JAKARTA — Kurs dollar ke rupiah hari ini, Rabu 26 Agustus 2026, menjadi perhatian investor, pelaku usaha, importir, eksportir hingga masyarakat yang membutuhkan valuta asing.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih dipengaruhi sentimen global, perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat, data ekonomi AS serta kondisi geopolitik.
Pada perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026, rupiah di pasar spot ditutup melemah tipis 2 poin atau sekitar 0,01 persen ke level Rp17.723 per dolar AS.
Sementara itu, data perdagangan USD/IDR terbaru menunjukkan dolar AS berada di kisaran Rp17.672–Rp17.685, dengan penutupan sebelumnya sekitar Rp17.690,8. Rentang perdagangan harian yang tercatat berada sekitar Rp17.658 hingga Rp17.760.
Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini 26 Agustus 2026
Berikut gambaran kurs USD terhadap rupiah:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| USD/IDR terbaru | sekitar Rp17.672–Rp17.685 |
| Penutupan sebelumnya | sekitar Rp17.690,8 |
| Penutupan spot 25 Agustus | Rp17.723 |
| Proyeksi 26 Agustus | Rp17.700–Rp17.800 |
| JISDOR BI terakhir tersedia | Rp17.703 |
Data JISDOR Bank Indonesia terakhir yang tersedia menunjukkan kurs referensi pada 24 Agustus 2026 sebesar Rp17.703 per dolar AS. BI menjelaskan bahwa JISDOR merupakan kurs referensi USD/IDR dan diumumkan pada hari kerja.
Catatan: kurs bank, money changer, pasar spot dan JISDOR dapat berbeda karena memiliki fungsi dan waktu pembaruan yang berbeda.
Apakah Dollar Menguat atau Rupiah Melemah?
Jika dibandingkan dengan penutupan spot 25 Agustus di Rp17.723, pergerakan USD/IDR terbaru yang berada di sekitar Rp17.672 menunjukkan dolar relatif lebih rendah terhadap rupiah.
Dengan demikian, secara intraday rupiah terlihat mendapat sedikit penguatan terhadap dolar, meskipun pasar masih bergerak volatil.
Namun, untuk menentukan apakah rupiah benar-benar menguat secara resmi pada penutupan perdagangan 26 Agustus, investor perlu menunggu data penutupan pasar pada akhir sesi perdagangan.
Proyeksi Rupiah Hari Ini
Analis memperkirakan rupiah pada perdagangan 26 Agustus berpotensi bergerak dalam kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan sanksi Amerika Serikat serta data ekonomi Amerika.
Area tersebut menjadi penting bagi trader karena pergerakan menembus batas atas atau bawah dapat memberikan sinyal mengenai arah rupiah selanjutnya.
Jika rupiah menembus dan bertahan di bawah Rp17.700 per dolar AS, tekanan terhadap USD/IDR dapat berkurang.
Sebaliknya, apabila rupiah kembali melemah dan USD/IDR menembus Rp17.800, tekanan terhadap mata uang Garuda berpotensi meningkat.
Faktor yang Mempengaruhi Kurs Dollar Hari Ini
1. Kebijakan Suku Bunga The Fed
Salah satu faktor utama yang diperhatikan pasar adalah arah kebijakan Federal Reserve atau The Fed.
Ekspektasi terhadap suku bunga AS dapat memengaruhi daya tarik aset berbasis dolar. Karena itu, setiap perubahan ekspektasi mengenai kebijakan The Fed dapat segera memengaruhi pasar valuta asing.
2. Data Ekonomi Amerika Serikat
Investor juga mencermati berbagai data ekonomi Amerika, terutama indikator inflasi.
Data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan dapat meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter ketat dan mendukung dolar.
Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat meningkatkan harapan pelonggaran kebijakan dan berpotensi menekan dolar.
3. Kondisi Geopolitik
Perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian pasar.
Ketika risiko global meningkat, investor biasanya meningkatkan perhatian terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.
Kondisi tersebut dapat menciptakan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
4. Arus Modal Asing
Pergerakan dana asing pada pasar saham dan obligasi Indonesia juga dapat memengaruhi permintaan rupiah dan dolar.
Arus modal masuk dapat membantu mendukung rupiah, sedangkan arus modal keluar dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar.
Kurs Dollar ke Rupiah untuk US$1 hingga US$1.000
Dengan menggunakan asumsi kurs sekitar Rp17.700 per US$1, berikut simulasi nilai tukarnya:
| Dollar AS | Perkiraan Rupiah |
|---|---|
| US$1 | Rp17.700 |
| US$5 | Rp88.500 |
| US$10 | Rp177.000 |
| US$20 | Rp354.000 |
| US$50 | Rp885.000 |
| US$100 | Rp1.770.000 |
| US$500 | Rp8.850.000 |
| US$1.000 | Rp17.700.000 |
Angka tersebut merupakan simulasi berdasarkan kurs Rp17.700, bukan kurs jual atau beli bank tertentu.
Bagaimana dengan Kurs Dollar di Bank?
Kurs yang digunakan masyarakat ketika membeli atau menjual dolar di bank dapat berbeda dari kurs pasar spot.
Bank biasanya memiliki kurs beli dan kurs jual. Kurs beli digunakan ketika bank membeli dolar dari nasabah, sedangkan kurs jual digunakan ketika bank menjual dolar kepada nasabah.
Karena itu, masyarakat yang hendak menukar dolar sebaiknya melihat kurs transaksi bank pada waktu transaksi dilakukan.
Sebagai contoh, halaman kurs resmi BCA menyediakan informasi kurs valuta asing yang dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Dampak Kurs Dollar terhadap Harga Barang
Kenaikan dolar terhadap rupiah dapat meningkatkan biaya impor bagi perusahaan yang melakukan pembayaran menggunakan dolar.
Dampaknya dapat terasa pada harga barang impor, bahan baku, komponen industri dan produk yang memiliki kandungan impor tinggi.
Sebaliknya, rupiah yang lebih kuat dapat mengurangi tekanan biaya impor, meskipun dampaknya terhadap harga konsumen tidak selalu terjadi secara langsung.
Dampak Kurs Dollar terhadap Emas
Pergerakan dolar dan ekspektasi suku bunga AS juga menjadi faktor penting bagi pasar emas.
Investor emas perlu memperhatikan hubungan antara dolar, imbal hasil obligasi AS, inflasi dan ekspektasi suku bunga The Fed.
Karena itu, pergerakan USD/IDR juga menarik diperhatikan oleh masyarakat Indonesia yang berinvestasi pada emas.
Dampak Kurs Dollar terhadap Bitcoin
Bitcoin dan aset kripto juga dapat merespons perubahan likuiditas global dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.
Ketika pasar memperkirakan kondisi keuangan global lebih ketat, aset berisiko dapat menghadapi tekanan.
Sebaliknya, ekspektasi kebijakan yang lebih longgar dapat meningkatkan minat terhadap aset berisiko.
Apakah Rupiah Akan Menguat atau Melemah?
Untuk perdagangan 26 Agustus 2026, rupiah memiliki peluang bergerak terbatas di sekitar Rp17.700–Rp17.800 per dolar AS, berdasarkan proyeksi analis yang dikutip Kontan.
Namun, arah akhirnya tetap bergantung pada perkembangan sentimen global dan data ekonomi yang masuk sepanjang perdagangan.
Dengan posisi USD/IDR terbaru di sekitar Rp17.672–Rp17.685, pasar akan memperhatikan apakah rupiah mampu mempertahankan penguatan tersebut atau kembali bergerak menuju Rp17.700–Rp17.800.
Kesimpulan
Kurs dollar ke rupiah hari ini 26 Agustus 2026 bergerak di sekitar Rp17.672–Rp17.685 per dolar AS pada data pasar terbaru yang tersedia.
Sementara itu, rupiah pada perdagangan 25 Agustus ditutup di level Rp17.723 per dolar AS, dan proyeksi untuk perdagangan 26 Agustus berada di kisaran Rp17.700–Rp17.800.
Artinya, USD/IDR saat ini cenderung lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya, tetapi kepastian arah rupiah tetap menunggu perkembangan perdagangan hari ini.
Investor perlu memperhatikan suku bunga The Fed, data ekonomi AS, sentimen geopolitik, arus modal asing dan pergerakan dolar global sebelum mengambil keputusan.
FAQ Kurs Dollar ke Rupiah 26 Agustus 2026
Berapa kurs dollar ke rupiah hari ini?
Data USD/IDR terbaru yang tersedia berada di sekitar Rp17.672–Rp17.685 per US$1.
Berapa kurs dollar ke rupiah pada penutupan 25 Agustus 2026?
Rupiah di pasar spot ditutup sekitar Rp17.723 per dolar AS.
Apakah rupiah menguat atau melemah hari ini?
Data pasar terbaru menunjukkan USD/IDR berada lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya, yang mengindikasikan rupiah menguat terhadap dolar secara relatif.
Berapa prediksi kurs rupiah 26 Agustus 2026?
Proyeksi analis menempatkan rupiah di kisaran Rp17.700–Rp17.800 per dolar AS.
Berapa Rp1 juta jika dikonversi ke dolar?
Dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar, Rp1 juta setara sekitar US$56,50 sebelum memperhitungkan spread dan biaya transaksi.
Apa yang membuat dollar naik terhadap rupiah?
Beberapa faktornya antara lain penguatan dolar global, perubahan ekspektasi suku bunga The Fed, data ekonomi AS, kondisi geopolitik dan arus modal.
Apakah kurs bank sama dengan kurs pasar?
Tidak selalu. Bank memiliki kurs beli dan jual masing-masing, sedangkan kurs pasar spot dan JISDOR memiliki fungsi yang berbeda. (*)
Editor : Fanda Yosephta









