IHSG Hari Ini 21 Oktober 2026 Menguat, Investor Menanti Keputusan BI Rate

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. Investor kini menantikan keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham dan nilai tukar rupiah.

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik 0,67% ke level 5.314,50. Penguatan tersebut terjadi setelah indeks mengalami pemulihan tajam pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 5,65% ke posisi 5.278,89.

Sejumlah saham mencatatkan penguatan pada awal perdagangan. PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) naik 4,65% ke Rp360 per saham. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menguat 3,91% ke Rp266, sedangkan PT Indosat Tbk. (ISAT) naik 3,50% ke Rp1.775.

Namun, penguatan IHSG masih menghadapi sejumlah tantangan. Investor mencermati tekanan arus modal asing, pelemahan rupiah, serta ketidakpastian terkait evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Baca Juga :  Lo Kheng Hong Kantongi Dividen Rp28 Miliar dari SIMP dan LSIP, Ini Rinciannya

Perhatian utama pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 21 Oktober 2026. Konsensus Bloomberg memperkirakan BI mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75%. Namun, survei BIG Consensus Insights menunjukkan delapan dari 14 ekonom dan analis memperkirakan BI menaikkan BI Rate menjadi 6%. Sebagian ekonom bahkan memperkirakan kenaikan hingga 6,25%.

Pertimbangan utama kebijakan tersebut adalah menjaga stabilitas rupiah yang berada di sekitar Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Selain itu, inflasi September 2026 tercatat sebesar 3,28% secara tahunan. Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi BI sebesar 1,5%–3,5%. Karena itu, bank sentral perlu mempertimbangkan stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi secara bersamaan.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan 15 September 2026 Turun Tipis, Cek Nilai Emas 18K dan 22K Hari Ini

Dari sisi teknikal, analis BRI Danareksa Sekuritas melihat peluang pemulihan IHSG menuju rentang 5.318–5.400. Meski demikian, indikator MACD masih berada di zona negatif sehingga penguatan belum sepenuhnya mengonfirmasi perubahan tren. Level support berada di 5.185. Jika indeks menembus level tersebut, risiko koreksi lanjutan perlu diwaspadai.

Dengan demikian, arah IHSG selanjutnya akan bergantung pada keputusan BI Rate dan respons investor terhadap kebijakan tersebut. Pelaku pasar juga akan mencermati arus modal asing serta perkembangan evaluasi MSCI. Investor sebaiknya memperhatikan risiko volatilitas dan tidak hanya mengandalkan penguatan indeks dalam satu sesi perdagangan.

Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi perlu mempertimbangkan profil risiko, tujuan keuangan, dan hasil analisis masing-masing investor.

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

BI Rate Diprediksi Naik Jadi 6% pada Oktober 2026, Rupiah Tembus Rp17.995 per Dolar AS
Indeks Bisnis-27 Menguat 0,49%, Saham MBMA dan DEWA Melonjak
Harga BBM 21 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar dan Sumut, Pertamax hingga Dexlite
Euro Tertekan terhadap Dolar AS, UOB Prediksi EUR/USD Bergerak di Kisaran Ini
Suku Bunga AS Bertahan di 3,75–4 Persen, Pasar Menanti Keputusan The Fed 28 Oktober
Harga Toyota Fortuner Bekas Oktober 2026, Mulai Rp 135 Juta, Ini Daftar Lengkapnya
IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat
Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:57 WIB

IHSG Hari Ini 21 Oktober 2026 Menguat, Investor Menanti Keputusan BI Rate

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:49 WIB

BI Rate Diprediksi Naik Jadi 6% pada Oktober 2026, Rupiah Tembus Rp17.995 per Dolar AS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Indeks Bisnis-27 Menguat 0,49%, Saham MBMA dan DEWA Melonjak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Harga BBM 21 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar dan Sumut, Pertamax hingga Dexlite

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Euro Tertekan terhadap Dolar AS, UOB Prediksi EUR/USD Bergerak di Kisaran Ini

Berita Terbaru