BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Rupiah Masih Jadi Perhatian Investor

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 5,75% pada Oktober 2026. Keputusan ini muncul ketika nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan dan investor mencermati ketidakpastian pasar keuangan global.

Gubernur BI Destry Damayanti mengumumkan keputusan tersebut setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20–21 Oktober 2026. Selain mempertahankan BI Rate, bank sentral menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00%. Sementara itu, Lending Facility tetap sebesar 6,50%.

BI menilai kebijakan tersebut mendukung stabilitas rupiah sekaligus menjaga inflasi dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027. Bank sentral juga memperkuat insentif lindung nilai melalui instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk mendorong aliran modal asing.

Tekanan nilai tukar menjadi salah satu perhatian utama investor. Data BI menunjukkan rupiah berada di level Rp17.985 per dolar AS pada 20 Oktober 2026. Angka tersebut melemah 0,61% dibandingkan posisi akhir September 2026. Perkembangan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat.

Baca Juga :  The Fed Naikkan Suku Bunga, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp180 Triliun

Keputusan BI juga berbeda dari perkiraan mayoritas ekonom dalam survei BIG Consensus Insights yang dikutip Bisnis.com. Sebanyak 8 dari 14 responden memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga menjadi 6,00% atau 6,25%. Namun, bank sentral memilih mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75%.

Di pasar keuangan, investor perlu mencermati perkembangan rupiah, arus modal asing, dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Perubahan sentimen global dapat memengaruhi keputusan investasi, meskipun dampaknya terhadap setiap saham dan instrumen keuangan tidak selalu sama.

Bagi masyarakat, keputusan BI dapat menjadi salah satu acuan saat membandingkan bunga deposito, tabungan, dan kredit perbankan. Namun, bank tidak selalu mengubah bunga produknya secara langsung. Nasabah KPR dan kredit kendaraan sebaiknya memeriksa ketentuan bunga dalam perjanjian, terutama jika menggunakan suku bunga mengambang.

Baca Juga :  IHSG Ambruk ke 6.116! Saham AMRT, ADRO dan INCO Justru Bikin Investor Tersenyum

Ke depan, arah rupiah, inflasi, dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat akan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Investor dan masyarakat sebaiknya mengikuti pengumuman resmi BI serta mengevaluasi risiko sebelum mengambil keputusan keuangan.

FAQ

1. Berapa BI Rate Oktober 2026?

BI mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% pada RDG 20–21 Oktober 2026.

2. Mengapa BI mempertahankan BI Rate?

BI mempertimbangkan stabilitas rupiah, perkiraan inflasi, dan ketidakpastian ekonomi global.

3. Berapa nilai rupiah terhadap dolar AS?

Menurut data BI, rupiah berada di level Rp17.985 per dolar AS pada 20 Oktober 2026.

4. Apakah bunga deposito akan naik atau turun?

Belum tentu. Bank menentukan bunga deposito berdasarkan biaya dana, kebutuhan likuiditas, dan persaingan.

5. Apakah keputusan BI memengaruhi investasi saham?

Keputusan suku bunga dapat memengaruhi sentimen investor. Namun, pergerakan saham juga bergantung pada kinerja perusahaan dan kondisi pasar. (Tim)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Gaji PNS Tetap Ditransfer ke Rekening, Ini Penjelasan Menkeu Suahasil
ITS Kembangkan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Berbasis AI
iPhone Duo Layar Lipat Apple Diburu Pembeli, Harga Reseller Melonjak
BSU 2026 Rp900 Ribu untuk Karyawan, Apakah Sudah Cair? Ini Penjelasannya
Telkomsel Bagi-Bagi 151 Hadiah Mobil dan Motor, Ini Cara Ikut Undiannya
Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop
Komdigi Atur Tarif Ojol Antar Makanan dan Barang, Ini Perinciannya
BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Gaji PNS Tetap Ditransfer ke Rekening, Ini Penjelasan Menkeu Suahasil

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:54 WIB

BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Rupiah Masih Jadi Perhatian Investor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Berbasis AI

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

iPhone Duo Layar Lipat Apple Diburu Pembeli, Harga Reseller Melonjak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:00 WIB

BSU 2026 Rp900 Ribu untuk Karyawan, Apakah Sudah Cair? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru