Jakarta – Industri ekonomi syariah Indonesia kembali menunjukkan geliat positif. Ajang tahunan International Islamic Expo (IIE) 2026 menargetkan kehadiran 25.000 pengunjung dan nilai transaksi hingga Rp115 miliar selama penyelenggaraan yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta.
Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat sasaran sekitar 22.000 pengunjung dan transaksi lebih dari Rp103 miliar. Kenaikan target ini mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap pertumbuhan sektor haji, umrah, wisata halal, perbankan syariah, hingga produk gaya hidup muslim yang terus berkembang di Indonesia.
Direktur Utama penyelenggara, PT Alia Kreasindo Mandiri, Mutia Andriastuti, menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap layanan haji dan umrah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan target tahun ini. Meskipun kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menghadapi berbagai tantangan, permintaan masyarakat terhadap perjalanan ibadah dan layanan syariah tetap menunjukkan tren positif.
Menurutnya, International Islamic Expo hadir sebagai wadah yang mempertemukan pelaku bisnis, lembaga keuangan syariah, penyedia layanan haji dan umrah, serta masyarakat yang ingin mendapatkan berbagai informasi dan penawaran terbaik dalam satu lokasi. Pameran ini juga menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan produk unggulan kepada pasar yang lebih luas.
Di sisi lain, sektor perbankan syariah juga memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah. Sebagai mitra perbankan resmi acara, Bank Syariah Indonesia atau BSI menyiapkan berbagai promo menarik bagi pengunjung. Program diskon transaksi menggunakan kartu syariah hingga jutaan rupiah diharapkan mampu meningkatkan transaksi selama pameran berlangsung.
BSI juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum memiliki kartu pembiayaan syariah untuk langsung melakukan pendaftaran dan aktivasi selama acara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas ekosistem ekonomi syariah nasional yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
Pengamat ekonomi menilai bahwa pertumbuhan industri halal Indonesia memiliki prospek cerah. Selain didukung jumlah penduduk muslim yang besar, pemerintah juga terus mendorong pengembangan sektor halal melalui berbagai kebijakan strategis. Kondisi ini membuka peluang investasi pada sektor perbankan syariah, asuransi syariah, perjalanan ibadah, hingga UMKM berbasis produk halal.
International Islamic Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga sarana edukasi mengenai perkembangan industri halal global. Berbagai seminar, diskusi bisnis, dan sesi networking akan mempertemukan pelaku industri dengan calon konsumen maupun investor yang ingin menjajaki peluang di sektor ekonomi syariah.
Dengan target transaksi mencapai Rp115 miliar, penyelenggaraan International Islamic Expo 2026 diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia. Selain mendorong peningkatan transaksi bisnis, acara ini juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi halal terbesar di dunia.
FAQ
Kapan International Islamic Expo 2026 diselenggarakan?
Acara akan berlangsung pada 26–28 Juni 2026.
Berapa target pengunjung International Islamic Expo 2026?
Penyelenggara menargetkan sekitar 25.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan.
Berapa nilai transaksi yang ditargetkan?
Target transaksi tahun ini mencapai Rp115 miliar.
Sektor apa saja yang hadir dalam pameran?
Haji, umrah, wisata halal, perbankan syariah, asuransi syariah, UMKM halal, serta berbagai produk dan layanan ekonomi syariah lainnya.
Apa keuntungan bagi pengunjung?
Pengunjung dapat memperoleh promo khusus, informasi produk syariah, peluang investasi, serta akses langsung ke berbagai penyedia layanan haji dan umrah. (Tim)









