Ingin Finansial Aman dan Bertumbuh di 2026? Ini Strategi Investasi Versi Pakar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Menyambut tahun baru 2026, banyak masyarakat mulai memikirkan cara memperbaiki kondisi finansial agar lebih stabil dan berkembang. Salah satu langkah yang dinilai krusial adalah menyusun ulang strategi investasi sejak akhir tahun.

Kemudahan akses layanan keuangan digital membuat pilihan investasi kini semakin beragam. Namun, banyaknya opsi justru sering membuat investor pemula bingung menentukan instrumen yang tepat dan aman.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menegaskan bahwa tujuan utama investasi bukan sekadar mengejar keuntungan besar, melainkan menjaga nilai aset agar tetap aman dan bertumbuh secara konsisten.

Menurutnya, deposito dan obligasi masih menjadi instrumen yang paling rasional untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di tahun depan.

Baca Juga :  Best Fixed Deposit Rates Singapore Today (7 August 2026): Compare DBS, UOB, OCBC and Top Bank Promotions

“Deposito memang bunganya tidak besar, tapi dijamin LPS dan Undang-Undang. Obligasi juga aman karena dijamin negara. Untuk jangka setahun ke depan, ini pilihan paling stabil,” ujarnya kepada detikcom, Jumat (19/12/2025).

Ia menilai, dua instrumen tersebut cocok dijadikan pondasi awal, terutama bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi atau tidak ingin mengambil risiko tinggi.

Emas Jadi Penopang Jangka Menengah dan Panjang

Setelah memiliki aset yang stabil, Ibrahim menyarankan investor menambah portofolio dengan emas. Logam mulia dinilai efektif sebagai pelindung nilai, khususnya untuk jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga :  PCE AS 27 Agustus 2026: Inflasi Jadi Penentu Suku Bunga The Fed?

“Emas itu bukan untuk cepat untung. Idealnya disimpan tiga sampai lima tahun. Kalau jual cepat, biasanya malah rugi karena selisih harga dan biaya,” jelasnya.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Analis Doo Financial Futures Lukman Leong. Ia memprediksi harga emas masih memiliki potensi penguatan pada 2026, meski saat ini pergerakannya cenderung melambat.

“Di akhir tahun biasanya harga emas cenderung konsolidasi. Kenaikan signifikan kemungkinan baru terlihat di awal tahun depan,” kata Lukman.

Menurutnya, kuatnya permintaan emas global menjadi faktor utama yang menopang harga logam mulia ke depan.

“Selama permintaan masih tinggi, emas tetap menarik sebagai aset investasi,” tutupnya.

Berita Terkait

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 10 Oktober 2026 Naik, 1 Gram Rp2,61 Juta
Pinjol Tanpa BI Checking Langsung Approve 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Risiko yang Wajib Diketahui
MotoGP Mandalika 2026: Marc Marquez Bertekad Berdamai dengan Sirkuit
Bunga Deposito Bank Digital Oktober 2026 hingga 9%, Cek Daftar dan Risiko LPS
Rekening Bank Aman dari Pembobolan, Ini 7 Cara Melindungi Uang dan Data Pribadi
500 Ringgit Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Kurs MYR ke IDR dan Cara Menghitungnya
Kode Redeem FF Hari Ini 9 Oktober 2026, Cek Hadiah Gratis dan Cara Klaim Resmi Garena
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 9 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Rp2.604.000
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 10 Oktober 2026 Naik, 1 Gram Rp2,61 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Pinjol Tanpa BI Checking Langsung Approve 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Risiko yang Wajib Diketahui

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:00 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Marc Marquez Bertekad Berdamai dengan Sirkuit

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Bunga Deposito Bank Digital Oktober 2026 hingga 9%, Cek Daftar dan Risiko LPS

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Rekening Bank Aman dari Pembobolan, Ini 7 Cara Melindungi Uang dan Data Pribadi

Berita Terbaru

Otomotif

Honda Umumkan Nama Baru Sistem Hybrid, Meluncur Mulai 2027

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:00 WIB