IHSG Melemah Tajam, Aksi Jual Asing Semakin Menekan Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTAIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis (11/12/2025). Pelemahan indeks disebut berkaitan erat dengan aksi jual yang dilakukan investor asing sejak perdagangan sebelumnya.

Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menuturkan bahwa tekanan jual asing telah terlihat sejak awal pekan dan masih berlanjut hingga sesi perdagangan hari ini.

“Investor asing melakukan net sell sejak kemarin, dan ada indikasi tekanan jual itu masih berlanjut di sesi hari ini,” ungkap Reydi kepada Liputan6.com.

Tekanan Jual Makin Berat, Bluechip Jadi Sasaran

Baca Juga :  Promo Cashback GoPay April 2026: Top Up Game Diskon 90%, Buruan Klaim Sebelum Habis!

Secara teknikal, IHSG juga berada dalam fase jenuh beli yang cukup panjang, sehingga rentan terkoreksi. Reydi menyebut saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks.

“Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh aksi jual pada saham perbankan big caps, serta sejumlah saham konglomerasi yang ikut melemah,” jelasnya.

Ia menambahkan, koreksi pasar setelah pemangkasan suku bunga The Fed menjadi wajar karena sebagian pelaku pasar sudah melakukan aksi antisipatif lebih awal. Momentum ini akhirnya dimanfaatkan untuk profit taking.

Peluang Rebound Menjelang Akhir Tahun

Baca Juga :  IHSG Berbalik Melemah Usai Isu Pembatasan Pertalite-Solar, Investor Waspada Dampak Ekonomi

Meski turun dalam jangka pendek, prospek IHSG menuju akhir tahun disebut masih terbuka positif. Beberapa faktor dinilai mampu menjadi katalis, seperti:

Sinyal pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI)

Stabilnya nilai tukar Rupiah

Arus dana asing yang mereda dari aksi jual

Kesiapan dana institusi domestik menopang pasar

Reydi turut menegaskan bahwa periode window dressing di akhir tahun berpotensi mendorong indeks kembali naik.

“Menjelang window dressing, kemungkinan besar IHSG berpeluang rebound. Sektor-sektor seperti perbankan, konsumer, dan ritel patut dicermati,” pungkasnya.(***)

Berita Terkait

Usai Pamit dari MK, Anwar Usman Tiba-tiba Pingsan di Gedung Mahkamah Konstitusi
KPPU Denda 97 Pinjol Rp755 Miliar, BPKN: Konsumen Harus Dilindungi
KPR Subsidi 2026 Makin Mudah! OJK Longgarkan SLIK, Debitur Kecil Kini Bisa Lolos
Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati April 2026, Ini Nama Kajati Baru dari Jabar hingga Sumut
Sepatu Olahraga Best Seller Shopee 2026, Brand Lokal hingga Internasional
Top Travel Credit Cards with No Annual Fee in 2026: Maximize Rewards Without Extra Costs
Saldo BRImo Mendadak Rp 0, Nasabah BRI Panik! Ini Penjelasan Sementara
IHSG Menguat Hari Ini, PTRO dan BRPT Melonjak Tajam
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 06:05 WIB

Usai Pamit dari MK, Anwar Usman Tiba-tiba Pingsan di Gedung Mahkamah Konstitusi

Selasa, 14 April 2026 - 05:01 WIB

KPPU Denda 97 Pinjol Rp755 Miliar, BPKN: Konsumen Harus Dilindungi

Selasa, 14 April 2026 - 03:01 WIB

KPR Subsidi 2026 Makin Mudah! OJK Longgarkan SLIK, Debitur Kecil Kini Bisa Lolos

Senin, 13 April 2026 - 22:00 WIB

Sepatu Olahraga Best Seller Shopee 2026, Brand Lokal hingga Internasional

Senin, 13 April 2026 - 20:07 WIB

Top Travel Credit Cards with No Annual Fee in 2026: Maximize Rewards Without Extra Costs

Berita Terbaru

Teknologi

DJI Osmo Pocket 4 Resmi Rilis, Ini Fitur dan Harganya

Selasa, 14 Apr 2026 - 04:00 WIB