BISNIS-Kekayaan pemilik PT Bayan Resources Tbk, Low Tuck Kwong, dilaporkan menyusut hingga Rp19,4 triliun setelah saham emiten batu bara mengalami tekanan akibat aturan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA).
Berdasarkan data The Real Time Billionaires List Forbes per 21 Mei 2026, kekayaan bersih Low Tuck Kwong turun sekitar US$1,1 miliar atau sekitar Rp19,4 triliun.
Kekayaan Low Tuck Kwong Turun 7 Persen
Meski mengalami penurunan, Low Tuck Kwong masih masuk jajaran orang terkaya di Indonesia.
Saat ini, kekayaan bersihnya tercatat sebesar:
- US$15,1 miliar
- Setara sekitar Rp266,5 triliun
Angka tersebut menempatkannya di:
- Peringkat 2 orang terkaya di Indonesia
- Peringkat 194 dunia versi Forbes
Posisinya masih berada di bawah R Budi Hartono yang memiliki kekayaan sekitar US$15,4 miliar.
Saham BYAN Anjlok
Tekanan terhadap kekayaan Low Tuck Kwong terjadi seiring melemahnya saham BYAN milik Bayan Resources.
Pada perdagangan 21 Mei 2026:
- Saham BYAN turun 6,47%
- Ditutup di level Rp10.475 per saham
Pergerakan saham BYAN:
- Turun 6,47% dalam sepekan
- Longsor 14,8% dalam sebulan
- Ambles 33,2% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd)
Penurunan ini terjadi setelah pasar merespons aturan baru pemerintah terkait tata kelola ekspor SDA yang dinilai berpotensi memengaruhi kinerja emiten batu bara.
Emiten Batu Bara Tertekan
Kebijakan baru sektor SDA disebut membuat investor lebih berhati-hati terhadap saham berbasis komoditas, khususnya batu bara.
Selain faktor regulasi, tekanan juga datang dari:
- Volatilitas harga batu bara global
- Kekhawatiran permintaan ekspor
- Ketidakpastian ekonomi global
Akibatnya, saham-saham batu bara mengalami aksi jual cukup besar dalam beberapa pekan terakhir.
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia 2026
Berikut daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes per Mei 2026:
- R Budi Hartono — US$15,4 miliar
- Low Tuck Kwong — US$15,1 miliar
- Prajogo Pangestu — US$13,8 miliar
- Anthoni Salim — US$10,4 miliar
- Tahir dan keluarga — US$9,1 miliar
- Sri Prakash Lohia — US$8,6 miliar
- Otto Toto Sugiri — US$7,9 miliar
- Marina Budiman — US$5,6 miliar
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono — US$4,3 miliar
- Sukanto Tanoto — US$4,2 miliar
Investor Pantau Kebijakan SDA
Pelaku pasar kini menunggu dampak lanjutan dari kebijakan ekspor SDA terhadap:
- Kinerja emiten tambang
- Arus ekspor komoditas
- Laba perusahaan batu bara
- Sentimen pasar saham Indonesia
Jika tekanan regulasi berlanjut, saham sektor batu bara diperkirakan masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek.









