Kisah Susy Susanti, Legenda Olimpiade yang Tak Pernah Menaklukkan Asian Games

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Dalam daftar atlet paling berpengaruh sepanjang sejarah olahraga Indonesia, Susy Susanti hampir selalu berada di posisi teratas. Namanya identik dengan kejayaan bulu tangkis Tanah Air di era 1990-an, terutama setelah mempersembahkan emas Olimpiade Barcelona 1992. Namun, ada satu panggung besar yang tak pernah berhasil ia kuasai sepanjang kariernya: Asian Games.

Ironisnya, kegagalan meraih emas di pesta olahraga terbesar Asia itu justru terjadi di tengah dominasi Susy di level dunia. Ia menjuarai All England, Indonesia Open, hingga World Grand Prix Finals, tetapi Asian Games tetap menjadi “lubang kosong” dalam daftar prestasinya.

Awal Perjalanan Sang Juara

Susy Susanti lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 11 Februari 1971. Sejak usia muda, bakatnya sudah mencolok. Ia mengasah kemampuan di PB Tunas Tasikmalaya sebelum akhirnya direkrut PB Jaya Raya Jakarta, salah satu klub terbaik Indonesia kala itu.

Di bawah arahan pelatih Liang Chiu Sia, Susy berkembang menjadi pemain dengan karakter khas: sabar, kuat secara fisik, dan piawai memainkan reli panjang. Gaya ini membuatnya sulit ditaklukkan, bahkan oleh pemain-pemain unggulan dari China dan Korea Selatan.

Baca Juga :  Tiga Wakil Indonesia Amankan Tiket 16 Besar All England 2026

Emas Olimpiade yang Mengubah Sejarah

Titik balik karier Susy terjadi pada Olimpiade Barcelona 1992. Di partai puncak tunggal putri, ia menghadapi Bang Soo-hyun dari Korea Selatan. Setelah tertinggal di gim pertama, Susy bangkit dan mengunci kemenangan lewat pertarungan tiga gim.

Momen itu menjadi salah satu peristiwa paling emosional dalam sejarah olahraga Indonesia. Pada hari yang sama, Alan Budikusuma—yang kelak menjadi suaminya—juga meraih emas. Indonesia pun pulang dengan dua medali emas bersejarah dari cabang bulu tangkis.

Prestasi Susy terus mengalir. Ia menjuarai All England sebanyak empat kali, mendominasi Indonesia Open, serta menjadi pilar utama tim Uber Cup Indonesia yang merebut gelar pada 1994 dan 1996. Pengakuan dunia datang ketika namanya masuk BWF Hall of Fame pada 2004.

Asian Games: Misi yang Selalu Gagal

Meski sukses di hampir semua ajang elite, Asian Games selalu menghadirkan cerita berbeda bagi Susy Susanti. Di nomor beregu putri, ia hanya mampu meraih medali perak pada Asian Games 1990 dan 1994.

Baca Juga :  IOX Raja 2026 Taklukkan Jalur Ekstrem Sungai Kuning Kerinci, Satukan Adrenalin dan Sosial

Sementara di nomor tunggal, langkah Susy tak pernah sampai ke partai final. Pada Asian Games 1990 di Beijing, ia disingkirkan Tang Jiuhong dari China. Empat tahun berselang di Hiroshima, Susy kembali gagal setelah kalah dari Bang Soo-hyun—lawan yang pernah ia kalahkan di Olimpiade.

Kuatnya dominasi China dan Korea Selatan di level Asia membuat persaingan Asian Games jauh lebih ketat dibanding turnamen individual internasional. Faktor inilah yang kerap disebut sebagai salah satu penyebab kegagalan Susy meraih emas di ajang tersebut.

Legenda Tetap Legenda

Tak adanya emas Asian Games tak pernah menjadi noda dalam karier Susy Susanti. Sebaliknya, hal itu menunjukkan bahwa bahkan atlet sebesar Susy pun tak luput dari keterbatasan dan kerasnya persaingan.

Susy tetap dikenang sebagai ikon kebangkitan bulu tangkis Indonesia, simbol ketangguhan atlet perempuan, dan inspirasi lintas generasi. Dalam sejarah olahraga, warisan dan pengaruhnya jauh lebih besar daripada sekadar satu keping medali.

Berita Terkait

Wakil Ketua DPR Dorong RUU Perampasan Aset Lindungi Korban Kejahatan Ekonomi
PLN Diskon Tambah Daya Listrik 50% hingga 4 November 2026, Cek Biaya dan Syarat Lengkapnya
RANS Carnival Diboikot? Ini Deretan Isu yang Menyeret Nama Raffi Ahmad
Kasus Suket Ijazah Gibran Berlanjut, Mahfud MD Soroti Pasal 18 PKPU
Kepemilikan SPBU Shell Berubah, Ini Nasib BBM dan Bisnis Pelumasnya
MA Putuskan Surat Penyetaraan Gibran Tidak Sah, Ini Perkara dan Duduk Persoalannya
Prabowo Naikkan Bonus Emas Asian Games Jadi Rp3 Miliar, Atlet Indonesia Dapat Apresiasi
Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIB

Wakil Ketua DPR Dorong RUU Perampasan Aset Lindungi Korban Kejahatan Ekonomi

Minggu, 1 November 2026 - 21:00 WIB

PLN Diskon Tambah Daya Listrik 50% hingga 4 November 2026, Cek Biaya dan Syarat Lengkapnya

Minggu, 1 November 2026 - 05:05 WIB

RANS Carnival Diboikot? Ini Deretan Isu yang Menyeret Nama Raffi Ahmad

Minggu, 1 November 2026 - 04:00 WIB

Kasus Suket Ijazah Gibran Berlanjut, Mahfud MD Soroti Pasal 18 PKPU

Minggu, 1 November 2026 - 02:00 WIB

Kepemilikan SPBU Shell Berubah, Ini Nasib BBM dan Bisnis Pelumasnya

Berita Terbaru