Ekonomi dan IPM Meningkat
Secara makro, kondisi ekonomi daerah juga menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kota Sungai Penuh tercatat sebesar 4,39 persen sepanjang 2025.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 78,89. Angka ini mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat dari sisi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.
Di sisi lain, tingkat kemiskinan berada pada angka 3,23 persen, yang disebut sebagai salah satu yang terendah di Provinsi Jambi.
Pembangunan Sektor Prioritas Terus Didorong
Pemerintah Kota Sungai Penuh juga mencatat kemajuan di sejumlah sektor strategis. Di bidang pendidikan dan kesehatan, berbagai program layanan publik terus ditingkatkan.
Sementara pada sektor infrastruktur, pembangunan difokuskan pada peningkatan kualitas jalan, penyediaan akses air minum, serta perbaikan sanitasi lingkungan.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Ajak Perkuat Sinergi Pembangunan
Mengakhiri penyampaiannya, Azhar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kolaborasi dan dukungan semua pihak sangat penting demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Sungai Penuh,” ujarnya.
Penyampaian LKPj ini menjadi bagian penting dalam siklus perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah, sekaligus dasar bagi penyusunan kebijakan yang lebih efektif di tahun berikutnya.
Editor : Dedi Dora









