JAKARTA – Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan, bukan karena catatan golnya, melainkan isu ketidaknyamanan yang disebut-sebut tengah ia rasakan di Al Nassr.
Kabar yang beredar menyebutkan, CR7 merasa kurang puas dengan langkah klub pada bursa transfer Januari 2026. Di saat klub rival seperti Al Hilal agresif memperkuat skuad, Al Nassr justru dinilai minim pergerakan.
Sorotan juga mengarah ke Public Investment Fund (PIF), pemilik mayoritas saham beberapa klub elite Liga Arab Saudi. Ronaldo dikabarkan menilai Al Nassr tidak mendapatkan dukungan transfer yang setara dibanding klub lain di bawah naungan PIF.
Situasi makin ramai setelah Ronaldo tak terlihat dalam daftar pemain saat Al Nassr menghadapi Al Riyadh pada Senin (2/2). Ia juga dilaporkan berada di Portugal di tengah tensi yang meningkat.
Kondisi ini mengingatkan publik pada peristiwa saat Ronaldo meninggalkan Manchester United pada 2023. Saat itu, ia secara terbuka mengkritik manajemen dan merasa tidak lagi menjadi bagian penting dari proyek tim.
Pengamat sepak bola BBC, Simon Stone, menilai dinamika yang muncul di Al Nassr memiliki kemiripan pola dengan situasi Ronaldo di MU.
Menurutnya, ketika Ronaldo sudah merasa tidak dihargai, ia cenderung mengambil keputusan tegas tanpa terlalu memikirkan dampaknya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Ronaldo terkait kabar tersebut. Kontraknya di Al Nassr sendiri masih berjalan hingga 2027.
Namun, dinamika yang berkembang membuat masa depan sang megabintang di Liga Arab Saudi kembali menjadi bahan spekulasi.









