KERINCI- Cuaca di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, diperkirakan mengalami dinamika signifikan dalam tiga hari ke depan, 11–13 Januari 2026. Meski laporan prakiraan menunjukkan kecenderungan berawan hingga udara kabur pada sebagian besar waktu, potensi hujan lokal pada sore hingga malam tetap menjadi perhatian utama masyarakat, terutama yang berada di sekitar aliran sungai.
Kondisi atmosfer yang lembap dan suhu pegunungan yang berubah cepat menjadikan wilayah ini rawan pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan mendadak.
Di Kabupaten Kerinci, cuaca dari pagi hingga siang didominasi berawan, namun peluang hujan ringan hingga sedang tetap ada. Wilayah pegunungan seperti Gunung Kerinci, Kayu Aro, hingga Siulak memiliki risiko hujan lokal lebih tinggi akibat kondisi topografi yang mempercepat pembentukan awan tebal. Meski tidak ada indikasi hujan ekstrem secara konsisten, masyarakat diminta tetap waspada karena intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir turut memengaruhi debit air di hulu sungai.
Kota Sungai Penuh juga menghadapi situasi serupa, dengan dominasi cuaca berawan dan udara kabur pada siang hari, kemudian berpotensi hujan pada sore hingga malam. Meski prakiraan utama menunjukkan cuaca relatif tenang, hujan lokal tetap mungkin terjadi terutama di wilayah permukiman padat dan kawasan yang berada di dekat aliran sungai-sungai kecil. Kondisi ini dapat memicu luapan air mendadak yang kerap terjadi ketika hujan turun di wilayah hulu atau pegunungan.
Peningkatan curah hujan dalam sepekan terakhir di Jambi memberi dampak nyata terhadap naiknya debit air di sejumlah sungai besar maupun anak sungai, termasuk Sungai Batang Merangin yang hulunya berada di Kerinci. Meski cuaca harian tidak selalu menunjukkan hujan lebat, sisa akumulasi hujan di wilayah hulu tetap menyebabkan muka air sungai meningkat. Kondisi ini dapat memicu potensi banjir luapan apabila hujan sedang kembali turun di wilayah pegunungan.
Sungai Penuh yang dikelilingi banyak aliran sungai kecil juga menghadapi risiko serupa. Luapan air sering muncul saat hujan lokal turun tiba-tiba atau tatkala hujan terjadi di wilayah lebih tinggi, meskipun pusat kota sedang tidak hujan. Situasi geografis inilah yang membuat masyarakat diminta untuk lebih memperhatikan kondisi sekitar dan tidak mengabaikan perubahan cuaca meskipun prakiraan menunjukkan dominasi berawan. (***)









